Museum Kepresidenan Republik Indonesia - Balai Kirti

Patung Pengabdian Para Presiden - Republik Indonesia

Batu Prasasti Peresmian

Informasi Terbaru

Youtube Playlist

Museum Kepresidenan Republik Indonesia - Balai Kirti

Sejarah Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Artikel
Sejarah Hari Kebangkitan Teknologi Nasional

Hari kebangkitan teknologi nasional atau biasa disebut Hakteknas diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Secara historis, penetapan Hakteknas merujuk pada keberhasilan IPTN dalam melaksanakan terbang perdana (first flight) pesawat N250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995. Atas keberhasilan first flight tersebut, beberapa organisasi kemasyarakatan, antara lain dari Persatuan Islam dan Persatuan Insinyur Indonesia hingga Komisi X DPR RI mengusulkan kepada pemerintah agar 10 Agustus dicanangkan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Pemerintah selanjutnya mengeluarkan Keputusan Presiden RI nomor 71 tahun 1995 yang menetapkan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.

Upaya peluncuran pesawat karya putera-puteri Indonesia menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan teknologi dan kedirgantaraan Indonesia. Pada tahun 1983, Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) meluncurkan CN-235. Pesawat CN-235 diberi nama “Tetuko” yang tidak lain merupakan nama kecil dari Gatotkaca ketika masih ditempa di Kawah Candradimuka. Pembuatan pesawat CN-235 awalnya merupakan kerja sama antara IPTN dengan perusahaan pesawat terbang Spanyol Construcciones Aeronautica SA atau CASA (Airbus Defence and Space) dengan skala 50:50 untuk permodalan, produksi, dan pemasaran. Keunggulan lain dari pesawat buatan dalam negeri ini juga dirancang untuk bisa lepas landas dan mendarat di landasan pendek.

Pasca keberhasilan dalam pembuatan pesawat CN-235, IPTN kembali mengembangkan sebuah rancangan pesawat baru. IPTN mulai membuat rancang bangun dan memproduksi sendiri model pesawat terbang baru dengan teknologi mutakhir. Untuk mencapai tahapan ini, Habibie pada 1989 mempersiapkan program N-230, yang akhirnya disempurnakan menjadi program N250 pada tahun 1992. Inilah program yang menghasilkan pesawat terbang model N250 bermesin 2 turboprop GMA-2500 yang mampu mengangkut 50 penumpang. Pesawat N250 memiliki kecepatan maksimal 610 km/jam serta memiliki ketinggian jelajah 25.000 kaki (7.629 meter) serta daya jelajah 1.480 km.

Pesawat N250 selanjutnya diterbangkan untuk pertama kali pada tanggal10 Agustus 1995. Pada penerbangan petama N250, Presiden Soeharto, Ibu Tien Soeharto, Wakil Presiden Try Sutrisno, dan Ibu Tuti Try Sutrisno turut serta menyaksikan first flight N250. Pesawat N250 juga merupakan hadiah bagi HUT Kemerdekaan Indonesia ke-50. Penetapan Hakteknas dapat dimaknai sebagai upaya meningkatkan semangat kreativitas dan inovasi teknologi untuk kemajuan bangka di bidang iptek.

Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo

Selengkapnya
Presiden SBY dan Helm PBB Artikel
Presiden SBY dan Helm PBB

Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden Republik Indonesia keenam. Berbeda dengan presiden sebelumnya, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono merupakan presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dalam proses Pemilu Presiden pada 20 September 2004. Lulusan terbaik AKABRI (1973) yang akrab disapa Susilo Bambang Yudhoyono ini lahir di Pacitan, Jawa Timur 9 September 1949. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya yang pensiun sebagai Letnan Satu. Sementara ibunya, Sitti Habibah adalah putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas.

Bapak Susilo Bambang Yudhoyono berhasil membawa Indonesia ke kancah Internasional melalui beberapa forum dunia. Salah satunya adalah world culture forum. Pembukaan resminya dilakasanakan di Bali International Convention Center, Nusa Dua. Acara ini berlangsung pada tahun 2013. Tujuan dilaksanakannya forum ini untuk menghargai adanya perbedaan budaya di seluruh dunia dan juga menjadi poin penting dalam pembangunan manusia.

Pada masa kepemimpinan beliau dari tahun 2004 hingga 2014, beliau berhasil membawa Indonesia ke kancah forum internasional. Banyak hal yang dibicarakan oleh beliau antara lain budaya dan perdamaian. Bukti peran besar Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal perdamaian dunia adalah Indonesia berpartisipasi dalam Operasi Pemeliharaan Perdamaian (OPP) dengan mengirimkan Kontingen Garuda XXIII-A untuk bergabung bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Kemudian bersama anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), Indonesia mengutuk Israel di Palestina dan Lebanon. Mendukung Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor: 1701 yang memerintahkan gencatan senjataantar kedua belah pihak. Selain itu juga Indonesia berpartisipasi dalam United Nations Mission in the Democratic Republic of Congo, United Nations Mission in Liberia, United Nations Mission in Sudan, United Nations Mission in Georgia, United Nation Mission in Nepal, dan United Nations Interim Force in Lebanon. Terakhir pada tahun 2007, Indonesia menjabat sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB.  Beliau merupakan satu-satunya kepala negara yang menjadi pasukan perdamaian PBB. Berkenaan dengan hal tersebut, pada tanggal 20 Maret 2012, Presiden PBB, Ban Ki-moon menyerahkan secara langsung helm pasukan perdamaian PBB yang sangat ikonis dengan warna birunya. Berkat kesigapan dan arahan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia dianggap sebagai negara yang mengedepankan perdamaian dunia dan juga beliau pun akhirnya dikenal sebagai Bapak Perdamaian.

 

Penulis:
Dzulfiqar Isham

Selengkapnya
Presiden Megawati dan Pembentukan KPK Artikel
Presiden Megawati dan Pembentukan KPK

Dyah Permata Megawati Soekarnoputri atau yang kerap disapa Megawati adalah Presiden Republik Indonesia yang ke-5. Beliau adalah presiden wanita pertama di Indonesia. Megawati lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947 dari pasangan Soekarno dan Fatmawati. Megawati adalah anak kedua dari presiden pertama Indonesia. Mega bisa dibilang sebagai titisan bapaknya. Menindak lanjuti perjuangan bapaknya, saat aktif di GMNI, dia terjun ke partai politik. Pada usia 39 tahun ia menjadi pengurus PDI Jakarta Pusat pada tahun 1986. Setahun kemudian, dia menjadi anggota DPR RI 1987-1992. Karier politiknya semakin kuat setelah setahun kemudian dalam kongres PDI, 22 Desember 1993, dia terpilih menjadi Ketua Umum PDI 1993-1998.

Pada masa pemerintahan Megawati terdapat pembentukan 2 lembaga pemerintah yang sangat penting yaitu Mahkamah Konstitusi dan Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK didirikan pada tahun 2002 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Pendirian KPK ini didasari karena Megawati melihat banyak institusi saat itu terlalu kotor, sehingga dibentuklah KPK. Jauh sebelumnya, ide awal pembentukan KPK sudah muncul di era Presiden BJ Habibie yang mengeluarkan UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari KKN. Habibie kemudian mengawalinya dengan membentuk berbagai komisi atau badan baru seperti KPKPN, KPPU atau lembaga Ombudsman. Agar lebih serius lagi dalam penanganan pemberantasan korupsi, presiden berikutnya, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membentuk Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK). Badan ini dibentuk dengan Keppres di masa Jaksa Agung Marzuki Darusman dan dipimpin Hakim Agung Andi Andojo.

KPK merupakan lembaga negara yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. KPK bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Dalam pelaksanaan tugasnya, KPK berpedoman kepada lima asas, yaitu: kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, dan proporsionalitas. KPK mempunyai empat tugas penting yakni, koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi, melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi, dan melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara. Sementara dalam melaksanakan tugas koordinasi, KPK berwenang mengoordinasikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi; menetapkan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi; meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada instansi yang terkait.

 

Penulis:
Dzulfiqar Isham

Selengkapnya
Presiden Gus Dur: Bapak Pluralisme Artikel
Presiden Gus Dur: Bapak Pluralisme

Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur adalah seorang ulama yang pernah menjabat sebagai Presiden Keempat Republik Indonesia pada tahun 1999-2001. Beliau lahir di Jombang pada 7 September 1940. Ia merupakan keturunan alim ulama. Beliau adalah anak dari K.H. Wahid Hasyim yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama pada era 1949 sampai 1951. Kakek dari K. H. Abdurrahman Wahid adalah K.H. Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama.

Beliau mengenyam pendidikan di berbagai universitas luar negeri. Pertama beliau belajar di Universitas Al Azhar, Mesir kemudian pindah ke Universitas Baghdad di Irak. Setelah itu ia melanglangbuana ke Eropa dan baru kembali ke Indonesia pada tahun 1971. Karir Gus Dur terus meningkat ketika beliau bergabung dengan Nahdlatul Ulama hingga beliau menjadi ketua umumnya pada tahun 1984.

Gus Dur menjabat sebagai presiden sejak tahun 1999 melalui Sidang Umum MPR hasil Pemilu 1999. Beliau melaksanakan pemisahan dalam tubuh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara disatukan menjadi Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Kepolisian berubah menjadi Kepolisian Republik Indonesia. Masa kepemimpinan beliau ditandai dengan pencabutan berbagai larangan kepada etnis Tionghoa. Gus Dur mengeluarkan Keppres No. 6 Tahun 2000 tentang Pencabutan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 Tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina. Peraturan ini membuat etnis Tionghoa dapat bebas menjalankan agama, kepercayaan dan adat istiadatnya tanpa memerlukan izin khusus. Beliau menjadikan Hari Raya Imlek sebagai hari libur nasional. Hal ini membuat beliau dikenal juga sebagai Bapak Pluralisme.

 

Penulis:
Muhammad Yardo

Selengkapnya
Presiden B.J. Habibie Sang Mr. Crack Artikel
Presiden B.J. Habibie Sang Mr. Crack

Bacharudin Jusuf Habibie, Sang Mr.. Crack, adalah seorang ahli teknologi dirgantara yang pernah menjabat sebagai presiden ketiga Republik Indonesia pada tahun 1998-1999. Latar belakangnya di bidang teknologi membuatnya dikenal juga sebagai Bapak Teknokrat.

B.J. Habibie lahir di Parepare pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau adalah anak keempat dari delapan bersaudara. Kecerdasan beliau sudah nampak sejak masa kecilnya. Beliau selalu menanyakan banyak hal sejak kecil. Beliau juga terbiasa untuk berbicara dalam bahasa Belanda. Beliau masuk ke dalam dunia teknik ketika beliau belajar teknik mesin di Institut Teknologi Bandung pada 1954. Lalu beliau melanjutkan studinya di bidang teknik kontruksi ringan di RTWH Aachen, Jerman. Beliau juga berhasil menemukan Teori Habibie atau Crack Progression Theory. Teori ini menjelaskan tentang titik awal retakan pada sayap dan badan pesawat. Teori yang ia buat berhasil menghitung letak dan besar retakan pada konstruksi pesawat.

Habibie menjabat sebagai Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) sejak 1978 hingga 1998. Pada masa jabatannya ini, Indonesia berhasil menerbangkan pesawat terbang buatan dalam negeri pertama kali pada tahun 1995 dengan nama tipe N-250. Karier politik Habibie di Indonesia dimulai ketika beliau menjadi Menteri Riset dan Teknologi pada Kabinet Pembangunan III pada tahun 1978. Beliau terus mengemban jabatan ini hingga tahun 1998 ketika beliau terpilih sebagai Wakil Presiden Indonesia ketujuh menggantikan Try Sutrisno pada 11 Maret 1998. Tidak lama mengemban jabatan sebagai wakil presiden, beliau kemudian menjadi Presiden Republik Indonesia ketiga menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 21 Mei 1998.

Masa kepresidenan Habibie dimulai dengan membuka keran demokrasi di Indonesia. Beliau membentuk tiga undang-undang yang demokratis yaitu UU no. 2 tahun 1999 tentang Partai Politik, UU no. 3 tahun  1999 tentang Pemilu dan UU no. 4 tahun 1999 tentang Susunan Kedudukan MPR/DPR. Ketiga paket undang-undang ini membuat Indonesia dapat menyelenggarakan Pemilihan Umum 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik sebagai bentuk aspirasi masyarakat Indonesia. Kebijakan-kebijakan ini membuat Indonesia semakin menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa yang demokratis.

 

RESENSI BUKU

Judul : Mr. Crack dari Parepare
Penulis : A. Makmur Makka
Penerbit : Republika
Tahun : 2018
Tempat Terbit : Jakarta
Jumlah halaman : 515 halaman

 

Buku ini berkisah tentang kecintaan B.J. Habibie pada tanah air yang begitu besar. Kedudukan yang pretisius, penghasilan yang besar ditinggalkan begitu panggilan kembali datang. Lewat buku ini kita akan melihat perjuangan Habibie membangun Indonesia melalui teknologi.

Buku ini menceritakan Habibie selama masa hidupnya. Buku ini dimulai dengan men ceritakan  Habibie pada masa mudanya. Lalu buku ini mengisahkan peranan Habibie dalam pengembangan teknologi. Selain itu, buku ini juga menceritakan dirinya sebagai seorang negarawan dan Presiden Republik Indonesia. setelah purna tugas dari jabatan presiden ia juga tetap mengabdi bagi bangsa dan negara. Diluar bahasan diatas, buku ini juga menampilkan Habibie sebagai seorang manusia yang humanis, seorang ayah dari sebuah keluarga dan seorang eyang bagi para cucunya. Selain menjadi eyang dari cucu biologisnya, ia juga menjadi eyang bagi cucu intelektualnya. Beliau menganggap bahwa setiap anak muda merupakan cucu intelektual beliau.

Bacharudin Jusuf Habibie mendapat julukan sebagai Mr. Crack. Julukan ini beliau dapatkan setelah beliau dapat menghitung crack propagation on random. Teori ini berawal dari kenyataan bahwa retakan dalam struktur pesawat memang sangatlah dicemaskan oleh perekayasa struktural dan keprilakuan penyebaran retak sungguh sulit untuk diperhitungkan. Pada tahun 1971 B.J. Habibie mempresentasikan sebuah penelitiannya yang bertajuk Eine Berechnungs methode zum Voraussagen des Fortschritts von Rissen. Laporan itu menjabarkan perhitungan untuk memprediksi perambatan retakan pada material pesawat. Teori Habibie ini termasuk hal yang baru dan meningkatkan keselamatan penerbangan. Hal inilah yang membuat beliau dijuluki dengan sebutan Mr. Crack.

Jiwa patriotisme Habibie sangatlah kuat. Habibie menyiapkan warisan untuk Indonesia dengan menciptakan manajemen kelas menengah yang tetap eksis dan industri strategisnya akan meneruskan momentum yang telah beliau bangun. Beliau memasukkan kemampuan teknologi tinggi bagi bangsa dan negaranya. Sejak dulu BJ Habibie selalu konsisten dan optimis dengan program yang dilaksanakannya. Optimisme yang penuh perhitungan menjadi modal dan falsafah dalam kehidupannya, sekaligus merupakan salah satu faktor yang selalu menuntun kariernya.

 

Penulis:
Muhammad Yardo

Selengkapnya
Presiden Soeharto dan Swasembada Pangan Artikel
Presiden Soeharto dan Swasembada Pangan

Awal pemerintahan Orde Baru dengan  presidennya Soeharto mulai dilaksanakan pembangunan besar-besaran di sejumlah bidang. Hal tersebut tidak terlepas dari krisis yang terjadi pada masa akhir pemerintahan Orde Lama, mulai dari inflasi hingga kenaikan harga kebutuhan pokok. Salah satu fokus perhatian pemerintah Orde Baru kala itu adalah dibidang pertanian dengan fokus kepada peningkatan hasil produksi beras.

Pada masa awal pemerintahan Orde Baru, Indonesia menjadi salah satu negara pengimpor beras terbesar di dunia. Sedangkan produksi beras nasional hanya 12 juta ton pada tahun 1969. Upaya peningkatan hasil produksi beras selanjutnya ditempuh melalui intensifikasi pertanian dan ekstensifikasi pertanian. Selanjutnya pemerintah melalui program Bimbingan Masal (BIMAS) berupaya mendorong peningkatan hasil produksi beras.

Program BIMAS kemudian dikembangkan menjadi BIMAS Gotong Royong yang melibatkan peran swasta nasional serta swasta asing. Tujuan dari Bimbingan Masal Gotong Royong yakni untuk meningkatkan produksi beras nasional dengan memberi bantuan pupuk serta pestisida pada petani. Program BIMAS Gotong Royong kemudian disempurnakan menjadi Bimas Nasional melalui Keputusan Presiden No 95 Tahun 1969. Melalui Bimas Nasional, petani memperoleh Intensifikasi Masal (INMAS) serta Intensifikasi Khusus (INSUS). Selain menggerakkan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, pemerintah juga menerapakan diversifikasi pertanian dengan menggabungkan teknologi dan pertanian.

Program serta kebijakan yang diberlakukan pada masa pemerintahan Soeharto tersebut berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada pangan pada tahun 1984. Indonesia selanjutnya mampu menjadi negara pengekspor pangan setelah sebelumnya hanya mengandalkan impor. Atas keberhasilan Indonesia menjadi negara swasembada pangan dan pada tahun 1985 Presiden Soeharto diundang oleh Direktur Jenderal Food an Agriculture Organization (FAO), Edward Saouma untuk hadir dalam Forum Dunia pada tanggal 14 November 1985 di Roma, Italia untuk memaparkan keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Soeharto menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan pangan merupakan hasil dari kerja raksasa suatu bangsa.

Pada agenda yang sama di Roma, Italia, Presiden Soeharto atas nama rakyat Indonesia menyerahkan bantuan berupa 100.000 ton padi kepada korban kelaparan di sejumlah negara Afrika. Bantuan tersebut merupakan sumbangan dari kaum petani Indonesia sekaligus menegaskan bahwa negara-negara yang sedang membangun dapat meningkatkan kemampuannya sendiri.

 

Penulis:
Kurniawan Ivan

Selengkapnya
Info Kegiatan: Antusiasme Siswa-Siswi di SMAN 1 Pamijahan Dalam Kegiatan Museum Keliling, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Berita
Info Kegiatan: Antusiasme Siswa-Siswi di SMAN 1 Pamijahan Dalam Kegiatan Museum Keliling, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Bogor (21/7), Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kembali mengelar program museum keliling di wilayah Kabupaten Bogor untuk yang kelima kalinya. Program ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pamijahan, Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Ratusan siswa/i tingkat Sekolah Menengah Atas dari pelbagai sekolah mengikuti program tersebut, mulai dari SMAN 1 Pamijahan, SMA Muhammadiyah Pamijahan, SMA Al-Amin, SMA Al -Ijtihad, SMAI Pambudi Luhur, SMA Sahid, SMA Man Ana, SMK PGRI Pamijahan, SMK Kesehatan Raflesia, SMK Al-Amin, dan SMK Nurfadillah.

Sama halnya seperti program museum keliling sebelumnya, kegiatan ini dilakukan selama satu hari, dengan tujuan untuk mengenalkan museum dan juga sejarah Kepresidenan Republik Indonesia kepada sekolah-sekolah yang berada di luar wilayah perkotaan.

Program museum keliling ini merupakan salah satu strategi museum untuk menumbuhkan minat masyarakat, khususnya siswa/i untuk berkunjung ke museum. Dalam sambutannya, Bapak Muhammad Akbar mengatakan, “biasanya jika di waktu normal, museum yang menyambut anak-anak sekolah di museum, tetapi karena pandemi covid-19. Kali ini museum yang mendatangi sekolah tersebut”. Inisiatif museum mendatangi sekolah dianggap lebih efektif dalam upaya mengkomunikasi koleksi ke masyarakat. Oleh karena itu, program ini terus dilanjutkan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, khususnya siswa/i di daerah pelosok.

Program inipun mendapat apresiasi dari Kepala Sekolah SMAN 1 Pamijahan dan Perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.  “Ini salah satu program yang saya pikir sangat bagus dan menginspirasi, karena siswa/i dapat mempelajari tentang sejarah pemimpin Republik Indonesia dan juga capaian yang telah ditorehkan untuk bangsa Indonesia. Kita memang jangan meninggalkan sejarah (Jas Merah), dari sejarah itu kita bisa belajar. Oleh sebab itu sangat penting bagi pelajar untuk mengetahui sejarahnya kenapa dan bagaimana kita bisa jadi seperti ini, dan semua itu ada di museum” ucap Ibu Julita selaku Kepala Sekolah.

Semoga melalui program Museum Keliling dapat menambah wawasan seluruh peserta mengenai nilai-nilai perjuangan Presiden Republik Indonesia dan menjadikan keberadaan museum agar lebih dekat dengan masyarakat.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti telah membuka kunjungan langsung dengan syarat dan ketentuan yang dapat dibaca disini. Selain itu Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga melayani pemanduan daring yang dapat diakses disini.

Ayo berkunjung ke Museum Kepresidenan RI Balai Kirti!!!

Selengkapnya
Info Kegiatan: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melaksanakan Museum Keliling di SMPN 1 Cijeruk, Kabupaten Bogor Berita
Info Kegiatan: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melaksanakan Museum Keliling di SMPN 1 Cijeruk, Kabupaten Bogor

Bogor (27/06),  Pada kesempatan kali ini, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melaksanakan kegiatan Museum Keliling di SMPN 1 Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan atas Kerjasama Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dalam rangka memperkenalkan museum kepada masyarakat khususnya para pelajar di Kabupaten Bogor. Acara Museum Keliling ini dihadiri juga oleh  sekolah yang berada di sekitar SMPN 1 Cijeruk yaitu SDN Pasir Pogor.

Kegiatan Museum Keliling dimulai dengan penampilan tari dari SMPN 1 Cijeruk. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Ahmad Suja’i, M.Pd., selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Cijeruk serta sambutan dari pihak Museum Kepresidenan RI Balai Kirti yang diwakili Bapak Ir. Muhammad Akbar, M. Si.  Museum Keliling kali ini dibuka secara resmi oleh Ibu Dra. Susilawati, M.M. selaku Kasi Kurikulum dan Kelembagaan Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Kegiatan Museum Keliling lalu dilanjutkan dengan pemaparan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Pemaparan ini dilakukan oleh tiga orang edukator dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti yaitu Pak Tampil, Kak Fiqar dan Kak Yardo. Pada kesempatan ini para edukator menyampaikan pemaparannya tentang setiap ruangan yang ada di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Museum ini terbagi menjadi tiga lantai, yaitu lantai pertama yang berisi Galeri Kebangsaan lalu dilanjutkan lantai dua yang berisi Galeri Kepresidenan serta taman terbuka hijau di lantai tiga. Selain itu, para edukator dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga menjelaskan setiap ruangan presiden yang terletak di Galeri Kepresidenan. Para peserta sangat antusias mengikuti pemaparan dari edukator Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Setelah pemaparan museum acara dilanjutkan dengan Permainan Interaktif. Permainan ini dilaksanakan dengan kuis yang berisi berbagai pertanyaan mengenai enam presiden kita terdahulu serta mengenai seluk beluk Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Peserta yang dapat menjawab kuis akan mendapatkan hadiah istimewa dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Para siswa peserta museum keliling terlihat senang dan antusias dalam mengikuti rangkaian acara ini.

Semoga melalui kegiatan Museum Keliling ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan seluruh peserta mengenai sejarah kepresidenan serta meningkatkan jumlah masyarakat yang mengapresiasi Museum. Harapannya semoga Museum Kepresidenan RI Balai Kirti akan selalu dekat di hati masyarakat.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti telah membuka kunjungan langsung dengan syarat dan ketentuan yang dapat dibaca disini. Selain itu Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga melayani pemanduan daring yang dapat diakses disini.

Ayo berkunjung ke Museum Kepresidenan RI Balai Kirti!

Selengkapnya
Info Kegiatan: Menanamkan Nilai Perjuangan Presiden Melalui Museum Keliling di SMPN 1 Tenjo Berita
Info Kegiatan: Menanamkan Nilai Perjuangan Presiden Melalui Museum Keliling di SMPN 1 Tenjo

Bogor (27/06), Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kembali menggelar program Museum Keliling di SMPN 1 Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Program Museum Keliling kali ini dihadiri oleh beberapa sekolah yang berada di sekitar SMPN 1 Tenjo, seperti SMPN 2 Jasinga, SMPN 2 Tenjo, SMPN 3 Tenjo, SMP Satap Tenjo, SMP IT Bani Harun Tenjo, SMP Almusthofa, SMP Modis, serta SMP Al Al Farisi Tapos.

Kegiatan Museum Keliling di SMPN 1 Tenjo berlangsung selama satu hari, yang bertujuan untuk mengenalkan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kepada para pelajar secara edutainment (mendidik dan menghibur) sesuai dengan visi dan misi museum. Kegiatan ini dibuka dengan penampilan Tari Kontemporer oleh siswi-siswi SMPN 1 Tenjo. Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Bapak Wawan Sugihartono, M. Pd., selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Tenjo dan Ibu Dra. Murwaningrum, M. Hum., selaku Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, serta dilanjutkan pembukaan kegiatan oleh Bapak Ade Fitriana, M.M. selaku Perwakilan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Kegiatan Museum Keliling dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama yaitu pemaparan umum mengenai Museum Kepresidenan RI Balai Kirti oleh Kak Kurniawan Ivan dan Kak Yuni Astuti selaku edukator museum. Dalam pemaparan mengenai profil Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, para edukator menggunakan media realia atau peraga yang menjadi benda ikonik terhadap prestasi dan capaian Presiden seperti miniatur monas, minatur pesawat N250, miniatur barongsai dan realia lainnya. Kemudian dilanjutkan sesi kedua dengan mendongeng bersama Kak Ansori yang menceritakan tentang sejarah dan nilai-nilai perjuangan Presiden dengan gaya khasnya yang sangat menghibur para peserta. Kak Ansori juga menegaskan bahwa “anak muda adalah tonggak masa depan bangsa, maka tidak boleh ada kata menyerah dalam memperjuangkan cita-cita. Itulah yang diajarkan para Pemimpin Bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan“. Kegiatan Museum Keliling diakhiri oleh sesi kuis interaktif.

Semoga melalui kegiatan Museum Keliling ini dapat menambah wawasan seluruh peserta mengenai nilai-nilai perjuangan Presiden Republik Indonesia dan menjadikan keberadaan museum agar lebih dekat dengan masyarakat.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti telah membuka kunjungan langsung dengan syarat dan ketentuan yang dapat dibaca disini. Selain itu Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga melayani pemanduan daring yang dapat diakses disini.

Ayo berkunjung ke Museum Kepresidenan RI Balai Kirti!

Selengkapnya
Info Kegiatan: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Melakukan Museum Keliling di SMPN 1 Cisarua Berita
Info Kegiatan: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Melakukan Museum Keliling di SMPN 1 Cisarua

Bogor (31/05), Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melaksanakan Museum Keliling di SMPN 1 Cisarua, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan atas Kerjasama Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Program Museum Keliling dihadiri oleh beberapa sekolah yang berada di sekitar SMPN 1 Cisarua, seperti SMP Al Barokah, SMP Islam Darul Wasilah, SMP YPC Cisarua, dan beberapa sekolah lainnya.

Kegiatan Museum Keliling dibuka dengan penampilan Pencak Silat oleh M. Zikriansyah. Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Ibu Tati Widiya S.Pd., selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Cisarua dan Ibu Dra. Dewi Murwaningrum, M.Hum. selaku Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Pembukaan Museum Keliling dibuka oleh Bapak Ucu Sunarya, S.Pd., M.M. selaku Kabid Humas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Kegiatan Museum Keliling terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pemutaran film tentang Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, dan sesi kedua motivasi kebangsaan oleh Kang Iman Kastubi. Pada sesi motivasi kebangsaan, Kang Iman menyampaikan beberapa pesan agar saat ini anak-anak sudah harus bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan orang lain. Memimpin diri sendiri merupakan seni kepemimpinan yang paling dasar yang harus dikuasai oleh semua orang, baru setelah itu memimpin orang lain. Pada kesempatan ini juga Kang Iman menceritakan profil dari masing-masing Presiden kepada anak-anak agar dapat menjadi inspirasi dan motivasi mereka untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Selain itu dengan mengenal para pemimpin bangsa diharapkan dapat meningkatkan sikap patriotisme dan juga pemahaman terkait dengan wawasan kebangsaan.

Semoga melalui kegiatan Museum Keliling ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan seluruh peserta mengenai sejarah kepresidenan serta meningkatkan jumlah masyarakat yang mengapresiasi Museum.

Selengkapnya
Mengenalkan Sejarah Presiden RI: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Menggelar Museum Keliling di SDN Cipayung 01 Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor Berita
Mengenalkan Sejarah Presiden RI: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Menggelar Museum Keliling di SDN Cipayung 01 Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor

Senin (30/05), Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan program Museum Keliling di SDN Cipayung 01, Kec. Cibinong, Kab. Bogor. Program Museum Keliling sendiri merupakan kegiatan sosialisasi museum kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengenalkan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, sejarah kepresidenan, hingga prestasi Presiden.

Kegiatan museum keliling di SD Negeri 1 Cibinong berlangsung selama satu hari. Kegiatan dibuka oleh Bapak Endin Saepudin, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Sekolah SD Negeri 1 Cibinong dan Ibu Dra. Enik Suryanti Saptorini selaku Pamong Budaya Ahli Muda Musem Kepresidenan RI Balai Kirti.

Kegiatan ini juga diikuti oleh SDN Cikaret 02, SDN Kramat, SDN Curug, SDN Curug Raya, SDN Pakansari 02, SDIT Al Hidayah, SDIT Al Fatih, MI Muhammadiyah, SDN Salman Alfarisi, dan Sekolah Alam. Selain menayangkan video profil Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, kegiatan ini juga menghadirkan Kang Didin dari Pendekar Dongeng Indonesia yang membawakan cerita tentang perjuangan dan prestasi Presiden. Para peserta sangat antusias selama kegiatan berlangsung, serta aktif dalam mengikuti kuis yang dipandu oleh para edukator museum.

Selengkapnya
Siaran Pers Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 Berita
Siaran Pers Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Nomor: 273/sipers/A6/VI/2022

 

Simpan Kisah Kejayaan Jalur Rempah Nusantara, Surabaya Jadi Titik Awal Muhibah Budaya

 

Surabaya, 1 Juni 2022 – Surabaya menjadi titik napak tilas pertama dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022. Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid mengatakan bahwa selain sebagai basis dari Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci, Surabaya juga merupakan titik lalu lintas perdagangan komoditas rempah di masa lampau.

Jalur Rempah bukan hanya kenangan terhadap masa lalu, tetapi juga memiliki arti penting di masa sekarang. “Muhibah Budaya Jalur Rempah adalah wujud nyata untuk mengaktualisasi arti penting dari Jalur Rempah bagi kita sekarang ini,” disampaikan Dirjen Kebudayaan di Surabaya, pada Rabu (1/6).

Masyarakat Indonesia, lanjut Hilmar, sudah ribuan tahun mengarungi lautan di nusantara ini, menghubungkan titik-titik di seluruh Nusantara dan menjadikan sebuah wilayah. “Kita mengenal jalur laut yang menghubungkan titik yang satu dengan yang lain sebagai Jalur Rempah, karena rempah memainkan peran begitu penting di masa lalu dalam kehidupan kita,” kata Dirjen Kebudayaan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Pemerintah Daerah serta berbagai komunitas budaya menyelenggarakan Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022. Rencananya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, akan melepas para Laskar Rempah beserta awak KRI Dewaruci mengarungi Jalur Rempah Nusantara pada Rabu sore ini, 1 Juni 2022 di Dermaga Madura Tengah Koarmada II Surabaya, Jawa Timur.

Para Laskar Rempah akan berlayar di atas KRI Dewaruci menelusuri titik-titik jalur rempah Nusantara. Dimulai dari Surabaya, kemudian Makassar, berlanjut ke Baubau dan Buton, lalu ke Ternate dan Tidore, selanjutnya ke Banda Neira, dan ke Kupang. Setelah itu, KRI Dewaruci akan kembali ke Surabaya pada 2 Juli 2022 mendatang.

Pesona Kejayaan Jalur Rempah di Surabaya

Sebagai bagian dari wilayah Kerajaan Majapahit, wilayah Surabaya dahulu menjadi pelabuhan pendamping dan pendukung kegiatan ekonomi pelabuhan era klasik, yakni Tuban dan Gresik. Komoditas rempah yang berasal dari Maluku dan Banda diangkut dengan perahu kecil menuju Bubat melalui aliran Sungai Bengawan Solo dan Brantas. Pasar Bubat yang letaknya tidak jauh dari pusat kekuasaan Trowulan, Mojokerto, merupakan wilayah perniagaan utama Kerajaan Majapahit, di mana rempah menjadi salah satu primadona yang diperdagangkan.

Serangkaian kegiatan napak tilas jejak Jalur Rempah dilakukan di Surabaya, yakni di kawasan Kota Tua dan Menara Syahbandar, serta jejak peninggalan Kerajaan Majapahit di Mojokerto sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Sebelum berlayar Laskar Rempah berkesempatan menampilkan berbagai pertunjukan budaya berupa teater, musikalisasi puisi, dan senam rempah di Balai Pemuda Surabaya yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Surabaya ke-729 pada 31 Mei 2022.

Meskipun saat ini sudah tidak menjadi pelabuhan utama, Pelabuhan Rakyat Kalimas yang dibangun pada abad ke-14 masih dinilai penting sebagai pelabuhan tradisional yang menampung perahu pengangkut dari dan menuju Jawa. Berdampingan dengan Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Rakyat Kalimas hari ini masih digunakan para pelayar kecil dan menjadi pelabuhan alternatif bagi nelayan kapal kecil.

Menara Syahbandar saksi bahwa pelabuhan tidak hanya terkait bongkar muat kapal akan komoditas yang akan diperjualbelikan, tetapi juga berperan sebagai ruang pertemuan berbagai budaya yang dibawa oleh para pedagang. Sementara itu, peran seorang syahbandar menjadi penting dalam mengawasi perdagangan dan kualitas barang secara umum, menentukan pajak, serta menentukan mata uang atau alat tukar yang dapat digunakan dalam perdagangan di wilayah tersebut.

Pasar Pabean yang berlokasi dekat Pelabuhan Kalimas menjadi pusat perkulakan rempah-rempah dan bumbu dapur. Dari Pasar Pabean, rempah masuk ke pedalaman Jawa bagian timur dan menyebrang ke Madura serta ikut mewarnai karakter kebudayaan Jawa Timur yang sangat beragam. Sejak dibangun pada tahun 1849, hingga hari ini Pasar Pabean masih eksis menjalankan perannya sebagai pasar rempah-rempah.

Jejak Jalur Rempah lainnya di Surabaya masih terlihat jelas di area Jalan Panggung, Kapasan, dan Kembang Jepun yang di masa lampau merupakan sentra dagang bongkar muat dan wilayah peradaban pertemuan berbagai bangsa, seperti Arab, India, dan Tiongkok.

Dirjen Kebudayaan menyampaikan bahwa Muhibah Budaya Jalur Rempah tidak hanya berbicara mengenai kejayaan masa lampau saja, tetapi juga dapat digunakan untuk memantik diskusi dan memunculkan ide-ide besar untuk masa depan. Kegiatan ini diharapkan dapat mempertemukan kembali hubungan dan sejarah antarbudaya di masa lalu dengan budaya masa kini.

“Jalur Rempah bukan hanya perdagangan rempah semata, tetapi juga terjadi pertukaran budaya. Kita berharap para Laskar Rempah dapat menghidupkan kembali pertukaran dan pergaulan budaya seperti yang terjadi ribuan tahun lalu melalui Jalur Rempah,” tegas Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

Selengkapnya
PAMERAN DIRGANTARA PEMERSATU NUSA DAN BANGSA Kegiatan
Pameran
PAMERAN DIRGANTARA PEMERSATU NUSA DAN BANGSA

Sahabat Balai Kirti..

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan Pameran B.J. Habibie dengan Tema Dirgantara Pemersatu Nusa dan Bangsa. Pameran ini dilakukan secara Luring dan Daring  pada:

Tanggal 26 Oktober – 26 November 2021

Tempat di Galeri Kebangsaan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dan instagram @balaikirti

Untuk melihat link pameran, sahabat juga dapat melihat pada tautan link di bawah. Yuk saksikan, jangan sampai tertinggal yah…

 

Salam sahabat museum,

Museum dihatiku..

Selengkapnya
LOMBA CIPTA JINGLE MUSEUM KEPRESIDENAN RI BALAI KIRTI 2021 Kegiatan
Lomba
LOMBA CIPTA JINGLE MUSEUM KEPRESIDENAN RI BALAI KIRTI 2021

Museum merupakan jendela peradaban suatu masyarakat, pada tataran yang lebih luas museum dapat pula digunakan untuk mengenali kebudayaan suatu bangsa. Namun demikian masih ada anggapan yang keliru dari masyarakat terhadap museum. Masyarakat sering beranggapan museum hanya tempat menyimpan benda-benda kuno, museum hanya bicara masa lalu dan museum tidak mempunyai dinamika. Harus diakui, masyarakat masih belum merasakan manfaat dari kehadiran museum.

Beberapa tahun terakhir, Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti berusaha mengubah penilaian dan anggapan masyarakat tentang museum. Tidak lagi hanya berfokus pada pengelolaan koleksi namun Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti mulai menghadirkan berbagai program publik yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat, salah satunya dalam bentuk lomba atau kompetisi.

Penyelenggaraan lomba jingle merupakan bagian dari publikasi dan promosi museum agar lebih dikenal oleh masyarakat. Jingle  akan menjadi gambaran dari  Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dalam bentuk musik. Dengan lirik dan irama yang menarik, jika disosialisasikan secara terus menerus diharapkan jingle ini akan akrab di telinga dan pikiran masyarakat.

Maksud kegiatan Lomba Cipta Jingle Museum Kepresidenan RI Balai Kirti adalah untuk memperkenalkan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melalui musik serta suatu upaya edukasi kepada masyarakat luas sebagai bentuk tanggung jawab museum melalui promosi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tujuan dari kegiatan ini adalah:

  1. Menguatkan identitas Museum Kepresidenan Republik Indonesia Bali Kirti;
  2. Menumbuhkan semangat kebersamaan dan sinergitas antara Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dan masyarakat khususnya di bidang seni ;
  3. Menumbuhkan minat masyarakat dalam bermusik yang kreatif melalui jingle;
  4. Memberi ruang berkreasi bagi masyarakat di bidang seni;
  5. Sebagai sarana promosi, publikasi, dan sosialisasi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kepada masyarakat.
Selengkapnya
PAMERAN: “Incognito Pak Harto” (Perjalanan Diam-Diam Seorang Presiden Menemui Rakyatnya) Kegiatan
Pameran
PAMERAN: “Incognito Pak Harto” (Perjalanan Diam-Diam Seorang Presiden Menemui Rakyatnya)

Bogor (01/07) Setiap pemimpin negara memiliki cara berbeda guna memahami kondisi rakyat yang dipimpinnya. Demikian dengan Soeharto, Presiden RI kedua ini kerap melakukan perjalanan “Incognito” untuk membaca keadaan masyarakat dari dekat.

Incognito adalah perjalanan secara diam-diam yang dilakukan oleh Presiden atau pemimpin negara untuk mengetahui keadaan rakyat. Perjalanan ini biasanya dilakukan tanpa aturan protokoler yang ketat. Bagi seorang pemimpin, kesempatan langsung berjumpa dengan rakyat adalah sebagai pengingat akan amanah yang dititipkan dari rakyat untuk sang pemimpin. Momen-momen peristiwa yang tergambar dalam pameran ini menunjukkan bagaimana kedekatan Presiden Soeharto semasa menjabat dengan rakyatnya. Pengalaman, peristiwa unik dan mengharukan melingkupi saat perjumpaan pemimpin dengan rakyatnya.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti mempersembahkan “Pameran Virtual Incognito Pak Harto” yang akan diselenggarakan pada 22 Juni – 22 Juli 2021 melalui media sosial Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Pameran ini dilaksanakan berkat kerjasama dengan Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Komunitas Jelajah Budaya. Pameran dapat disaksikan melalui media sosial Museum Kepresidenan RI Balai Kirti (Instagram, Facebook, Youtube, Twitter, dan laman Website Museum).

(Museum Kepresidenan RI – Balai Kirti)

Selengkapnya
Pameran Daring Bung Karno dan Buku-Bukunya Kegiatan
Pameran
Pameran Daring Bung Karno dan Buku-Bukunya

Pameran ini menyediakan 20 buku yang bisa dilihat secara digital. Buku-buku tersebut sebagian besar berbahasa Belanda, Inggris, Perancis, dan Jerman. Buku-buku yang dipamerkan memiliki sejarah masing-masing. Buku tersebut adalah koleksi pribadi Bung Karno yang diberikan oleh tokoh-tokoh yang juga merupakan sahabat beliau.

Selengkapnya
DIALOG MUSEOLOGI: GUS DUR “HUMANISME DAN PLURALISME” Kegiatan
Seminar
DIALOG MUSEOLOGI: GUS DUR “HUMANISME DAN PLURALISME”

Bogor (21/12) Pelaksanaan kegiatan Dialog Museologi Gus Dur: Humanisme dan Pluralisme dilakukan pada tanggal 12 Desember 2020, dengan MC sekaligus Moderator Hamdan Alkahfie. Kegiatan seminar dihadiri oleh Drs. Fitra Arda. M.Hum (Sekretaris Jenderal Kebudayaan), Ibu Dr. (H.C), Dra. Hj. Sinta Nuriyah Wahid (Istri Presiden Ke-4 KH. Abdurrahman Wahid, Prof. Azyumardi Azra, MA, Dr. Ahmad Suaedy, M.Hum, dan Olga Lidya. Pada sesi ini membahas konsep humanisme Gus Dur yang dinampakan dalam etika kepedulian yang besar terhadap unsur-unsur utama dari kemanusiaan, seperti keadilan, HAM, kesetaraan gender, pluralisme, demokrasi, serta nilai-nilai kemanusiaan yang terangkum dalam pola yang mencakup lima hak dasar manusia, yaitu perlindungan atas keyakinan atau agama, perlindungan terhadap jiwa, perlindungan terhadap kehidupan dan pemikiran, jaminan atas kehormatan atau keturunan serta jaminan atas kepemilikan. Universalisme pandangan hidup Islam terletak pada pandangan keadilan sosialnya.

Dari berbagai pendekatan yang ada, konsep humanisme Gus Dur merupakan humanisme religius. Meskipun konsep humanisme ini tetap menyerukan ketertundukan kepada Tuhan, namun tetap memberikan penghargaan terhadap martabat manusia, bukan hanya dari aspek rasionalitas, tetapi juga menggunakan pertimbangan-pertimbangan agama. Relevansi pemikiran humanisme Gus Dur dalam konteks keindonesiaan adalah upayanya untuk memperjuangkan secara konsisten nilai-nilai kemanusiaan yang universal, demokrasi, hak-hak kaum minoritas, keadilan, kesetaraan gender, toleransi antar umat beragama, dan perdamaian umat manusia. Keberpihakan terhadap kelompok minoritas begitu melekat dengan sosok Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sejak wafat pada 30 Desember 2009 lalu, Gus Dur masih terus diingat sebagai pembela warga yang terdiskriminasi.

Selengkapnya
Pameran Karya Monumental Presiden Kegiatan
Pameran
Pameran Karya Monumental Presiden

Pameran Virtual Karya Monumental Presiden Republik Indonesia, 1945 -2014.

Bogor (20/11) Kita semua tau, setiap presiden pasti ingin berbuat yang terbaik bagi bangsanya. Karya terbaik para presiden harus terus kita kenang dan kita hargai.

Bekerjasama dengan Komunitas Jelajah Budaya, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti mengadakan Pameran Virtual Karya Monumental Presiden Republik Indonesia, 1945 -2014.

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 21 November 2020- 18 Desember 2020. Melalui media sosial Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Melalui pameran ini diharapkan pengunjung dapat menikmati hasil karya Monumental Presiden Republik Indonesia dengan mencinta semangat Cinta NKRI.

Selengkapnya
Penandatanganan Kontrak Kerja PPNPN di Lingkungan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Reformasi Birokrasi
Penandatanganan Kontrak Kerja PPNPN di Lingkungan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Senin tanggal 10 Januari 2022, memasuki awal tahun 2022 bertempat di ruang rapat lantai 3 Museum Kepresidenan RI Balai Kirti diselenggarakan Penandatanganan Perjanjian Kontrak Kerja Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Ibu Dra. Dewi Murwaningrum, M.Hum., Kasubag Tata Usaha Neneng Kartiwi, S.S., dan seluruh Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPM) di lingkungan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Dalam arahannya Kepala Museum menyampaikan selama dalam kurun waktu satu tahun terakhir pekerjaan yang dilakukan teman-teman sudah teruji, sehingga untuk tahun 2022, semangat bekerja harus dipertahankan, jika perlu terus ditingkatkan. Pada kesempatan ini juga para Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPM) diberikan arahan terkait regulasi yang perlu dipahami sebagai pedoman bekerja di tahun 2022. Acara selanjutnya adalah penandatanganan kontrak kerja, dengan adanya penandatanganan ini diharapkan pegawai dapat meningkatkan kinerjanya ke depan.

Selengkapnya
Apel Pagi Senin Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Reformasi Birokrasi
Apel Pagi Senin Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Bogor (17/01) Berdasarkan arahan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang mewajibkan kepada seluruh instansi pemerintah untuk melaksanakan apel pagi setiap hari senin secara rutin pada tahun 2022. Museum kepresidenan RI Balai Kirti sebagai institusi pemerintah di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, telah melaksanakan apel pagi setiap hari Senin, baik secara luring maupun daring.

Apel senin pagi, sebenarnya sudah dilakukan museum secara rutin sejak bulan Juli 2021, yang  diikuti oleh seluruh pegawai museum, mulai dari kepala museum, staff museum, hingga keamanan museum. Kegiatan ini rutin dilakukan guna meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Selain itu juga, apel ini menjadi tempat komunikasi untuk menginformasikan program yang akan dilaksanakan museum.

Semoga dengan kegiatan ini seluruh pegawai di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dan instansi pemerintah secara umum dapat lebih meningkatkan rasa cinta tanah air dan menjadi lebih menghargai satu sama lainnya.

Selengkapnya
Mengembalikan Visi Kelautan sebagai Jati Diri Bangsa Reformasi Birokrasi
Mengembalikan Visi Kelautan sebagai Jati Diri Bangsa

Indonesia bukan pulau-pulau dikelilingi laut. Tetapi, laut yang ditaburi pulau-pulau” – AB Lapian

Beranjak dari pernyataan tersebut tidak dapat dipungkiri bahwa negara Indonesia disebut juga sebagai negara kepulauan atau Archipelago State. Archipelago state berasal dari Bahasa Yunani yang terdiri dari dua suku kata, Arche yang berarti utama dan Pelago yang artinya laut, jadi laut adalah yang utama. Atau dengan kata lain Archipelago State sendiri mempunyai arti negara yang terdiri dari banyak pulau, dimana laut, udara, dan daratan adalah satu kesatuan Nusantara.

Laut sebagai penghubung antar pulau tersebutlah yang menjadikan bangsa kita sebagai bangsa maritim dengan memanfaatkan laut selain sebagai jalur transportasi juga sebagai tempat untuk perdagangan. Julukan sebagai negara maritim tidak terlepas dari fakta sejarah yang terjadi pada masa lampau, dimana nenek moyang kita melakukan pelayaran untuk menjelajahi Samudera, salah satunya ialah para pelaut Bugis yang melakukan pelayaran dengan kapal tradisionalnya yang bernama pinisi menjelajahi Samudera Pasifik. Hal itu dibuktikan dengan penemuan peta pelayaran berdasarkan Kajian Le Roux yang ditemukan di perkampungan bajak laut di Santhel yang teletak di Teluk Sekana di Pulau Singkep tahun 1854. Dalam peta tersebut menggambarkan peta-peta wilayah di seluruh Nusantara, sebagian Asia Tenggara, Australia Utara, dan wilayah Cina yang mana dari nama-nama yang ada dalam peta inilah menunjukkan luasnya pengetahuan tentang daerah-daerah di Asia Tenggara, Pilipina Selatan, Australia Utara dan Cina. Peta itu juga menggambarkan rute dan tujuan pelayaran kapal-kapal Bugis sebelum petengahan abad ke-19.[1]

Jiwa kemaritiman mulai memudar tatkala kolonialisme dan imperialism mulai memasuki Nusantara. Kekayaan alam yang dianugerahkan Tuhan kepada tanah Nusantara telah memancing Pemerintah Belanda untuk menerapkan sistem Cultuur Stelsel atau yang biasa dikenal sebagai Tanam Paksa pada tahun 1833. Sistem ini mewajibkan setiap desa untuk menyisihkan sebagian tanahnya untuk ditanami tanaman tanaman yang hasilnya kemudian dijual ke Eropa. Rempah-rempah menjadi komoditi yang berharga bagi orang Eropa, selain sebagai bahan bumbu masakan untuk mengawetkan daging dan juga rempah-rempah juga menjadi bahan ramuan obat dan untuk memperkuat daya tahan tubuh yang sangat dibutuhkan bagi orang Eropa mengingat cuaca disana yang dingin.

Pergeseran pandangan dari laut menjadi darat mengubah jati diri bangsa Indonesia dari negara maritim menjadi negara agraris. Sejarah sebagai bangsa maritim tidak hanya dipandang sebagai sejarah kejayaan di masa lampau. Sudah sepatutnya laut yang kita miliki menjadi potensi dasar untuk memperkuat untuk negeri ini agar bisa menjadi bangsa yang maju baik dari segi politik, sosial, ekonomi, dan budaya yang disegani oleh bangsa lainnya di masa mendatang. (Wanti)

Selengkapnya
Baju Safari Koleksi Museum
Ir. Soekarno
Baju Safari

Jas putih merupakan ciri khas busana kaum pergerakan nasional. Sukarno memodifikasi jas putih ini dengan model kantung empat di luar, seperti pakaian dinas upacara militer, tanpa tanda (pangkat) kebesaran.

Selengkapnya
Logo

Dapatkan Informasi Terbaru

Informasi terkait seputar Berita, Kegiatan dan Artikel lainnya akan kami kirimkan ke email anda secara eksklusif.
preloader