Berita
Berita
Melihat Bogor Sebagai Kota Penelitian Melalui Ekspedisi Balai Kirti
Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kembali menyelenggarakan kegiatan Ekspedisi Balai Kirti pada Minggu (06/09). Tujuan dari kegiatan Ekspedisi Balai Kirti adalah untuk mengenalkan tempat-tempat bersejarah Kota Bogor sekaligus media promosi dan publikasi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Tema dan rute yang diambil dalam kegiatan ini adalah “Bogor Sebagai Kota Penelitian”
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan masyarakat umum. Ekspedisi dimulai dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti pada pukul 08:30 WIB dengan mengunjungi sejumlah lokasi yang disebut sebagai terminal pemberhentian. Lokasi pertama adalah Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian. Di lokasi yang pertama, peserta diajak untuk melihat arsip-asrip pustaka yang berisi tentang perkembangan kebijakan seputar pertanian di Bogor dari masa colonial hingga kemerdekaan. Selain itu, peserta juga diajak untuk menyaksikan demo perawatan buku dan arsip lama yang dilakukan oleh staf Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian.
Lokasi kedua adalah Markas Korem 061/Suryakencana. Saat tiba di lokasi, peserta sudah disambut oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 061/Suryakencana, Kolonel (Inf) Yudi Ruskandar. Selama tur di Korem 061/Suryakencana, peserta mendapat banyak informasi mengenai sejarah Gedung Korem yang dulunya merupakan gedung Hoogere Burgerschool (HBS) serta jejak perjuangan personel Korem 061/Suryakencana dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Lokasi yang ketiga adalah Sekolah Taman Siswa Bogor. Di Sekolah Taman Siswa Bogor, peserta diajak untuk mengenal jejak pengabdian organisasi Taman Siswa dalam pendidikan Indonesia. Lokasi keempat adalah Gedung Institut Pertanian Bogor (IPB) Baranangsiang. Sejarah menarik dari gedung ini adalah peletakan batu pertamanya dilakukan secara langsung oleh Presiden Sukarno pada 27 April 1951. Selain mengunjungi lokasi-lokasi tersebut, peserta diajak untuk tur keliling kota melihat perkembangan sejumlah kawasan dan jalan di Kota Bogor. Terminal pemberhentian yang terakhir adalah Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.
Kegiatan Ekspedisi Balai Kirti ini dilakukan secara rutin dengan mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Kota Bogor. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut serta program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat diakses melalui akun Instagram resmi @balaikirti.
Berita
Mengenal Sejarah Kota Bogor Melalui Ekspedisi Balai Kirti
Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan kegiatan Ekspedisi Balai Kirti pada Minggu (30/08). Kegiatan ini merupakan program publik pertama yang diinisiasi oleh Museum Kepresidenan RI Balai Kirti berbentuk tur sejarah Kota Bogor menggunakan moda transportasi bus uncal. Tujuan dari kegiatan Ekspedisi Balai Kirti adalah untuk mengenalkan tempat-tempat bersejarah Kota Bogor sekaligus media promosi dan publikasi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan masyarakat umum. Ekspedisi dimulai dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti pada pukul 08:30 WIB dengan mengunjungi sejumlah lokasi yang disebut sebagai terminal pemberhentian. Lokasi pertama adalah Museum Tanah dan Pertanian. Di Museum Tanah dan Pertanian, peserta diajak untuk melihat perkembangan kebijakan pertanian dari masa ke masa sekaligus jenis-jenis tanah yang terdapat di dalam museum.
Lokasi kedua adalah Museum Pajajaran yang berada di Batutulis, Kota Bogor. Di museum ini peserta diajak untuk lebih mengenal sejarah kebudayaan masyarakat Sunda sekligus melihat situs prasasti Batutulis yang terdapat di sekitar area museum. Lokasi yang ketiga adalah makam Raden Saleh. Di makam Raden Saleh, peserta diajak untuk mengenal sejarah maestro seni lukis Indonesia era kolonial yakni Raden Saleh. Selain mengunjungi lokasi-lokasi tersebut, peserta diajak untuk tur keliling kota melihat perkembangan sejumlah kawasan dan jalan di Kota Bogor. Terminal pemberhentian yang terakhir adalah Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.
Kegiatan Ekspedisi Balai Kirti ini akan dilakukan secara rutin dengan mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Kota Bogor. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut serta program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat diakses melalui akun Instagram resmi @balaikirti.
Berita
Museum Goes To MI dan MTS Insan Taqwa
Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan kegiatan Museum Goes To School di MI dan MTS Insan Taqwa, Ciapus, Kabupaten Bogor pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi seputar jejak kemasyhuran para presiden yang telah purna tugas sekaligus sebagai program publik rutin promosi dan publikasi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kepada pelajar sekolah di luar Kota Bogor.
Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh 350 peserta yang terdiri dari peserta didik kelas 1 hingga kelas 6. Dalam kegiatan ini, tim Museum Kepresidenan RI Balai Kirti membawa sejumlah miniatur koleksi yang merepresentasikan capaian prestasi dari para pemimpin bangsa. Miniatur koleksi yang dibawa antara lain: Stadion Gelora Bung Karno, Gedung Keong Mas, Pesawat N250, Klenteng, Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Helm Perdamaian.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa sangat antusias dan aktif menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tim edukasi. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar juga mendapat cinderamata dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Kegiatan Museum Goes To School berakhir pada pukul 09:30 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama.
Kegiatan Museum Goes To School ini dilakukan secara rutin dengan mengunjungi berbagai sekolah yang berada di luar Kota Bogor. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut serta program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat diakses melalui akun Instagram resmi @balaikirti.
Berita
Melihat Jamuan Ala Kepresidenan dalam Program Perjamuan
Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan kegiatan Perjamuan di Perpustakaan Kepresidenan pada Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi seputar kuliner kesukaan para presiden serta diplomasi kuliner ala presiden dalam menjalin hubungan baik antar negara.
Dalam kegiatan Perjamuan edisi pertama ini, tema yang diusung adalah “Kisah Rasa Dari Istana. Menghadirkan dua narasumber luar biasa, yakni Muhamad Muhtar (Protokol Kenegaraan Istana Kepresidenan Bogor) dan Caecelia Damayanti (Pemiliki Kecap Sie Wie Bo) kegiatan Perjamuan mengupas secara lebih dalam mengenai jamuan khas kepresidenan. Selain itu, dihadirkan pula kisah kecap legendaris asli Blitar (Sie Wie Bo) yang merupakan kecap kesukaan Presiden Sukarno. Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari masyarakat umum.
Muhamad Muhtar, dalam paparannya, menyampaikan sejumlah makanan kesukaan presiden serta latar belakang keluarga hingga budaya yang mempengaruhi selera lidah para pemimpin bangsa. Selin itu, Muhamad Muhtar juga menyampaikan bagaimana upaya dari para presiden untuk memperkenalkan makanan-makanan lokal Indonesia di panggung dunia dalam acara jamuan resmi kenegaraan.
Narasumber kedua, Caecilia Damayanti, memaparkan bagaimana perkembangan usaha kecap warisan leluhurnya yang kelak menjadi salah satu kecap kesukaan Presiden Sukarno. Dalam paparannya, Caecilia Damayanti menjelaskan bahwa pembuatan kecap dimulai pada tahun 1901 oleh Sie Bian Siang (ayah Sie Wie Bo) dengan label bertuliskan “kecap yang baik”. Seiring berjalannya waktu, kecap tersebut akhirnya sampai pada Presiden Sukarno. Menariknya, Presiden Sukarno kerap memesan secara resmi kecap Sie Wie Bo dan arsip dokumen pemesanan kecap tersebut masih disimpan oleh keluarga Sie Wie Bo.
Selain bincang-bincang mengenai kuliner kesukaan para presiden dan jamuan kepresiden, kegiatan Perjamuan juga mengajak peserta untuk mencicipi bebera makanan dan minuman kesukaan para pemimpin bangsa. Beberapa makanan dan minuman yang disajikan dalam kegiatan Perjamuan adalah empal gentong, arem-arem, sanggara bandang, edamame, colenak, pukis, opak, hingga es semlo. Selama kegiatan berlangsung, para peserta sangat antusias dalam mengajukan beberapa pertanyaan ke narasumber dan mencicipi semua makanan dan minuman yang disajikan.
Kegiatan Perjamuan ini dilakukan secara rutin dengan menghadirkan kisah kuliner kesukaan para pemimpin bangsa. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut serta program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat diakses melalui akun Instagram resmi @balaikirti.
Berita
Meriahkan Bulan Kemerdekaan, Amazing Race Balai Kirti Ajak Masyarakat Berkompetisi Memecahkan Teka-Teki Sejarah
Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan kegiatan Amazing Race yang mengusung tema “Jelajah Sejarah Kemerdekaan Indonesia” pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati sekaligus memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Konsep dalam kegiatan Amazing Race adalah kompetisi memecahkan teka-teki sejarah di berbagai titik lokasi yang telah ditentukan melalui kerjasama tim. Kegiatan ini berkolaborasi dengan komunitas Bogor Historical Walk, Duta Baca Kota Bogor, dan Eiger.
Amazing Race dimulai pada pukul 08:00 WIB dan diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari berbagai kota. Peserta selanjutnya dibagi menjadi tim-tim kecil yang berisi tiga anggota. Kegiatan ini diawali di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, dimana peserta harus berhasil mengisi teka-teki silang seputar koleksi yang ada di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Tim yang berhasil mengisi teka-teki silang dengan benar dapat melanjutkan perjalanan menuju titik selanjutnya.
Titik selanjutnya adalah Gedung Balaikota Bogor. Di Gedung Balaikota Bogor, peserta diberi tugas untuk adu ketangkasan dalam memindahkan kelereng menggunakan sendok. Tim yang berhasil memindahkan kelereng lebih dulu selanjutnya mendapatkan tugas untuk menjawab beberapa pertanyaan yang telah tertulis di kertas tugas. Selain itu, peserta juga mendapat tugas untuk menggambar logo Kota Bogor. Tim yang berhasil menyelesaikan tugas dengan benar dapat melanjutkan perjalanan menuju titik selanjutnya.
Perjalanan selanjutnya adalah Museum Pajajaran. Di Museum Pajajaran, peserta harus menyelesaikan misi pertama yakni memindahkan air ke gelas. Selanjutnya peserta diberi tugas untuk menuliskan sejumlah kata menggunakan aksara Sunda. Tim yang berhasil menyelesaikan tugas di Museum Pajajaran dengan benar dapat melanjutkan perjalanan menuju lokasi berikutnya.
Pemberhentian selanjutnya adalah Taman Makam Pahlawan Dreded. Di Taman Makam Pahlawan Dreded, peserta harus memecahkan sandi untuk mencari lokasi pemakaman pahlawan yang berasal dari Kota Bogor. Setelah berhasil menyelesaikan sandi, peserta diajak untuk menaburkan bunga ke makam sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Lokasi terakhir dalam kegiatan Amazing Race adalah Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Tim pertama yang tiba Museum Kepresidenan RI Balai Kirti pada pukul 10:05 WIB dan berhasil menjadi juara 1 dalam kegiatan ini. Setelah semua peserta sampai di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, dilaksanakan pembagian doorprize yang disponsori oleh Eiger dan Uncal.
Kegiatan Amazing Race diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme bagi para peserta dalam rangka merayakan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, semangat kompetisi dan sportivitas dalam kompetisi diharapkan menjadi nilai utama yang dapat diambil oleh seluruh peserta. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut serta program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat diakses melalui akun Instagram resmi @balaikirti.
Berita
Museum Goes To SDN Leuwi Keris
Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan kegiatan Museum Goes To School di SDN Leuwi Keris, Ciambar, Sukabumi pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi seputar jejak kemasyhuran para presiden yang telah purna tugas sekaligus sebagai program publik rutin promosi dan publikasi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kepada pelajar sekolah di luar Kota Bogor.
Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari peserta didik kelas 1 hingga kelas 6. Dalam kegiatan ini, tim Museum Kepresidenan RI Balai Kirti membawa sejumlah miniatur koleksi yang merepresentasikan capaian prestasi dari para pemimpin bangsa. Miniatur koleksi yang dibawa antara lain: Stadion Gelora Bung Karno, Gedung Keong Mas, Pesawat N250, Klenteng, Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Helm Perdamaian.
Selain pemaparan informasi mengenai museum dan profil singkat dari para presiden, tim edukasi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga mengajak peserta didik SDN Leuwi Keris untuk ikut serta dalam role play pemilihan presiden. Para siswa diajak untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden dan ikut serta dalam simulasi pemilihan presiden. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan mekanisme pemilihan presiden di Indonesia.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa sangat antusias dan aktif menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tim edukasi. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar juga mendapat cinderamata dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Kegiatan Museum Goes To School berakhir pada pukul 09:30 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama.
Kegiatan Museum Goes To School ini dilakukan secara rutin dengan mengunjungi berbagai sekolah yang berada di luar Kota Bogor. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut serta program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat diakses melalui akun Instagram resmi @balaikirti.
Berita
Walking Tour Kebangsaan: Bogor Bergerak
Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan kegiatan Walking Tour Kebangsaan bertema “Bogor Bergerak” di Bogor pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi seputar sejarah perjuangan masyarakat Bogor yang terpusat di Jalan Merdeka sekaligus sebagai program publik rutin promosi dan publikasi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh 25 peserta. Rute Walking Tour Kebangsaan meliputi beberapa lokasi bersejarah di Kota Bogor, dimulai dari SMAN 9 Kota Bogor, dilanjutkan ke SMAK Satu Bakti, Markas Korem 061/Suryakencana, dan berakhir di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.
Selama perjalanan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah perkembangan tata ruang di area Jalan Merdeka yang masih aktif sebagai salah satu sentra pertokoan di Kota Bogor, sejarah sekolah-sekolah masa Hindia Belanda di Kota Bogor, perjuangan masyarakat Bogor mempertahankan kemerdekaan hingga kiprah para presiden Republik Indonesia dalam membangun bangsa.
Terdapat aktivitas menarik dalam pelaksanaan Walking Tour Kebangsaan kali ini. Pertama, peserta diajak untuk mencoba menggunakan alat penimbang badan jaman dulu di sekitar Jalan Merdeka. Cara penggunaan alat tersebut cukup sederhana, yakni dengan memasukan koin Rp.1.000 peserta dapat kertas berisi berat badan peserta dan ramalan Bintang. Para peserta sangat antusias mencobanya dan serasa nostalgia ke masa lalu. Aktivitas menarik kedua peserta diajak naik kendaraan truk Korem 061/Suryakencana menuju Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan yang disampaikan oleh pemandu dan narasumber. Salah satu peserta, Asty, mengungkapkan bahwa kegiatan walking tour ini memberikan informasi sejarah secara menarik dengan melihat langsung tempat-tempat bersejarah yang ada.
“Menyenangkan, saya banyak belajar mengenai sejarah-sejarah yang ada di Bogor dengan kita datang ke tempatnya langsung. Semoga kedepannya kegiatan walking tour ini bisa rutin diadakan.” ujarnya.
Kegiatan Walking Tour Kebangsaan ini terbuka untuk umum. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut serta program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat diakses melalui akun Instagram resmi @balaikirti.
Berita
Conservatour: Bermain dan Belajar Menjaga Koleksi Museum
Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan kegiatan Conservatour pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu program publik dengan target sasaran anak-anak dan remaja usia 12-15 tahun. Conservatour bertujuan untuk mengenalkan tugas seorang konservator museum serta perawatan koleksi-koleksi yang ada di museum. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dan difasilitatori oleh Nurul Aini selaku konservator Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.
Terdapat empat aktivitas dalam kegiatan Conservatour, yakni observasi jenis-jenis koleksi, observasi iklim mikro di museum, pengenalan , dan restorasi. Aktivitas observasi jenis-jenis koleksi dilakukan di depan patung pengabdian dengan membagi peserta ke dalam 5 kelompok. Dalam aktivitas ini, peserta diberi penjelasan mengenai apa saja yang diperhatikan dalam observasi dan dokumentasi, mulai dari identitas koleksi, dimensi koleksi, bahan koleksi, warna koleksi, kerusakan yang terjadi pada koleksi.
Setelah mengikuti aktivitas observasi jenis-jenis koleksi, peserta selanjutnya diajak ke Perpustakaan Kepresidenan untuk mengikuti aktivitas observasi iklim mikro di museum. Dalam aktivitas ini, peserta diajak untuk mengenali kelembaban relatif dan suhu menggunakan humidity box, serta pengenalan datalogger. Masih dalam aktivitas yang sama, peserta diajak untuk mengetahui akibat kelembaban relatif dan suhu yang tidak tepat salah satunya peningkatan aktivitas serangga.
Aktivitas selanjutnya adalah pengenalan cahaya. Dalam aktivitas ini, Nurul Aini menunjukkan cahaya tampak, spektrum cahaya tampak, dan cahaya UV kepada peserta. Selain itu, dilalukan demonstrasi deteksi uv pada uv card dengan senter led dan senter UV. Setelah penjelasan selesai, peserta diberikan waktu untuk melakukan eksplorasi menguju cahaya UV menggunakan UV card dan gelang UV.
Aktivitas terakhir dalam kegiatan Conservatour adalah restorasi. Peserta diajak untuk melakukan demonstrasi konservasi (pembersihan kering, penghilangan noda, restorasi awal, restorasi akhir). Kegiatan ini dilakukan menggunakan media kendi yang kondisinya sudah mengalami kerusakan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti keseluruhan aktivitas yang diselenggarakan. Kegiatan Conservatour ini terbuka untuk umum. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut dan program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat diakses melalui akun Instagram resmi @balaikirti.
Berita
Petualangan di Balai Kirti: Kecil-Kecil Jadi Presiden
Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan kegiatan Petualangan di Balai Kirti dengan tema “Kecil-Kecil Jadi Presiden” pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu program publik dengan target sasaran anak-anak usia 6-12 tahun yang bertujuan untuk mengenalkan figur para pemimpin bangsa melalui berbagai aktivitas menarik. Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta.
Terdapat tiga aktivitas yang dilakukan dalam kegiatan ini, yakni berkebun, melukis kue, dan role play pemilihan presiden dan wakil presiden. Aktivitas berkebun dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan hobi para presiden kepada para peserta yang menyukai aktivitas berkebun. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk memindahkan bibit buah strawberry dari polybag ke dalam pot.
Aktivitas selanjutnya adalah melukis kue yang bekerjasama dengan Little Bom-Bom Caffe. Aktivitas ini bertujuan untuk mengenalkan hobi para presiden terkait bidang seni, sekaligus memberi ruang kreativitas kepada para peserta. Aktivitas terakhir adalah role play pemilihan presiden dan wakil presiden. Dalam aktivitas ini, peserta diperkenalkan dengan teknis pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden Indonesia. Peserta juga ikut melakukan simulasi dalam pemilihan presiden dan wakil presiden.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti keseluruhan aktivitas yang diselenggarakan. Salah satu peserta, Nabila, menyampaikan bahwa kegiatan Petualangan di Balai Kirti begitu berkesan dan menyenangkan.
“Seru banget ikut kegiatan Petualangan di Balai Kirti. Semoga kegiatan ini bisa semakin sering dilakukan”, ujarnya.
Kegiatan Petualangan di Balai Kirti ini terbuka untuk umum. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut dan program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat diakses melalui akun Instagram resmi @balaikirti.
Berita
Walking Tour Kebangsaan: Dari Gubernur Jenderal Hingga Presiden
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan kegiatan Walking Tour Kebangsaan bertema “Dari Gubernur Jenderal ke Presiden” di Bogor pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai transformasi kepemimpinan, dinamika politik, serta berbagai peristiwa penting yang membentuk Indonesia hingga saat ini.
Kegiatan dimulai pada pukul 15.30 WIB dan diikuti oleh 31 peserta. Rute walking tour meliputi beberapa lokasi bersejarah di Kota Bogor, dimulai dari Taman Kencana, dilanjutkan ke Wisma Salak, Taman Sempur, Detasemen Polisi Militer III/1 Kota Bogor, dan berakhir di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.
Selama perjalanan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah kepemimpinan bangsa Indonesia, mulai dari masa pemerintahan Gubernur Jenderal pada era Hindia Belanda hingga lahirnya Presiden Republik Indonesia.
Di akhir kegiatan, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai menu favorit para presiden Indonesia, di antaranya Sate Tegal Laka-Laka (Presiden Joko Widodo), Bakso Sukowati (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), Es Palu Butung (Presiden B.J. Habibie), Tempe Goreng (Presiden Sukarno, B.J. Habibie, dan Megawati Soekarnoputri), Bakwan Goreng (Presiden Megawati Soekarnoputri), Gatot Tiwul Yu Tum Gunungkidul (Presiden Soeharto), Putu Cangkir (Presiden B.J. Habibie), Croissant (Presiden Abdurrahman Wahid), Tahu Pong (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), serta rebusan pisang, ubi, jagung, dan kacang yang menjadi hidangan yang disukai oleh semua presiden.
Penanggung Jawab Unit Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Linda Siagian, mengungkapkan bahwa kegiatan Walking Tour Kebangsaan merupakan salah satu program unggulan yang sangat diminati masyarakat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda dapat memiliki semangat untuk mempelajari sejarah dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan yang disampaikan oleh pemandu dan narasumber. Salah satu peserta, Sekar, mengungkapkan bahwa kegiatan walking tour ini memberikan pengalaman literasi yang berbeda.
“Menyenangkan mengikuti walking tour kali ini, karena literasi saat ini tidak hanya melalui buku. Literasi juga bisa dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah atau yang memiliki nilai sejarah,” ujarnya.
Kegiatan Walking Tour Kebangsaan ini terbuka untuk umum. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut serta program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat diakses melalui akun Instagram resmi @balaikirti.
Penulis : Arie Januar
Sumber Foto : Dokumen Museum Kepresidenan RI Balai Kirti
Berita
Walking Tour Kebangsaan: Perjuangan dan Teladan Sang Bapak Pembangunan
Pada 28 Juni 2025, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti bekerjasama dengan Bogor Historical Walk menyelenggarakan walking tour bertema Perjuangan dan Teladan Sang Bapak Pembangunan. Perjalanan Walking Tour kali ini diawali di Markas Besar Kostrad di Gambir, dan diakhiri di rumah kediaman Presiden Soeharto di Cendana. Program Walking Tour ini merupakan seri pertama yang dilakukan di luar Kota Bogor, yang menceritakan rekam jejak presiden dari mulai karir profesi hingga sisi humanisnya di dalam keluarga.

Peserta walking tour berasal dari pelbagai daerah, seperti Yogyakarta, Bandung, Bogor, Depok, Jakarta, hingga Tangerang. Di awal rute, peserta diajak berkeliling ke dalam Museum Dharma Bhakti Kostrad, di sini peserta diajak melihat ruangan Presiden Soeharto sewaktu menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Diruang kedua, peserta diajak melihat diorama peran Kostrad menjaga NKRI, mulai dari operasi pembebasan Irian Barat, Penyelamatan korban G 30/S, hingga menjadi relawan dalam tragedi bencana di Aceh. Di dalam Museum juga terdapat ruang data yang berisi dokumentasi prestasi prajurit, dan ruang serambi pahlawan yang mengukir nama prajurit yang gugur. Pada kesempatan kali ini peserta juga diajak untuk berkeliling ke Gedung Kostrad, hingga ke lantai 2 ruang Panglima Kostrad.

Setelah mengunjungi Kostrad peserta menuju kediaman Presiden Soeharto di Cendana. Di kediaman Presiden Soeharto di Cendana, peserta disambut oleh pihak keluarga, yakni Mayjen TNI (Purn) Tantri Bali Lamo, Mayjen TNI (Purn) Maliki Mift (Mantan Ajudan Presiden Soeharto), Danti Indriastuti Purnamasari (Cucu Presiden Soeharto), dan Gendis Hatmanti (Cucu Presiden Soeharto). Pada kesempatan kali ini, Mayjen (Purn) Maliki bercerita tentang kisah rumah yang ditempati oleh Presiden Soeharto. Dari kisah yang diceritakan ada beberapa pesan, “Pertama Pak Harto tidak perna menunda-nunda pekerjaan, dan kedua beliau disiplin dalam mengatur waktu” tuturnya. Cerita lain juga disampaikan oleh Danti Indriastuti Purnamasari (Cucu Presiden Soeharto), “di rumah Cendana terdapat sebuah tradisi wajib, bagi anak dan cucu untuk kumpul dan makan malam bersama setiap akhir pekan, semua cucu bahkan diharuskan untuk menginap di rumah Cendana” ucapnya. Bahkan menurut Gendis Hatmanti (Cucu Presiden Soeharto), “makan malam bersama ini yang masakannya dibuat oleh Ibu Tien sendiri”.

Dengan kebiasaan kumpul keluarga menjadi salah satu cara Presiden Soeharto menjaga silaturahmi keluarga ditengah kesibukannya sebagai Presiden. Setelah peserta mendapat penjelasan tentang kehidupan Presiden Soeharto, peserta diajak berkeliling melihat ruangan tempat Presiden Soeharto dan Ibu Tien menerima tamu negara, ruangan ini hingga sekarang posisi maupun bangunannya masih sama seperti dulu.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menapaki jejak sejarah para pemimpin bangsa dengan cara berbeda. Untuk informasi lebih lanjut tentang Walking Tour Kebangsaan dan program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, kunjungi akun resmi kami di instagram @balaikirti.
Berita
Tur Kebangsaan: Buitenzorg En Omstreken
Bogor-Dalam rangka mendukung kegiatan Peluncuran dan Pameran Buitenzorg dalam Sekeping Kartu Pos, Unit Museum Kepresidenan RI Balai Kirti pada tanggal 16 Maret 2025 menyelenggarakan kegiatan Tour Kebangsaan dengan tema Buitenzorg En Omstreken. Rute Tur Kebangsaan kali ini menelusuri tempat-tempat yang menjadi saksi sejarah keberadaan Kota Bogor. Titik kumpul kegiatan Tur Kebangsaan di mulai dari Stasiun Bogor. Dahulu Stasiun Bogor merupakan terminal pemberhentian untuk jalur kereta api Batavia-Buitenzorg (sekarang Jakarta-Bogor). Pada tahun 1881 Stasiun Bogor dibangun untuk menampung jumlah penumpang yang terus bertambah. Stasiun dibangun oleh perusahaan kereta api Belanda Staats Spoorwegen (SS). Saat ini, Stasiun Bogor telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tanggal 26 Maret 2007.

Rute kedua tur ini, menelusuri kediaman Rumah Arsitek F. Silaban. F. Silaban merupakan seorang arsitek Indonesia yang cukup dekat dengan Presiden Sukarno. Karya monumental masih ada hingga saat ini, mulai dari Masjid Istiqlal, Gelora Bung Karno, Monumen Nasional (Monas), Gedung BNI 46, Kantor Pusat Bank Indonesia, dan beberapa bangunan lainnya. Peserta tur disambut oleh Panogu Silaban (putra F. Silaban), kemudian diajak berkeliling menyusuri kamar demi kamar, hingga ke ruang kerja F. Silaban. Pada kesempatan kali ini, “keluarga mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama komunitas-komunitas yang peduli, dan yang harus disyukuri adalah Papi (F. Silaban) masih diingat, dikenang oleh masyarakat” tuturnya.

Rute ketiga, peserta diajak menjelajah Hotel Salak The Heritage. Hotel Salak The Heritage adalah situs hotel tertua di Kota Bogor yang menjadi saksi perjalanan Kota Bogor dari zaman penjajahan Belanda, Jepang, Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi. Pelbagai kegiatan penting pernah dilakukan di hotel ini, mulai dari pertemuan persiapan Konferensi Asia Afrika pada 1955 hingga sebagai tempat peristirahatan rombongan Presiden Amerika Serikat George W Bush pada saat kunjungan di Bogor pada 2006. Titik terakhir dari rute tur bermuara di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, peserta dijamu dengan menu berbuka puasa ala kuliner kesukaan Presiden, mulai dari Kue Klepon, Roti Tan Ek Tjoan, Es Sangsaka, Sate Rebing, Tahu Bacem, Tempe Bacem, dan Sayur Asem. Setelah berbuka, peserta diajak berkeliling mengunjungi pameran Buitenzorg dalam Sekeping Kartu Pos.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menapaki jejak sejarah para pemimpin bangsa dengan cara berbeda. Untuk informasi lebih lanjut tentang Walking Tour Kebangsaan dan program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, kunjungi akun resmi kami di instagram @balaikirti.