Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo
PRESIDEN SUKARNO
Buku merupakan bagian penting yang tak dapat dipisahkan dari perjalanan intelektualitas Presiden Sukarno. Kegemaran Presiden Sukarno dalam membaca buku dimulai sejak indekos di rumah H.O.S. Tjokroaminoto. Di sana, Sukarno memperoleh buku-buku bacaan dari H.O.S. Tjokroaminoto. Selain itu, Sukarno juga memanfaatkan akses perpustakaan teosofi dengan menggunakan kartu anggota sang ayah.
Melalui buku, Presiden Sukarno bertemu dengan sejumlah pemikir besar dunia seperti Durante Degli Alighieri, Giuseppe Madzini, Karl Marx, Rosa Luxembourg, Wilhelm Liebknecht, William Ewart Gladstone, hingga Konrad Adenauer. Sukarno tidak semata-mata menjiplak total gagasan dan pemikiran para tokoh tersebut, namun ia banyak memberikan koreksi dan alternatif pemikiran sesuai dengan konteks keadaan sehingga proses dialektis terjadi.
Selain membaca, Presiden Sukarno juga banyak menulis artikel hingga kumpulan artikel yang ditulis Presiden Sukarno sudah banyak dibukukan. Beberapa tulisan Presiden Sukarno adalah Mencapai Indonesia Merdeka, Lahirnya Pancasila, Sarinah, Di Bawah Bendera Revolusi, Mustikarasa, hingga Islam Sontoloyo.
PRESIDEN SOEHARTO
Presiden Soeharto, sang Bapak Pembangunan, memiliki kebiasaan dalam membaca koran, majalah serta laporan-laporan ringkas yang disiapkan oleh stafnya. Selain itu, beliau juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pemberantasan buta huruf di Indonesia. Hal tersebut dilakukan dengan pembentukan kelompok belajar atau Kejar. Kejar adalah program pengenalan huruf dan angka bagi kelompok masyarakat buta huruf yang berusia 10-45 tahun dengan tujuan agar bisa membaca dan menulis.
Berdasarkan data dan statistik, program kejar berhasil menurunkan angka buta huruf di Indonesia. Pada sensus tahun 1971, dari total jumlah penduduk 80 juta jiwa, Indonesia masih memiliki 39,1 persen penduduk usia 10 tahun ke atas yang buta huruf. Selanjutnya, pada tahun 1980, persentase angka buta huruf Indonesia menurun menjadi 28,8 persen. Dan pada tahun 1990, angka buta huruf semakin menurun menjadi 15,9 persen.
Pemikiran dan pandangan Presiden Soeharto pernah ditulis dalam beberapa buku, seperti “Butir-Butir Budaya Jawa” yang terbit pada tahun 1987. Buku tersebut berisi mengenai filosofi serta ajaran-ajaran luhur budaya Jawa. Selain itu ada juga buku berjudul “Soeharto : Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya”. Buku ini ditulis oleh G. Dwipayana dan Ramadhan K.H. pada tahun 1989 berdasarkan cerita langsung dari Presiden Soeharto.
PRESIDEN B.J. HABIBIE
Presiden B.J. Habibie, sang Bapak Teknologi, merupakan sosok yang memiliki rasa ingin tahu dan penasaran tinggi. Untuk menjawab rasa penasaran dan rasa ingin tahu, Presiden B.J. Habibie menjadikan buku sebagai jawabannya. Diketahui Presiden B.J. Habibie menghabiskan 7,5 jam sehari untuk membaca buku. Berbagai jenis buku selalu dibaca oleh Presiden B.J. Habibie, mulai dari buku tentang ilmu teknik hingga buku tentang ilmu alam. Buku pertama yang senang dibacanya berjudul “Mengelilingi Dunia Dalam 80 Hari” karya penulis Prancis Jules Verne. Buku tersebut merupakan hadiah dari sang ayah.
Presiden B.J. Habibie juga memiliki perpustakaan pribadi di kediamannya, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan. Di perpustakaan Habibie Ainun tersebut terdapat banyak koleksi buku dengan berbagai bahasa yang menemani perjalanan intelektual seorang B.J. Habibie.
Selain membaca, Presiden B.J. Habibie juga banyak menulis buku. Beberapa buku karya beliau adalah Detik-Detik Yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi, Habibie & Ainun, Ilmu Pengetahuan, Teknologi & Pembangunan Bangsa: Menuju Dimensi Baru Pembangunan Indonesia, Economic Cooperation for Regional Stability.
PRESIDEN ABDURRAHMAN WAHID
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sang Bapak Keberagaman, memiliki hobi membaca buku sejak usia muda. Hal tersebut tidak terlepas dari lingkungan keluarga yang memang memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya literasi. Gus Dur sering menghabiskan waktunya di perpustakaan untuk membaca berbagai macam buku, mulai dari politik, filsafat, hingga sastra.
Beberapa buku yang pernah dibaca Gus Dur adalah buku karya Karl Marx, Lenin, William Faulkner, novel-novel karya Ernest Hemingway, puisi karya Edgar Allan Poe dan John Done, Andre Gide, Kafka, Tolstoy, Pushkin, dan masih banyak lagi. Keberagaman bacaan Gus Dur tersebut yang mempengaruhi pemikiran Gus Dur terutama seputar pluralisme. Selain membaca buku secara langsung, Gus Dur juga memiliki kebiasaan mendengarkan audio book. Sebelum tidur bahkan ketika sakit, Gus Dur tetap rutin mendengarkan audio book.
Gus Dur juga aktif dalam menulis, banyak tulisan-tulisan dari Gus Dur yang dimuat di majalah, surat kabar, bahkan dibukukan. Beberapa karya Gus Dur antara lain Islamku, Islam Anda, Islam Kita, Pergulatan Negara Agama dan Kebudayaan, Tuhan Tidak Perlu Dibela, Islam Kosmopolitan, Nilai-nilai Indonesia dan Transformasi Kebudayaan.
PRESIDEN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI
Presiden Megawati Soekarnoputri, sang Ibu Penegak Konstitusi, diketahui memiliki kebiasaan membaca majalah dan koran. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Megawati Soekarnoputri selalu menekankan pentingnya membaca buku untuk memperluas pengetahuan. Presiden Megawati Soekarnoputri memiliki kontribusi dalam kemajuan dunia pendidikan. Pada tahun 2003, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disahkan.
Salah satu muatan penting yang terdapat dalam UU tersebut adalah kewajiban negara negara dalam menyediakan 20 persen APBN dan APBD untuk dunia pendidikan. Tujuan regulasi tersebut adalah peningkatan kualitas pendidikan dasar, peningkatan kesamaan kesempatan memperoleh pendidikan bagi keluarga kurang mampu, meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi, meningkatkan kinerja personel dan lembaga pendidikan, serta menuntaskan wajib belajar 9 tahun.
Gagasan-gagasan dan pemikiran Presiden Megawati Soekarnoputri pernah dibukukan dalam “Pokok-Pokok Pikiran Megawati: Bendera Sudah Saya Kibarkan” dan dirilis pada tahun 1993. Dalam buku tersebut, Megawati Soekarnoputri memaparkan tujuh pokok pemikirannya, salah satunya menyangkut tentang pendidikan.
PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sang Bapak Perdamaian, memiliki hobi membaca sejak usia muda. Diketahui sejak masih berpangkat Letnan Dua, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selalu membeli buku-buku apapun untuk dibaca, bahkan ketika beberapa kali melakukan perjalanan dinas, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga selalu rajin membeli dan membaca buku.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memiliki perpustakaan pribadi dan jumlah koleksi buku sebanyak 16 ribu judul. Buku-buku tersebut beragam mulai dari politik, ekonomi, kebudayaan, dan masih banyak lagi. Pada tahun 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mencanangkan Gerakan Pemberdayaan Perpustakaan di Masyarakat. Selain mencanangkan gerakan pemberdayaan perpustakaan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mencanangkan peluncuran website perpustakaan para Presiden Indonesia.
Selain gemar membaca buku, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga banyak menulis buku dan opini. Beberapa karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah Selalu Ada Pilihan, Transforming Indonesia: Selected International Speeches, Revitalizing Indonesian Economy: Business, Politics, and Good Governance, hingga Taman Kehidupan: Kumpulan Puisi.
SUMBER:
Adams, Cindy. 2011. Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Jakarta: Yayasan Bung Karno
Makmur Makka, A. 2009. The True Life of Habibie Cerita di Balik Kesuksesan. Depok: Pustaka Ilman
Pour, Julius, dkk. 2014. Presiden Republik Indonesia 1945-2014. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Rifai, Muhammad. 2020. Gus Dur: Biografi Singkat 1940-2009. Yogyakarta: GARASI
Setiawan, Andri. (2020, 25 November) “Buku dan Perjalanan Intelektual Sukarno”. Diakses pada tanggal 6 April 2026, dari https://www.historia.id/article/buku-dan-perjalanan-intelektual-sukarno-pgana
Sitompul, Martin. (2018, 6 Juni) “Bung Karno dan Buku”. Diakses pada tanggal 6 April 2026, dari https://www.historia.id/article/bung-karno-dan-buku-dweg1
Zuhriah, Nila. (2020, 29 Desember) “Gus Dur Gemar Membaca Berbagai Buku Sejak Remaja”. Diakses pada tanggal 6 April 2026, dari https://jateng.nu.or.id/regional/gus-dur-gemar-membaca-berbagai-buku-sejak-remaja-ncy21