Berita


Reset
Info Kegiatan: Antusiasme Siswa-Siswi di SMAN 1 Pamijahan Dalam Kegiatan Museum Keliling, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Berita
Info Kegiatan: Antusiasme Siswa-Siswi di SMAN 1 Pamijahan Dalam Kegiatan Museum Keliling, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Bogor (21/7), Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kembali mengelar program museum keliling di wilayah Kabupaten Bogor untuk yang kelima kalinya. Program ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pamijahan, Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Ratusan siswa/i tingkat Sekolah Menengah Atas dari pelbagai sekolah mengikuti program tersebut, mulai dari SMAN 1 Pamijahan, SMA Muhammadiyah Pamijahan, SMA Al-Amin, SMA Al -Ijtihad, SMAI Pambudi Luhur, SMA Sahid, SMA Man Ana, SMK PGRI Pamijahan, SMK Kesehatan Raflesia, SMK Al-Amin, dan SMK Nurfadillah.

Sama halnya seperti program museum keliling sebelumnya, kegiatan ini dilakukan selama satu hari, dengan tujuan untuk mengenalkan museum dan juga sejarah Kepresidenan Republik Indonesia kepada sekolah-sekolah yang berada di luar wilayah perkotaan.

Program museum keliling ini merupakan salah satu strategi museum untuk menumbuhkan minat masyarakat, khususnya siswa/i untuk berkunjung ke museum. Dalam sambutannya, Bapak Muhammad Akbar mengatakan, “biasanya jika di waktu normal, museum yang menyambut anak-anak sekolah di museum, tetapi karena pandemi covid-19. Kali ini museum yang mendatangi sekolah tersebut”. Inisiatif museum mendatangi sekolah dianggap lebih efektif dalam upaya mengkomunikasi koleksi ke masyarakat. Oleh karena itu, program ini terus dilanjutkan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, khususnya siswa/i di daerah pelosok.

Program inipun mendapat apresiasi dari Kepala Sekolah SMAN 1 Pamijahan dan Perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.  “Ini salah satu program yang saya pikir sangat bagus dan menginspirasi, karena siswa/i dapat mempelajari tentang sejarah pemimpin Republik Indonesia dan juga capaian yang telah ditorehkan untuk bangsa Indonesia. Kita memang jangan meninggalkan sejarah (Jas Merah), dari sejarah itu kita bisa belajar. Oleh sebab itu sangat penting bagi pelajar untuk mengetahui sejarahnya kenapa dan bagaimana kita bisa jadi seperti ini, dan semua itu ada di museum” ucap Ibu Julita selaku Kepala Sekolah.

Semoga melalui program Museum Keliling dapat menambah wawasan seluruh peserta mengenai nilai-nilai perjuangan Presiden Republik Indonesia dan menjadikan keberadaan museum agar lebih dekat dengan masyarakat.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti telah membuka kunjungan langsung dengan syarat dan ketentuan yang dapat dibaca disini. Selain itu Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga melayani pemanduan daring yang dapat diakses disini.

Ayo berkunjung ke Museum Kepresidenan RI Balai Kirti!!!

Selengkapnya
Info Kegiatan: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melaksanakan Museum Keliling di SMPN 1 Cijeruk, Kabupaten Bogor Berita
Info Kegiatan: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melaksanakan Museum Keliling di SMPN 1 Cijeruk, Kabupaten Bogor

Bogor (27/06),  Pada kesempatan kali ini, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melaksanakan kegiatan Museum Keliling di SMPN 1 Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan atas Kerjasama Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dalam rangka memperkenalkan museum kepada masyarakat khususnya para pelajar di Kabupaten Bogor. Acara Museum Keliling ini dihadiri juga oleh  sekolah yang berada di sekitar SMPN 1 Cijeruk yaitu SDN Pasir Pogor.

Kegiatan Museum Keliling dimulai dengan penampilan tari dari SMPN 1 Cijeruk. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Ahmad Suja’i, M.Pd., selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Cijeruk serta sambutan dari pihak Museum Kepresidenan RI Balai Kirti yang diwakili Bapak Ir. Muhammad Akbar, M. Si.  Museum Keliling kali ini dibuka secara resmi oleh Ibu Dra. Susilawati, M.M. selaku Kasi Kurikulum dan Kelembagaan Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Kegiatan Museum Keliling lalu dilanjutkan dengan pemaparan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Pemaparan ini dilakukan oleh tiga orang edukator dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti yaitu Pak Tampil, Kak Fiqar dan Kak Yardo. Pada kesempatan ini para edukator menyampaikan pemaparannya tentang setiap ruangan yang ada di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Museum ini terbagi menjadi tiga lantai, yaitu lantai pertama yang berisi Galeri Kebangsaan lalu dilanjutkan lantai dua yang berisi Galeri Kepresidenan serta taman terbuka hijau di lantai tiga. Selain itu, para edukator dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga menjelaskan setiap ruangan presiden yang terletak di Galeri Kepresidenan. Para peserta sangat antusias mengikuti pemaparan dari edukator Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Setelah pemaparan museum acara dilanjutkan dengan Permainan Interaktif. Permainan ini dilaksanakan dengan kuis yang berisi berbagai pertanyaan mengenai enam presiden kita terdahulu serta mengenai seluk beluk Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Peserta yang dapat menjawab kuis akan mendapatkan hadiah istimewa dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Para siswa peserta museum keliling terlihat senang dan antusias dalam mengikuti rangkaian acara ini.

Semoga melalui kegiatan Museum Keliling ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan seluruh peserta mengenai sejarah kepresidenan serta meningkatkan jumlah masyarakat yang mengapresiasi Museum. Harapannya semoga Museum Kepresidenan RI Balai Kirti akan selalu dekat di hati masyarakat.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti telah membuka kunjungan langsung dengan syarat dan ketentuan yang dapat dibaca disini. Selain itu Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga melayani pemanduan daring yang dapat diakses disini.

Ayo berkunjung ke Museum Kepresidenan RI Balai Kirti!

Selengkapnya
Info Kegiatan: Menanamkan Nilai Perjuangan Presiden Melalui Museum Keliling di SMPN 1 Tenjo Berita
Info Kegiatan: Menanamkan Nilai Perjuangan Presiden Melalui Museum Keliling di SMPN 1 Tenjo

Bogor (27/06), Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kembali menggelar program Museum Keliling di SMPN 1 Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Program Museum Keliling kali ini dihadiri oleh beberapa sekolah yang berada di sekitar SMPN 1 Tenjo, seperti SMPN 2 Jasinga, SMPN 2 Tenjo, SMPN 3 Tenjo, SMP Satap Tenjo, SMP IT Bani Harun Tenjo, SMP Almusthofa, SMP Modis, serta SMP Al Al Farisi Tapos.

Kegiatan Museum Keliling di SMPN 1 Tenjo berlangsung selama satu hari, yang bertujuan untuk mengenalkan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kepada para pelajar secara edutainment (mendidik dan menghibur) sesuai dengan visi dan misi museum. Kegiatan ini dibuka dengan penampilan Tari Kontemporer oleh siswi-siswi SMPN 1 Tenjo. Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Bapak Wawan Sugihartono, M. Pd., selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Tenjo dan Ibu Dra. Murwaningrum, M. Hum., selaku Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, serta dilanjutkan pembukaan kegiatan oleh Bapak Ade Fitriana, M.M. selaku Perwakilan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Kegiatan Museum Keliling dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama yaitu pemaparan umum mengenai Museum Kepresidenan RI Balai Kirti oleh Kak Kurniawan Ivan dan Kak Yuni Astuti selaku edukator museum. Dalam pemaparan mengenai profil Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, para edukator menggunakan media realia atau peraga yang menjadi benda ikonik terhadap prestasi dan capaian Presiden seperti miniatur monas, minatur pesawat N250, miniatur barongsai dan realia lainnya. Kemudian dilanjutkan sesi kedua dengan mendongeng bersama Kak Ansori yang menceritakan tentang sejarah dan nilai-nilai perjuangan Presiden dengan gaya khasnya yang sangat menghibur para peserta. Kak Ansori juga menegaskan bahwa “anak muda adalah tonggak masa depan bangsa, maka tidak boleh ada kata menyerah dalam memperjuangkan cita-cita. Itulah yang diajarkan para Pemimpin Bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan“. Kegiatan Museum Keliling diakhiri oleh sesi kuis interaktif.

Semoga melalui kegiatan Museum Keliling ini dapat menambah wawasan seluruh peserta mengenai nilai-nilai perjuangan Presiden Republik Indonesia dan menjadikan keberadaan museum agar lebih dekat dengan masyarakat.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti telah membuka kunjungan langsung dengan syarat dan ketentuan yang dapat dibaca disini. Selain itu Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga melayani pemanduan daring yang dapat diakses disini.

Ayo berkunjung ke Museum Kepresidenan RI Balai Kirti!

Selengkapnya
Info Kegiatan: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Melakukan Museum Keliling di SMPN 1 Cisarua Berita
Info Kegiatan: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Melakukan Museum Keliling di SMPN 1 Cisarua

Bogor (31/05), Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melaksanakan Museum Keliling di SMPN 1 Cisarua, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan atas Kerjasama Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Program Museum Keliling dihadiri oleh beberapa sekolah yang berada di sekitar SMPN 1 Cisarua, seperti SMP Al Barokah, SMP Islam Darul Wasilah, SMP YPC Cisarua, dan beberapa sekolah lainnya.

Kegiatan Museum Keliling dibuka dengan penampilan Pencak Silat oleh M. Zikriansyah. Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Ibu Tati Widiya S.Pd., selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Cisarua dan Ibu Dra. Dewi Murwaningrum, M.Hum. selaku Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Pembukaan Museum Keliling dibuka oleh Bapak Ucu Sunarya, S.Pd., M.M. selaku Kabid Humas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Kegiatan Museum Keliling terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pemutaran film tentang Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, dan sesi kedua motivasi kebangsaan oleh Kang Iman Kastubi. Pada sesi motivasi kebangsaan, Kang Iman menyampaikan beberapa pesan agar saat ini anak-anak sudah harus bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan orang lain. Memimpin diri sendiri merupakan seni kepemimpinan yang paling dasar yang harus dikuasai oleh semua orang, baru setelah itu memimpin orang lain. Pada kesempatan ini juga Kang Iman menceritakan profil dari masing-masing Presiden kepada anak-anak agar dapat menjadi inspirasi dan motivasi mereka untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Selain itu dengan mengenal para pemimpin bangsa diharapkan dapat meningkatkan sikap patriotisme dan juga pemahaman terkait dengan wawasan kebangsaan.

Semoga melalui kegiatan Museum Keliling ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan seluruh peserta mengenai sejarah kepresidenan serta meningkatkan jumlah masyarakat yang mengapresiasi Museum.

Selengkapnya
Mengenalkan Sejarah Presiden RI: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Menggelar Museum Keliling di SDN Cipayung 01 Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor Berita
Mengenalkan Sejarah Presiden RI: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Menggelar Museum Keliling di SDN Cipayung 01 Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor

Senin (30/05), Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan program Museum Keliling di SDN Cipayung 01, Kec. Cibinong, Kab. Bogor. Program Museum Keliling sendiri merupakan kegiatan sosialisasi museum kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengenalkan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, sejarah kepresidenan, hingga prestasi Presiden.

Kegiatan museum keliling di SD Negeri 1 Cibinong berlangsung selama satu hari. Kegiatan dibuka oleh Bapak Endin Saepudin, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Sekolah SD Negeri 1 Cibinong dan Ibu Dra. Enik Suryanti Saptorini selaku Pamong Budaya Ahli Muda Musem Kepresidenan RI Balai Kirti.

Kegiatan ini juga diikuti oleh SDN Cikaret 02, SDN Kramat, SDN Curug, SDN Curug Raya, SDN Pakansari 02, SDIT Al Hidayah, SDIT Al Fatih, MI Muhammadiyah, SDN Salman Alfarisi, dan Sekolah Alam. Selain menayangkan video profil Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, kegiatan ini juga menghadirkan Kang Didin dari Pendekar Dongeng Indonesia yang membawakan cerita tentang perjuangan dan prestasi Presiden. Para peserta sangat antusias selama kegiatan berlangsung, serta aktif dalam mengikuti kuis yang dipandu oleh para edukator museum.

Selengkapnya
Siaran Pers Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 Berita
Siaran Pers Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Nomor: 273/sipers/A6/VI/2022

 

Simpan Kisah Kejayaan Jalur Rempah Nusantara, Surabaya Jadi Titik Awal Muhibah Budaya

 

Surabaya, 1 Juni 2022 – Surabaya menjadi titik napak tilas pertama dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022. Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid mengatakan bahwa selain sebagai basis dari Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci, Surabaya juga merupakan titik lalu lintas perdagangan komoditas rempah di masa lampau.

Jalur Rempah bukan hanya kenangan terhadap masa lalu, tetapi juga memiliki arti penting di masa sekarang. “Muhibah Budaya Jalur Rempah adalah wujud nyata untuk mengaktualisasi arti penting dari Jalur Rempah bagi kita sekarang ini,” disampaikan Dirjen Kebudayaan di Surabaya, pada Rabu (1/6).

Masyarakat Indonesia, lanjut Hilmar, sudah ribuan tahun mengarungi lautan di nusantara ini, menghubungkan titik-titik di seluruh Nusantara dan menjadikan sebuah wilayah. “Kita mengenal jalur laut yang menghubungkan titik yang satu dengan yang lain sebagai Jalur Rempah, karena rempah memainkan peran begitu penting di masa lalu dalam kehidupan kita,” kata Dirjen Kebudayaan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Pemerintah Daerah serta berbagai komunitas budaya menyelenggarakan Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022. Rencananya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, akan melepas para Laskar Rempah beserta awak KRI Dewaruci mengarungi Jalur Rempah Nusantara pada Rabu sore ini, 1 Juni 2022 di Dermaga Madura Tengah Koarmada II Surabaya, Jawa Timur.

Para Laskar Rempah akan berlayar di atas KRI Dewaruci menelusuri titik-titik jalur rempah Nusantara. Dimulai dari Surabaya, kemudian Makassar, berlanjut ke Baubau dan Buton, lalu ke Ternate dan Tidore, selanjutnya ke Banda Neira, dan ke Kupang. Setelah itu, KRI Dewaruci akan kembali ke Surabaya pada 2 Juli 2022 mendatang.

Pesona Kejayaan Jalur Rempah di Surabaya

Sebagai bagian dari wilayah Kerajaan Majapahit, wilayah Surabaya dahulu menjadi pelabuhan pendamping dan pendukung kegiatan ekonomi pelabuhan era klasik, yakni Tuban dan Gresik. Komoditas rempah yang berasal dari Maluku dan Banda diangkut dengan perahu kecil menuju Bubat melalui aliran Sungai Bengawan Solo dan Brantas. Pasar Bubat yang letaknya tidak jauh dari pusat kekuasaan Trowulan, Mojokerto, merupakan wilayah perniagaan utama Kerajaan Majapahit, di mana rempah menjadi salah satu primadona yang diperdagangkan.

Serangkaian kegiatan napak tilas jejak Jalur Rempah dilakukan di Surabaya, yakni di kawasan Kota Tua dan Menara Syahbandar, serta jejak peninggalan Kerajaan Majapahit di Mojokerto sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Sebelum berlayar Laskar Rempah berkesempatan menampilkan berbagai pertunjukan budaya berupa teater, musikalisasi puisi, dan senam rempah di Balai Pemuda Surabaya yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Surabaya ke-729 pada 31 Mei 2022.

Meskipun saat ini sudah tidak menjadi pelabuhan utama, Pelabuhan Rakyat Kalimas yang dibangun pada abad ke-14 masih dinilai penting sebagai pelabuhan tradisional yang menampung perahu pengangkut dari dan menuju Jawa. Berdampingan dengan Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Rakyat Kalimas hari ini masih digunakan para pelayar kecil dan menjadi pelabuhan alternatif bagi nelayan kapal kecil.

Menara Syahbandar saksi bahwa pelabuhan tidak hanya terkait bongkar muat kapal akan komoditas yang akan diperjualbelikan, tetapi juga berperan sebagai ruang pertemuan berbagai budaya yang dibawa oleh para pedagang. Sementara itu, peran seorang syahbandar menjadi penting dalam mengawasi perdagangan dan kualitas barang secara umum, menentukan pajak, serta menentukan mata uang atau alat tukar yang dapat digunakan dalam perdagangan di wilayah tersebut.

Pasar Pabean yang berlokasi dekat Pelabuhan Kalimas menjadi pusat perkulakan rempah-rempah dan bumbu dapur. Dari Pasar Pabean, rempah masuk ke pedalaman Jawa bagian timur dan menyebrang ke Madura serta ikut mewarnai karakter kebudayaan Jawa Timur yang sangat beragam. Sejak dibangun pada tahun 1849, hingga hari ini Pasar Pabean masih eksis menjalankan perannya sebagai pasar rempah-rempah.

Jejak Jalur Rempah lainnya di Surabaya masih terlihat jelas di area Jalan Panggung, Kapasan, dan Kembang Jepun yang di masa lampau merupakan sentra dagang bongkar muat dan wilayah peradaban pertemuan berbagai bangsa, seperti Arab, India, dan Tiongkok.

Dirjen Kebudayaan menyampaikan bahwa Muhibah Budaya Jalur Rempah tidak hanya berbicara mengenai kejayaan masa lampau saja, tetapi juga dapat digunakan untuk memantik diskusi dan memunculkan ide-ide besar untuk masa depan. Kegiatan ini diharapkan dapat mempertemukan kembali hubungan dan sejarah antarbudaya di masa lalu dengan budaya masa kini.

“Jalur Rempah bukan hanya perdagangan rempah semata, tetapi juga terjadi pertukaran budaya. Kita berharap para Laskar Rempah dapat menghidupkan kembali pertukaran dan pergaulan budaya seperti yang terjadi ribuan tahun lalu melalui Jalur Rempah,” tegas Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

Selengkapnya
Kunjungan Finalis Puteri Indonesia tahun 2022 beserta Pemenang Puteri Indonesia tahun 2020 Ke Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Berita
Kunjungan Finalis Puteri Indonesia tahun 2022 beserta Pemenang Puteri Indonesia tahun 2020 Ke Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Foto di atas adalah saat Penyambutan Puteri Indonesia tahun 2022 beserta pemenang Puteri Indonesia tahun 2020 di Galeri Kebangsaan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Bogor (24/05), Pada tanggal 23 Februari 2022 Museum Kepresidenan RI Balai Kirti mendapat kunjungan istimewa dari Rombongan Finalis Puteri Indonesia tahun 2022 beserta pemenang Puteri Indonesia tahun 2020. Pada kunjungan kali ini hadir pula Bapak Wardiman Djojonegoro selaku Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia, sekaligus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993-1998.

Foto Bapak Wardiman selaku Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia sedang mendapat penjelasan dari Ibu Neneng Kartiwi tentang koleksi museum di Galeri Kebangsaan.

Kedatangan para Finalis Putri Indonesia tahun 2022 beserta pemenang Puteri Indonesia tahun 2020 disambut langsung oleh Ibu Neneng Kartiwi selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha didampingi para staf Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Di dalam museum Finalis Puteri Indonesia tahun 2022 beserta pemenang Puteri Indonesia tahun 2020 mendapat penjelasan tentang awal pendirian museum, koleksi museum, hingga rencana pengembangan museum ke depan.

Foto bersama Finalis Puteri Indonesia tahun 2022 beserta pemenang Puteri Indonesia tahun 2020 di depan Patung Enam Presiden.

Semoga dengan kunjungan ini, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat memberikan manfaat dan semakin menginspirasi masyarakat untuk berkunjung ke museum.

Selengkapnya
Serah Terima Hibah Koleksi Ibu Negara Ke-2 Republik Indonesia Ibu Tien Soeharto Berita
Serah Terima Hibah Koleksi Ibu Negara Ke-2 Republik Indonesia Ibu Tien Soeharto

Foto di atas saat Penyerahan Koleksi Ibu Negara Ke-2 Republik Indonesia Ibu Tien Soeharto dari Museum Purna Bhakti Pertiwi kepada Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Bogor (14/01), Pada tanggal 13 Januari 2022, Museum Purna Bhakti Pertiwi menghibahkan koleksi milik Ibu Tien Soeharto kepada Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti. Koleksi tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Direktur Museum Purna Bhakti Pertiwi, Ir. Indrawati S. Harijadi kepada Drs. Fitra Arda, M.Hum. selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, didampingi oleh Kepala Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti Dra. Dewi Murwaningrum, M.Hum. dan Kurator Museum Purna Bhakti Pertiwi, Gunawan Wahyu Widodo, M.Hum., di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Jakarta.

Foto proses Penandatanganan Berita Acara Penyerahan Koleksi Museum Puna Bhakti Pertiwi kepada Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Koleksi-koleksi yang dihibahkan antara lain Kebaya Motif Kembang, Kain Panjang, Selendang, Busana Batik Berwarna Hijau, Selop serta Sepatu Berwarna Hitam. Semasa hidup, Ibu Tien Soeharto gemar mengenakan kain batik dan kebaya lengkap dengan selendang berwarna senada. Koleksi-koleksi ini dikenakan oleh Ibu Tien Soeharto pada saat menjalankan tugasnya sebagai Ibu Negara.

Foto koleksi Ibu Negara Ke-2 Republik Indonesia Ibu Tien Soeharto yang dihibahkan untuk Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Penyerahan koleksi milik Ibu Negara ini sesuai dengan program kerja Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti terkait dengan pengelolaan koleksi. Salah satunya adalah kegiatan pengkajian dan pengumpulan koleksi terkait dengan sosok Ibu Negara. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi nilai dan informasi koleksi yang akan dipamerkan dan dikomunikasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari perjalanan hidup para Ibu Negara Republik Indonesia.

Foto bersama antara Museum Purna Bhakti Pertiwi dengan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Pengumpulan koleksi merupakan salah satu upaya yang dilakukan Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti untuk pengembangan museum ke depan. Tahapan selanjutnya adalah kajian yang hasilnya akan menjadi rekomendasi dalam menarasikan koleksi ke dalam tata pamer museum. Koleksi-koleksi ini tentunya juga akan menambah keragaman koleksi dan informasi yang dimiliki oleh Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti, sehingga pengunjung bisa dapat menghayati, mengapresiasi, dan meneladani jejak langkah serta prestasi yang telah dicapai oleh masing-masing tokoh bangsa tersebut.

Selengkapnya
Kajian DED Tata Pamer Presiden Ke-7 Ir. H. Joko Widodo Berita
Kajian DED Tata Pamer Presiden Ke-7 Ir. H. Joko Widodo

Bogor (10/01), Pada tahun anggaran 2021, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti telah menyelesaikan kegiatan Kajian Detail Engineering Desain (DED) Tata Pamer Presiden ke-7 Ir. H. Joko Widodo. Kegiatan ini dilakukan sebagai rangkaian pengembangan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 9 Desember 2021 dan dibuka secara langsung oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Bapak Hilmar Farid, Ph.D. dan dihadiri oleh beberapa narasumber seperti Erwin Wicaksono (Kepala Istana Kepresidenan Bogor), Sri Hartini (plt. Kepala Museum Nasional), Hernowo Muliawan, Yusuf BA (Sejarahwan), Didik Pradjoko (Sejarahwan), Timmy Setiawan (Arsitek), Yuke Ardhiati (Arsitek), Harry Trysatya Wahyu (Kepala Museum Perumusan Naskah Proklamasi), dan perwakilan UPT Museum di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Kajian DED Tata Pamer Presiden ke 7 sudah memasuki tahap akhir, dan akan dilanjutkan Kajian koleksi pada tahun 2022. Tata pamer untuk konten apa yang akan dipamerakan, sedang dikonsolidasikan dengan Kantor Staf Presiden, Sekretariat Presiden, Sekretariat Negara, Asisten Pribadi Presiden, Pihak Keluarga, dan orang terdekat Presiden.

Terima kasih kami sampaikan atas partisipasi, serta masukan dalam kajian ini. Semoga dapat memberikan manfaat untuk kemajuan permuseuman, khususnya Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Selengkapnya
Kado Awal Tahun: Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti Mendapat Hibah Koleksi dari Wakil Presiden Ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla Berita
Kado Awal Tahun: Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti Mendapat Hibah Koleksi dari Wakil Presiden Ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla

Bogor (04/01), Pada senin, 3 Januari 2022, Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti kembali menerima hibah koleksi dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla. Koleksi tersebut diserahkan langsung oleh Jusuf Kalla didampingi oleh Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla kepada Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid, Ph.D. didampingi Kepala Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti, Dra. Dewi Murwaningrum M.Hum. di kediaman pribadi beliau di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan. Jusuf Kalla menghibahkan koleksi semasa menjadi Wakil Presiden, dan koleksi-koleksi tersebut nantinya akan dirawat, dipamerkan, dan dipublikasikan kepada masyarakat di museum.

Koleksi yang dihibahkan oleh Jusuf Kalla selain berkaitan dengan pribadi (keluarga) juga koleksi yang mewakili prestasi dan kegiatan beliau baik di bidang sosial maupun pemerintahan. Beberapa koleksi yang dihibahkan berupa satu stel pakaian kerja, peralatan pendukung kerja, sepatu kerja, kemeja PMI, serta foto-foto kegiatan. Koleksi lainnya yang dihibahkan adalah milik Ibu Mufidah Jusuf Kalla, yaitu berupa satu stel kebaya, tas, dan selop. Pada kesempatan ini juga Jusuf kalla maupun Mufidah Jusuf Kalla menghibahkan buku-buku untuk menjadi koleksi di Perpustakaan Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti.

Hilmar Farid selaku Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyambut baik penyerahan koleksi yang dimiliki oleh Jusuf Kalla kepada Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti. Menurutnya “Koleksi dan museum adalah hal yang tidak bisa dipisahkan, dalam PP no 66 tahun 2015 tentang museum disebutkan bahwa museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Hibah koleksi dari Pak JK ini akan memperkaya khazanah koleksi Wakil Presiden di Museum Kepresidenan. Koleksi ini akan menambah sumber informasi khususnya yang berkaitan prestasi para wakil presiden dalam menjalankan masa tugasnya mendampingi Presiden. Salah satu fungsi museum adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, melalui koleksi ini Museum Kepresidenan dapat menginformasikan sejarah prestasi para wakil presiden dalam masa kepemimpinannya, sehingga diharapkan dapat memberikan wawasan kepemimpinan bagi generasi bangsa” tuturnya.

Penyerahan koleksi milik Wakil Presiden ini sesuai dengan program kerja Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti terkait dengan pengelolaan koleksi. Salah satunya adalah kegiatan pengkajian dan pengumpulan koleksi terkait dengan tokoh Wakil Presiden Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi nilai dan informasi koleksi yang akan dipamerkan dan dikomunikasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari perjalanan hidup para Wakil Presiden Republik Indonesia.

Hibah koleksi merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk pengembangan Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti. Tahapan selanjutnya dari kegiatan ini adalah kegiatan kajian yang hasilnya akan menjadi rekomendasi dalam menarasikan koleksi tersebut ke dalam tata pamer di Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti. Koleksi-koleksi tersebut tentunya akan menambah keragaman koleksi dan informasi yang dimiliki oleh Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti, sehingga pengunjung bisa menghayati, mengapresiasi, dan meneladani jejak langkah serta prestasi yang telah dicapai oleh masing-masing Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia selama masa baktinya.

Selengkapnya
Talk Show Humanis B.J. Habibie : Cinta Tanpa Batas Berita
Talk Show Humanis B.J. Habibie : Cinta Tanpa Batas

Museum merupakan sarana akses informasi dan pengetahuan mengenai hal-hal umum yang terkait dengan nilai-nilai sejarah, budaya, dan memori kolektif bangsa. Museum harus mengedukasi masyarakat melalui informasi yang menarik serta inspiratif. Untuk itu pada akhir tahun 2019, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan kegiatan bincang-bincang di Museum. Konsep ini dipilih sebagai salah satu upaya mendekatkan museum kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar, civitas akademik, dan umumnya kaum milenial sebagai generasi muda strategis yang akan berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di masa kini maupun masa-masa mendatang. Kegiatan ini dapat terlaksana atas dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Pemerintah Kota Bogor, Yayasan Habibie dan Ainun, serta keluarga Bapak BJ Habibie.

Tema yang dibawa dalam bincang-bincang museum kali ini adalah “Cinta Tanpa Batas B.J. Habibie”. Tema ini kemudian diterjemahkan dalam bentuk talkshow dengan maksud untuk mengenang Presiden Republik Indonesia yang ketiga Bacharudin Jusuf Habibie (alm). Sebagai individu maupun sebagai tokoh publik, Habibie banyak sekali memberikan sumbangan bagi kemajuan peradaban bangsa Indonesia. Beliau tidak pernah berhenti berpikir dan berbuat untuk menghasilkan karya bagi kemajuan bangsa. Tidak hanya meletakkan dasar tradisi keilmuan dan pengembangan teknologi yang kokoh, Habibie juga mengajarkan banyak tentang adab berpolitik, tata cara pemerintahan yang efektif, beragama dengan produktif, berkeluarga yang harmonis, dan banyak hal lainnya. Cintanya Habibie untuk Indonesia yang tanpa batas dapat terlihat dari keinginan kuat Habibie adalah bagaimana melahirkan putra-putri bangsa menjadi manusia yang pintar, setara serta bangsa yang unggul di dunia. Habibie sadar, bahwa dengan menyiapkan bibit-bibit unggul untuk generasi penerus bangsa, merupakan salah satu cara untuk menjadi sebuah bangsa yang maju.

Untuk mengenal lebih dalam tentang B.J. Habibie, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti telah melaksanakan Talkshow dengan tema Cinta Tanpa Batas B.J. Habibie yang dibuka langsung oleh Plt. Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Judi Wahjudin pada tanggal 5 Desember 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada Bacharuddin Jusuf Habibie, karena telah memberikan pemikiran dan karyanya dalam membangun bangsa Indonesia. Acara ini dihadiri oleh pembicara utama Hilmar Farid (Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), dan narasumber Ilham Akbar Hibibie, Manoj Punjabi, dan Reza Rahadian, dengan moderator Rosiana Silalahi dan Insana Abdul Adjid Habibie.

Selengkapnya
Bincang-Bincang Kuliner Kegemaran Presiden Ke-1 RI Sukarno Berita
Bincang-Bincang Kuliner Kegemaran Presiden Ke-1 RI Sukarno

Berbicara mengenai Presiden akan selalu menjadi hal yang menarik. Selain prestasi, hal lain yang mungkin tidak diketahui masyarakat ialah mengenai makanan favorit sang Presiden. Tema inilah yang diangkat oleh Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dalam pameran “Kuliner Kegemaran Presiden Pertama Republik Indonesia Sukarno”.

Masakan yang merupakan bagian dari karya manusia sudah tentu tercipta dari kearifan lokal masyarakat Indonesia. Ramuan yang terkandung dari setiap masakan tersedia di alam Indonesia. Bagaimana para pendahulu telah melakukan “riset” terlebih dahulu untuk menghasilkan cita rasa masakan yang lezat.

Karya masakan ini menjadi keunggulan setiap suku bangsa yang ada di Indonesia. Dahulu para raja pun memiliki cita rasa masakan yang tiada tara. Kita pun mengenal beberapa masakan yang hanya disajikan untuk sang raja karena memiliki kekhasan tersendiri yang diracik oleh juru masaknya.

Sukarno sebagai “raja” (baca: Presiden) Indonesia pun tak kalah seleranya terhadap masakan. Lidah dan cita rasa Sukarno terhadap karya budaya berupa masakan dan kuliner Nusantara tersaji dalam pameran ini.

Dengan mengusung tema kuliner kesukaan Presiden ini, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti berusaha mengajak masyarakat untuk kembali mengenali jati diri dan khazanah budaya bangsa sebagai suatu aset. Makanan lokal sebagai akar dari ketahanan budaya. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat semakin menghargai masakan lokal sebagaimana halnya Presiden Sukarno yang selalu menjunjung tinggi masakan khas Nusantara.

Melalui acara bincang-bincang kuliner kegemaran Presiden Sukarno ini pula Museum Kepresidenan RI Balai Kirti berusaha untuk menampilkan Presiden dari sisi lain. Bincang-bincang ini akan menghadirkan beberapa narasumber antara lain: Puti Guntur Sukarno, S.IP (Anggota DPR RI/cucu Presiden Sukarno), Endang Sumitra, S.H (Purna Istana Kepresidenan Bogor), dan Fadly Rahman, M.A (Sejarawan Makanan, Dosen Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran).

Acara ini akan dihadiri oleh :

  • Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek
  • Keluarga Museum se-Indonesia
  • Komunitas Handai Tuli
  • Kelompok Guru Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata dengan Keahlian Tata Boga

Kegiatan bincang-bincang ini akan dibuka dengan sambutan dari Kepala Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti yaitu Ibu Dewi Murwaningrum.

Kemudian sambutan sekaligus pembukaan oleh Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat adat yaitu Bapak Sjamsul Hadi. Diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting dan live streaming Youtube Museum Kepresidenan RI Balai Kirti pada hari Kamis, 16 Desember 2021 pukul 10.00 s.d 12.00 WIB.

Selengkapnya