Museum Kepresidenan Republik Indonesia - Balai Kirti

Patung Pengabdian Para Presiden - Republik Indonesia

Batu Prasasti Peresmian

Informasi Terbaru

Youtube Playlist

Museum Kepresidenan Republik Indonesia - Balai Kirti

Megawati Soekarnoputri dan Pemilihan Presiden 2004 Artikel
Megawati Soekarnoputri dan Pemilihan Presiden 2004

Setelah memasuki era Reformasi, untuk pertama kalinya Pemerintah Republik Indonesia menyelenggarakan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2004. Pilpres 2004 diselenggarakan untuk memilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden periode 2004 sampai 2009. Pemilu Presiden pertama berlandaskan pada UU no 23 Tahun 2003 tentang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Sebagai penyelenggara pemilu, dibentuk Lembaga independent dan mandiri Bernama Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sementara presiden menjadi penanggung jawab pelaksanaan pemilu. Untuk mencegah tertundanya pelaksanaan pemilu, Presiden Megawati Soekarnoputri mengusulkan pembentukan KPU di daerah-daerah. Lembaga ini dinamai Perwakilan Sekretariat KPU dan didirikan di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota. Tugas Lembaga tersebut adalah mempersiapkan administrasi pelaksanaan pemilu sembari menunggu pembahasan empat undang-undang, yakni UU Partai Politik, UU Pemilu, UU Susunan dan Kedudukan Anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta UU Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Pada masa kampanye Pilpres 2004, Megawati Soekarnoputri memainkan peran yang penting dalam upaya untuk mempertahankan posisi presiden. Sebagai petahana, Megawati menggunakan pengalaman dan popularitasnya untuk memperkuat kampanyenya dan memperjuangkan visi dan program-programnya kepada masyarakat. Megawati yang merupakan putri dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno, saat itu memperebutkan kursi presiden dengan calon lainnya, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Pada saat itu Megawati berpasangan dengan Hasyim Muzadi.

Pertarungan dalam Pilpres 2004 ini sangat ketat dan menarik perhatian publik. Megawati yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden, menghadapi kritik atas kebijakan-kebijakannya selama memimpin negara. Namun, di sisi lain, ia juga mendapatkan dukungan dari sebagian besar partai politik dan pendukungnya. Selama kampanye, Megawati didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai politik yang ia pimpin. Partai ini memberikan dukungan yang kuat dalam upaya memenangkan kembali posisi presiden bagi Megawati. Kemudian di tengah sorotan publik yang mengkritik kebijakan-kebijakannya selama memimpin negara, Megawati juga menyoroti prestasi dan pencapaian yang telah diraih selama kepemimpinannya. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya stabilitas politik dan keutuhan bangsa Indonesia di tengah tantangan dan persaingan politik yang semakin ketat. Selama proses dan hasil Pilpres 2004, Megawati Soekarnoputri tetap dihormati sebagai tokoh politik yang berpengaruh dan memiliki peran penting dalam dinamika politik Indonesia.

Pemilihan presiden tahun 2004 selanjutnya diselenggarakan dalam dua putaran. Putaran pertama diikuti oleh lima pasangan calon presiden dan wakil presiden. Total pemilih terdaftar yaitu sebanyak 153.320.544 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 122.293.844 orang atau 79,76 persen menggunakan hak pilihnya. Sementara lebih dari 20 persen lainnya memilih golongan putih atau golput.

Dari total jumlah suara, sebanyak 97,84 persen atau 119.656.868 suara dinyatakan sah. Pasangan nomor urut 1, Wiranto dan Salahuddin Wahid mendapatkan suara sebanyak 26.286.788 atau 22,15 persen. Pasangan nomor urut 2, Megawati Soekarnoputri dan Hasyim Muzadi dengan suara 31.569.104 atau 26,61 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 3, Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo mendapatkan suara 17.392.931 atau 14,66 persen. Pasangan nomor urut 4, Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla dengan suara sebanyak 39.838.184 atau 33,57 persen. Sementara pasangan nomor urut 5, Hamzah Haz dan Agum Gumelar mendapatkan suara sebanyak 3.569.861 atau 3,01 persen.

Putara kedua pemilihan presiden 2004 diselenggarakan pada tanggal 20 September 2004 dengan mempertemukan pasangan Megawati-Hasyim Muzadi dan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Dari total jumlah suara, sebanyak 114.257.054 suara atau 97,94 persen dinyatakan sah. Rincia pasangan Megawati Soekarnoputri dan Hasyim Muzadi memperoleh dukungan sebanyak 44.990.704 suara atau 39,38 persen. Sedangkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla mendapatkan suara sebanyak 69.266.350 atau 60,62 persen. Berdasarkan hasil perolehan suara tersebut, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla akhirnya keluar sebagai pemenang.

Meskipun tidak berhasil mempertahankan jabatan presiden, Megawati tetap aktif dalam politik Indonesia, memperjuangkan kepentingan rakyat, dan menjadi sosok yang dihormati dalam berbagai forum politik dan sosial di tanah air. Pilpres 2004 menunjukkan bahwa meskipun Megawati kalah dalam pertarungan politik, namun ia tetap merupakan tokoh yang berpengaruh dan memiliki basis dukungan yang kuat di Indonesia. Megawati tetap aktif dalam politik Indonesia dan memegang peran penting dalam partainya, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dengan pengalaman yang dimilikinya, Megawati terus berjuang untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan memperjuangkan demokrasi di Indonesia. Sebagai salah satu figur politik wanita terkemuka di Indonesia, Megawati Soekarnoputri terus memberikan kontribusi yang berarti dalam membangun negara dan memperjuangkan keadilan bagi rakyat Indonesia.

Meskipun pada akhirnya Megawati kalah dalam Pilpres 2004 dan harus menyerahkan kekuasaan kepada Susilo Bambang Yudhoyono, namun ia tetap memberikan pernyataan yang bijak dan bersikap sebagai pemimpin yang menerima hasil dengan lapang dada dan tetap memberikan dukungan untuk kelancaran pemerintahan yang baru. Sikap ini dinilai menunjukkan kedewasaan politik dan sikap yang menghormati demokrasi.

 

Referensi:

Pour, Julis, dkk. 2014. Presiden Republik Indonesia 1945-2014. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

https://kesbangpol.kulonprogokab.go.id/detil/930/melihat-kembali-pemilihan-umum-presiden-pilpres-pertama-di-indonesia

https://news.detik.com/berita/d-4514180/singgung-pilpres-2004-2009-megawati-waktu-kalah-saya-nggak-ribut

https://nasional.kompas.com/read/2022/02/04/06050031/pilpres-2004–pertama-dalam-sejarah-pemilihan-presiden-digelar-langsung-?page=all

 

Penulis: Ezano Fernando Triantaka

Selengkapnya
SD INPRES: TOREHAN PRESTASI BAPAK PEMBANGUNAN Artikel
SD INPRES: TOREHAN PRESTASI BAPAK PEMBANGUNAN

Masa kepemimpinan Presiden Indonesia kedua, Soeharto dikenal pula dengan pemerintahan Orde Baru. Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam berbagai bidang menuntut pemerintah melaksankan perbaikan terutama dalam bidang politik dan ekonomi Dimana pendidikan memegang peranan yang sangat penting sebagai sarana penunjangnya. Salah satu misi utama Pemerintah Orde Baru dalam melaksanakan Pembangunan yang sistematis dan terencana ialah melaksanakan dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Awal masa Orde Baru, aspek pendukung pendidikan dasar sangatlah kurang, maka sejak lahirnya pemerintah Orde Baru, Pembangunan sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama. Kebijakan pemerintah Orde Baru untuk mewujudkan cita-cita bangsa tersebut salah satunya adalah program Wajib Belajar, Program tersebut mewajibkan setiap anak yang berumur 8 tahun memperoleh pendidikan dasar, sehingga Presiden Soeharto mengeluarkan Intruksi Presiden tentang Pembangunan Sekolah Dasar.

Pembangunan SD Inpres mulai dibangun setelah dikeluarkannya Intruksi Presiden tahun 1973, yang merupakan kebijakan dua tahun sekali. Pendidikan dasar menjadi salah satu pondasi yang sangat penting bagi manusia, semua aspek pendukung pendidikan harus ada, agar menjadikan negara yang maju di masa yang akan datang. Namun di awal masa pemerintahan Orde Baru, semua aspek pendukung tersebut sulit terwujud, karena masih banyak anak-anak usia sekolah (7-12 tahun) yang tidak sempat menikmati pendidikan, dan banyak juga anak-anak yang meninggalkan sekolah sebelum waktunya karena berbagai alasan.

Presiden Soeharto sebagai pemimpin pemerintahan pada masa itu menuangkan pokok-pokok pikiran beliau tentang pendidikan dalam pidato-pidato yang disampaikan pada berbagai kesempatan. Berdasarkan pokok-pokok pemikiran tersebut ini kemudian tercetuslah pemikiran untuk membangun Sekolah-sekolah dasar dan memperbaiki seluruh Gedung-gedung sekolah yang sudah rusak. Hal itu mendasari dikeluarkannya Intruksi Presiden (Inpres) No. 10 Tahun 1973 tentang program bantuan pembangunan Sekolah Dasar dalam beberapa tahap untuk Pembangunan 6.000 unit gedung Sekolah Dasar.

Perkembangan selanjutnya, melalui Inpres No 6 tahun 1975 pada tanggal 10 April 1975 terdapat penambahan bantuan baik sarana maupun jumlah yang dibangun menjadi 10.000 unit. Pemerintah mengeluarkan program-program pendukung kebijakan SD Inpres, diantaranya adalah pembuatan kurikulum pendidikan, sistem pendidikan, penataran dan penempatan guru, penambahan buku-buku Pelajaran, penambahan alat-alat peraga untuk menunjang pembelajaran dan Pembangunan sarana prasarana lainnya.

Setelah berjalan sekitar satu dekade/10 tahun, kebijakan Pembangunan SD Inpres ini mengalami kritik dan kontroversi terkait dengan pembiayaan dan kualitas pendidikan, namun kehadirannya tetap berdampak pada peningkatan jumlah anak Sekolah Dasar pada tiap tahunnya dan semakin banyaknya gedung-gedung Sekolah Dasar khususnya di desa-desa terpencil walaupun pembangunannya belum merata ke seluruh pelosok-pelosok desa di Indonesia, Namun demikian program bantuan Pembangunan SD Inpres tersebut, tetap menjadi torehan prestasi Presiden Soeharto sebagai seorang pemimpin negara Indonesia dan juga menjadi simbol kemajuan pendidikan pada masa itu. Selain itu, Pembangunan SD Inpres juga turut mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Atas keberhasilan program ini, pada tanggal 19 Juni 1993 UNESCO memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Presiden Soeharto berupa piagam The Avicenna yang diambil dari nama seorang tokoh ilmu pengetahuan dari Timur Tengah pada abad X, Ibnu Sina. Beliau adalah seorang filosof dan ilmuan bidang kedokteran yang Namanya diabadikan menjadi simbol penghargaan di bidang pendidikan dan etik dalam sains.

 

Referensi:

Panji Hidayat; Perkembangan SD Inpres pada Masa Orde Baru Tahun 1973 – 1983. Journal student Universitas Negeri Yogyakarta

Dwipayana G & Nazarudin Sjamsuddin. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973- 23 Maret 1978. Jakarta. PT. Citra Kharisma Bunda

 

Penulis: Ezano Fernando Triantaka

Selengkapnya
Ganefo, Perjuangan Meningkatkan Martabat Bangsa Melalui Olahraga Artikel
Ganefo, Perjuangan Meningkatkan Martabat Bangsa Melalui Olahraga

Situasi   dunia   saat   berlangsungnya   Perang   Dingin  membuat Presiden Sukarno  menyatakan  bahwa  dunia  tidak terbagi  dalam  Blok  Barat  dan  Blok  Timur,  tetapi terbagi  menjadi  2  Blok  yaitu  New Emerging Forces (Nefo)  dan  Old Established Forces (Oldefo). Negara  maju memegang   dominasi   atas  negara   berkembang   di segala  aspek  kehidupan dalam  konteks  internasional. Presiden Sukarno ingin mengubah tatanan dunia seperti  ini,  dengan  mengemukakan  konsepsi baru  yang selaras  dengan  kebijakan  politik luar negeri Indonesia yaitu untuk melawan imperialisme-kolonialisme dengan segala bentuk dan manifestasinya dengan  menggunakan konfrontasi.

Kebijakan konfrontasi Presiden Sukarno, selain dalam masalah  politik juga    dilakukan  dalam   bidang olahraga,  yaitu  pelaksanaan Games Of The New Emerging  Forcesatau (Ganefo), karena  bersitegang dengan International Olympic Comitte (IOC). Ganefo adalah  tinta  emas  yang  pernah  ditorehkan  Indonesia dalam kompetisi  olahraga  berskala  internasional  yang  pernah diselenggarakan  Indonesia dan  menjadi  kebanggaan saat  pemerintahan  Presiden Sukarno pada tahun  1963. Presiden Sukarno  dengan semangat  nasionalisme  berani  menentang  hegemoni barat melalui arena olahraga dan mampu mengangkat nama Indonesia dalam percaturan politik internasional.

Indonesia memandang olahraga telah menjadi lahan imperialisme bagi negara maju, khususnya dunia barat, dengan menggunakan IOC sebagai alat imperialisnya. Intervensi dunia barat terhadap pelaksanaan beberapa kegiatan olahraga seperti Olimpiade dan Asian Games. Skorsing IOC yang mengakibatkan Indonesia tidak dapat berpartisipasi dalam Olimpiade karena alasan yang tidak wajar membuat Indonesia berusaha untuk mencari solusi agar prinsip yang dipegang teguh Indonesia selalu dapat diperjuangkan salah satunya dengan menyelenggarakan Ganefo. Yang diharapkan mampu mengangkat nama Indonesia dan membuka mata dunia internasional, jika Indonesia adalah salah satu kekuatan baru di Benua Asia, di bawah kepemimpinan Presiden Sukarno.

Ganefo  adalah  salah  satu  peristiwa  sejarah  yang  diharapkan  mampu  menumbuhkan  kembali  rasa nasionalisme  dan  kebanggaan  para  generasi  penerus  bangsa  untuk  melanjutkan  api  semangat  yang  telah dikobarkan Soekarno. Bagi  Soekarno  Ganefo  adalah  pijakan  awal  untuk menggalang  kekuatan  negara-negara  yang  tergabung  dalam  Nefo  karena  Indonesia  berhasil  mendapatkan perhatian  dunia  dan  menjadi  negara  yang  patut  diperhitungkan  eksistensinya.  Indonesia  dijadikan  simbol  bagi perlawanan  terhadap  imperialisme  dan  membuktikan  dalam  situasi  keterbatasan  mampu  menyelenggarakan kegiatan bertaraf internasional  dengan kesungguhan dan tekad untuk  melakukan sesuatu  yang bagi sebagian orang mustahil dilakukan, sesuai dengan semboyan Ganefo“On Ward! No Retreat.

Ganefo juga merupakan  wujud  kebijakan  luar negeri yang mampu membangkitkan reaksi nasionalis bangsa  Indonesia  untuk  mengubah  peranan  Indonesia dalam  dunia  internasional  sebagai  pemimpin  negara baru  berkembang.  Momentum skorsing IOC dimanfaatkan   oleh  Presiden Sukarno   sebagai   alat    pemersatu    rakyat Indonesia untuk melawan  bentuk  imperialisme  di  bidang olahraga   dan   mewujudkan   konsepsi   politik   luar negerinya, karena hal itu dianggap  sebagai  salah  satu  bentuk  isolasi terhadap   Indonesia   dalam   bidang   olahraga   yang bertujuan   untuk   menghambat   eksistensi   Indonesia dalam pergaulan dunia internasional,

Pelaksanaan pesta olahraga seperti Ganefo, walaupun hanya dilaksanakan dua kali pada tahun 1963 dan 1966 namun dapat digunakan untuk menggali nilai-nilai peruangan, salah satunya jiwa nasionalisme bangsa yang lebih dikenal dengan sebutan Nation Character Building. Olahraga juga dapat digunakan sebagai upaya pembentukan karakter dan kepribadian bangsa Indonesia, karena mampu menanamkan sikap keberanian, kepercayaan diri, semangat berjuang memperoleh kemenangan, penghargaan kepada lawan, rasa tanggung jawab, gotong royong, harga diri, dan optimisme.

 

Sumber:

Kurniawan, B., & Alrianingrum, S. (2013). Gaenfo Sebagai Wahana Dalam Mewujudkan Konsepsi Politik Luar Negeri Soekarno 1963-1967. Avatara. 1(2). 188-197

Susilo, W. (2021, 2 Agustus). Ganefo Mengganyang Olimpiade. Diakses pada tanggal 7 Juni 2024. https://historia.id/olahraga/articles/ganefo-mengganyang-olimpiade-DwrMA

 

Penulis: Enik Suryani Saptorini

Selengkapnya
BJ Habibie dan Perkembangan Industri Kereta Api Indonesia Artikel
BJ Habibie dan Perkembangan Industri Kereta Api Indonesia

Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie adalah presiden ketiga Republik Indonesia yang memiliki latar belakang sebagai seorang teknokrat. BJ Habibie menempuh pendidikan tinggi di Universitas RWTH Aachen, Jerman Barat, pada tahun 1955. Di universitas tersebut, BJ Habibie mendalami teknik penerbangan dengan penjurusan konstruksi pesawat terbang. Setelah lulus, BJ Habibie juga sempat berkarier di Jerman dengan bekerja di perusahaan kereta api Jerman, Waggonfabrik Talbot, pada 1962. Tidak hanya itu, BJ Habibie juga pernah bekerja di perusahaan manufaktur penerbangan Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB) di Hamburg. Selama bekerja di Perusahaan tersebut, BJ Habibie mengembangkan sejumlah teori thermodinamik, konstruksi, dan aerodinamik yang dikenal dengan sebutan Teori Habibie, Habibie Factor, atau Metode Habibie, sehingga beliau mendapat julukan MR. CRACK.

Setelah berkarir di Jerman, BJ Habibie kembali ke Indonesia dan terlibat secara aktif dalam pengembangan industri dan teknologi nasional. Salah satu industri yang dikembangkan oleh BJ Habibie adalah industri transportasi kereta api. Pengembangan industri perkeretaapian nasional diwujudkan dengan pembangunan industri kereta api, yaitu PT Industri Kereta Api (PT INKA) sebagai badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang produksi sarana perkeretaapian pada tahun 1981. Melalui PT Inka, BJ Habibie ingin menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap produk kereta api luar negeri. Dengan perkembangannya yang begitu pesat, PT INKA selanjutnya dapat mengekspor kereta api ke sejumlah negara seperti Bangladesh, Filipina, Sri Lanka, dan beberapa negara di Afrika.

Pemikiran cerdas BJ Habibie pada saat itu mewajibkan setiap pembelian kereta api harus dirakit di Indonesia dengan tujuan agar bisa terjadi transfer ilmu pengetahuan di bidang perkeretaapian. Suatu hal yang membanggakan dan harusnya menjadi perhatian pemerintah untuk terus mendukung kinerja PT. Inka sebagai perusahaan milik negara yang dapat menghasilkan profit guna menambah devisa negara. Perkembangan selanjutnya PT. INKA juga mulai merakit Kereta Rel Listrik (KRL) pada tahun 1987, memproduksinya pada tahun 1994 dan diluncurkan pada tahun 2001. Akhirnya pada tahun 2019 perusahaan ini juga berhasil menyelesaikan produksi rangkaian Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek.

Peranan BJ Habibie yang besar dalam pengembangan infrastruktur, industri, dan pariwisata kereta api di Indonesia, menunjukkan betapa pentingnya peran seorang pemimpin yang memiliki visi jauh ke depan dan komitmen untuk mewujudkan kemajuan bangsa. Semoga inspirasi dan dedikasi beliau dalam bidang transportasi ini dapat terus menginspirasi generasi penerus untuk terus mengembangkan industri kereta api di Indonesia.

 

SUMBER :

Buku Mr. Crack dari Parepare/ A. Makmur Makka, Muh. Iqbal Santosa-Jakarta; Republika Penerbit, 2018

https://jatim.solopos.com/jejak-karya-bj-habibie-di-perusahaan-kereta-api-negara-1018211/amp

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190913143240-106-430282/warga-kehormatan-jerman-dan-prestasi-habibie-di-kancah-dunia

https://bisnis.tempo.co/read/1246726/bj-habibie-berpulang-menhub-kenang-jasa-bangun-pt-inka

 

Penulis: Ezano Fernando Triantaka

Selengkapnya
Libur Ramadan Satu Bulan Penuh Era Gus Dur Artikel
Libur Ramadan Satu Bulan Penuh Era Gus Dur

Abdurahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai tokoh muslim yang toleran, moderat, dan memiliki pemahaman agama yang luas. Pada tahun1999, Gus Dur resmi menduduki kursi jabatan presiden Republik Indonesia ke – 4 menggantikan Presiden B.J. Habibie. Salah satu momen yang dikenang dalam sejarah kepresidenan Gus Dur adalah libur Ramadan selama 1 bulan penuh. Gus Dur tidak hanya sekedar meliburkan sekolah begitu saja, melainkan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) mengimbau sekolah-sekolah untuk membuat kegiatan pesantren kilat pada tahun 1999. Keputusan untuk memberikan libur Ramadan selama 1 bulan penuh ini merupakan kebijakan yang sangat memperhatikan dan memberikan kesempatan bagi anak-anak sekolah agar lebih fokus dalam belajar agama Islam.

Sebelum masa pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), kebijakan libur puasa telah diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Pemerintah kolonial Hindia Belanda meliburkan sekolah binaan mereka dari tingkat dasar (HIS) sampai tingkat menengah keatas (HBS dan AMS). Selanjutnya pada masa Pemerintaha Presiden Soekarno, pemerintah menjadwalkan ulang sekaligus menghentikan sementara kegiatan-kegiatan resmi dan non-resmi untuk memberikan kesempatan kepada umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.

Pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatur batasan hari libur puasa menjadi beberapa hari saja. Hal tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak, salah satunya Majelis Ulama Indonesia. Namun, Daoed Joesoef (Menteri P dan K) pada saat itu beranggapan bahwa pelaksanaan hari libur secara penuh seperti yang dilakukan oleh pemerintah kolonial hanya merupakan kebijakan pembodohan. Daoed Joesoef pun selanjutnya mengeluarkan Surat Keputusan P dan K No. 0211/U/1978 Surat Keputusan tersebut secara garis besar menghimbau masyarakat untuk tetap mengisi kegiatan waktu libur.

Waktu libur sekolah sebagai bagian integral dari strategi dan kegiatan Pendidikan secara menyeluruh berfungsi; sebagai waktu jeda sesudah satu periode belajar disekolah guna memulihkan tenaga jasmani dan Rohani dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi periode belajar berikutnya  sebagai waktu jeda yang dapat digunakan oleh guru dan tenaga kependidikan lainnya untuk mengikuti program penataran.  Selain itu juga untuk menghormati hari besar tertentu bagi pembinaan jiwa social, budaya, agama, seni, pengetahuan dan laiu-lain. Serta dapat dimanfaatkan sebagai pembinaaan mental fisik dan pembinaan rekreasi. Dan konsentrasi Pendidikan dari sekolah ke Pendidikan pada keluarga dan masyarakat.

Pentapan kembali sekolah libur 1 bulan penuh di bulan Ramadan menjadi momentum bersejarah yang dikenang oleh banyak orang sebagai salah satu bentuk perhatian dan kepedulian Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) terhadap umat muslim. Semoga semangat toleransi, keadilan, dan kepedulian yang beliau miliki terus menginspirasi kita semua untuk menjaga persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Referensi:

https://historia.id/agama/articles/libur-puasa-anak-sekolah-zaman-belanda-DnwKa/page/1

https://historia.id/agama/articles/alasan-libur-puasa-anak-sekolah-ditiadakan-vgLo0/page/3

https://peradaban.id/gus-dur-dan-kebijakan-libur-selama-bulan-ramadan/

https://serayunews.com/kebijakan-libur-sekolah-ramadan-sejak-zaman-kolonial

Penulis: Ezano Fernando Triantaka

Selengkapnya
Presiden Soeharto: Membangun Bangsa dan Warisan Budaya Musik Artikel
Presiden Soeharto: Membangun Bangsa dan Warisan Budaya Musik

Masa kepemimpinan Presiden Soeharto diwarnai pula oleh pembangunan pada segi budaya serta pelestarian warisan budaya Indonesia, khususnya musik. Musik-musik tradisional Indonesia sering kali memeriahkan berbagai acara kenegaraan. Kecintaan Presiden Soeharto pada gamelan bahkan berdampak signifikan pada perkembangan musik gamelan. Setiap lini institusi pemerintahan kala itu serentak menambahkan kegiatan bermusik berbagai musik daerah di Indonesia.

Selain gamelan, Presiden Soeharto juga menggemari keroncong. Waldjinah sering kali diundang ke Istana Negara untuk memeriahkan berbagai acara negara maupun acara keluarga Presiden Soeharto. Beliau bersama Ibu Negara Tien Soeharto juga giat mendatangi acara-acara musik tradisional. Di beberapa kesempatan, Presiden Soeharto dan Ibu Tien juga menyatakan kecintaan mereka pada musik sasando dari Nusa Tenggara Timur.

Sosok Presiden Soeharto sebagai presiden juga menjadi inspirasi bagi para musisi untuk menciptakan lagu. Hal ini dapat terlihat dari lagu “Bapak Kami Soeharto” yang dinyanyikan oleh Titiek Puspa dan juga “Bapak Pembangunan” oleh Tuti Kanta.

Beberapa musik favorit Presiden Soeharto dan lagu yang terinspirasi oleh Presiden Soeharto:

  • Waldjinah – Ditinggal Kekasih (Lagu ini bercerita tentang kisah sedih seorang perempuan yang ditinggal pergi kekasih hatinya)
  • Waldjinah – Waldjinah – Walang Kekek
  • Lilis Suryani – Gang Kelinci
  • Tuti Kanta – Bapak Pembangunan (Lagu yang terinspirasi oleh sosok Presiden Soeharto, Lagu ini bercerita mengenai banyak peran Presiden Soeharto dalam membangun Indonesia)
  • Titiek Puspa – Bapak Kami Soeharto (Lagu yang diciptakan oleh Titiek Puspa secara khusus untuk Presiden Soeharto. Lagu ini bercerita mengenai banyak peran Presiden Soeharto dalam membangun Indonesia).

 

Penulis:  Ignatius Aditya Adhiyatmaka

Sumber foto: Museum Purna Bakti Pertiwi

Selengkapnya
Sambut Bulan Suci Ramadan, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Bersama Bogor Historical Walk Menyelenggarakan Agenda Walking Tour “Jelajah Kisah Keberagaman di Kota Bogor” Berita
Sambut Bulan Suci Ramadan, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Bersama Bogor Historical Walk Menyelenggarakan Agenda Walking Tour “Jelajah Kisah Keberagaman di Kota Bogor”

Bogor, 18 Maret 2024 – Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, unit museum dari Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB) atau Indonesian Heritage Agency (IHA) yang saat ini bertanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia menyelenggarakan agenda Walking Tour berkolaborasi dengan Bogor Historical Walk (BHW). Mengangkat tema “Kisah Keberagaman di Kota Bogor”, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti mengajak para pecinta sejarah untuk menikmati momen ngabuburit bersama mengelilingi objek sejarah di Kota Bogor.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, yang terletak di kawasan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, merupakan museum yang mengabadikan, mengapresiasi, dan memperingati jejak kepemimpinan para Presiden Republik Indonesia. Diresmikan pada 18 Oktober 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, museum ini berfungsi sebagai sarana rekreasi dan edukasi bagi pengunjung untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah dan prestasi para pemimpin negara. Melalui penyajian memorabilia yang atraktif, museum ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengapresiasi serta meneladani peran dan prestasi yang telah dicapai oleh setiap Presiden Indonesia selama masa jabatannya.

Ketua Tim Museum dan Galeri MCB, Pustanto mengungkapkan, “Penyelenggaraan kegiatan Walking Tour ‘Kisah Keberagaman di Kota Bogor’ oleh Museum Kepresidenan RI Balai Kirti merupakan salah satu bentuk upaya mewujudkan komitmen IHA dalam menghadirkan museum yang inspiratif dan edukatif di Indonesia. Memanfaatkan momentum Ramadan, kami berharap kegiatan Walking Tour ini terus diselenggarakan sebagai bentuk inovasi program museum yang menarik dan dapat menarik minat generasi muda untuk mempelajari dan menghargai sejarah bangsa.”

Bekerja sama dengan Bogor Historical Walk (BHW) yang merupakan komunitas penggemar sejarah dan aktif menyelenggarakan kegiatan Walking Tour untuk mengungkap kisah & sejarah Bogor, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti mengajak generasi muda untuk menjelajahi beberapa lokasi sejarah Kota Bogor dengan rute perjalanan dari titik kumpul di Lawang Suryakencana, dilanjutkan dengan perjalanan ke Vihara Dhanagun, lalu ke Kantor Pos Bogor, Gereja Zebaoth, dan berakhir di Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti. Agenda Walking Tour dilaksanakan pada Jumat, 15 Maret 2024.

Penanggung Jawab Unit Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti, Linda Siagian juga menyampaikan “Kami berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat, khususnya komunitas penggemar sejarah BHW yang telah berkolaborasi bersama kami menyelenggarakan agenda Walking Tour untuk mengisi waktu ngabuburit bersama para pecinta sejarah. Sejak pendaftaran dibuka, antusiasme masyarakat untuk mengikuti agenda Walking Tour sangat tinggi. Kedepannya agenda Walking Tour dan kolaborasi ini tentunya tidak berhenti di sini dan akan terus dilanjutkan demi menghadirkan program dan layanan yang inovatif untuk para anak muda yang tertarik untuk mengetahui dan mempelajari sejarah”.

Selain mengadakan kegiatan Walking Tour “Kisah Keberagaman di Kota Bogor”, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga memiliki koleksi dan informasi penting terkait dengan karya dan prestasi enam presiden yang terangkum dalam enam klaster, di sini juga terdapat Perpustakaan Kepresidenan yang menyimpan buku koleksi presiden ataupun buku mengenai kepresidenan. Perpustakaan ini dibangun dengan memprioritaskan kenyamanan publik, sehingga dapat dimanfaatkan pengunjung untuk membaca dan juga melakukan penelitian.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan Walking Tour dan program publik lainnya dari Museum Kepresidenan, dapat mengunjungi akun Instagram Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melalui @balaikirti.

 

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Tim komunikasi MCB/IHA

Michael Reza Say (+62 811-9725-854)

Tim komunikasi Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti

Ivan & Tomi (+62 812-1151-1722)

Selengkapnya
Museum Koleksi Kepresidenan “Alunan Melodi Presiden” di Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari Jombang Berita
Museum Koleksi Kepresidenan “Alunan Melodi Presiden” di Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari Jombang

Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti merupakan unit dari Museum dan Cagar Budaya, yang menyimpan berbagai koleksi memorabilia tentang sejarah dan kemasyhuran Presiden Republik Indonesia. Adapun Museum dan Cagar Budaya sendiri merupakan suatu instansi yang terdiri dari beberapa museum dan cagar budaya di bawah pengelolaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Untuk mengoptimalkan manfaat dan fungsi museum sebagai sarana edukasi, maka Museum dan Cagar Budaya melalui unit Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti melaksanakan kegiatan Museum Keliling Koleksi Kepresidenan. Kegiatan Museum Keliling Koleksi Kepresidenan ini mengusung tema “Alunan Melodi Presiden”.

Tema ini menampilkan sisi humanis dari seorang Presiden Republik Indonesia. Alunan melodi, ritme, serta lirik yang tersaji dalam musik merupakan representasi sebuah zaman. Sebagai sebuah kesenian yang diminati oleh berbagai lapisan, musik juga memiliki tempat tersendiri bagi para pemimpin bangsa, mulai dari Sukarno, Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Sukarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono.

Kegiatan Musem Keliling Koleksi Kepresidenan ini juga sekaligus membawa misi dari Museum dan Cagar Budaya yaitu “Mengedepankan Transformasi Pengembangan Wawasan Melalui Praktek Edukasi Yang Inovatif Dan Pembangunan Komunitas”. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti sejak di bawah pengelolaan Museum dan Cagar Budaya Kemdikbudristek.

Kegiatan Museum Keliling Koleksi Kepresidenan dilaksanakan pada 21 s.d 27 Agustus 2023 di Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kegiatan ini terdiri dari rangkaian kegiatan antara lain Pameran Temporer, Panggung Budaya, Tur Sejarah, Lokakarya, dan Arena Permainan Tradisional. Pameran temporer “Alunan Melodi Presiden” menampilkan tentang infografis musik kesukaan para Presiden Republik Indonesia, musik-musik populer di setiap masa jabatan Presiden, media pemutar musik atau lagu-lagu yang merepresentasikan masing-masing zaman, dan juga arsip terkait dengan perkembangan permusikan di tanah air.

Selain pameran temporer, ada pula Panggung Budaya menampilkan kegiatan seni pertunjukan, jamming session, dan penampilan musik. Adapula Tur Sejarah yang akan membawa peserta ke tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Jombang. Dan juga terdapat Lokakarya dengan tema “Dinamika Musik Tradisional Jombang”, “Dinamika Musik Populer”, dan “Musik sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan” .

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi Museum dan Cagar Budaya unit Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti bersama Arsip Nasional Republik Indonesia, Museum Musik Indonesia, dan Irama Nusantara. Adanya kolaborasi dengan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dalam bidang kemitraan dan promosi museum. Melalui kegiatan Museum Keliling Koleksi Kepresidenan ini juga diharapkan dapat memberikan informasi yang menambah wawasan serta menambah kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia.

Selengkapnya
Merayakan Hari Pendidikan Nasional Lewat Program Museum Goes To School Berita
Merayakan Hari Pendidikan Nasional Lewat Program Museum Goes To School

(Bogor 3/5), Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kembali menyapa pelajar Kota Bogor melalui program Museum Goes To School (MGTS). Kegiatan MGTS kali ini berlokasi di Sekolah Kesatuan Bogor. Acara MGTS terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung dari pukul  08.30 WIB sampai 10.30 WIBdengan peserta siswa-siswi SMP Kesatuan Bogor. Sedangkan untuk sesi kedua berlangsung dari pukul 10.30 sampai 12.30 dengan peserta siswa-siswi SMA Kesatuan Bogor.

Kegiatan Museum Goes To School (MGTS) diawali dengan sambutan dari pihak Sekolah Kesatuan Bogor, Bapak Riko bidang kesiswaan. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Selain itu, Ia berharap kedepannya bisa terjalin kerjasama program antara Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dengan Sekolah Kesatuan Bogor. Inti acara dalam MGTS adalah diskusi interaktif yang dipantik Tampil Chandra N.G. (Pamong Budaya Ahli Muda), Erti Panestiati (Edukator), Yuni Astuti (Edukator), dan Kurniawan Ivan Prasetyo (Edukator).

Kegiatan Museum Goes To School (MGTS)  ini bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Pada Hari Pendidikan Nasional 2023, Kemdikbudristek mengusung tema “Bergerak Bersama Semarakan Merdeka Belajar”. Kebijakan Merdeka Belajar sendiri merupakan langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia yang memiliki profil pelajar Pancasila. Kegiatan MGTS yang diinisiasi oleh Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga merupakan program kolaboratif yang mendukung terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. Hal tersebut dilakukan dengan penanaman nilai-nilai sejarah perjuangan para presiden Republik Indonesia. Harapannya melalui program MGTS para siswa-siswi Sekolah Kesatuan Bogor dapat mengambil pelajaran tentang keteladanan sosok presiden Republik Indonesia yang dapat berguna dimasa yang akan datang.

Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo

Selengkapnya
Balai Kirti Datang Menyapa IBI Kesatuan Berita
Balai Kirti Datang Menyapa IBI Kesatuan

Bogor (27/4), Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan program Museum Goes To Campus (MGTC) di IBI Kesatuan Bogor. Program Museum Goes To Campus ini merupakan program pertama yang diselenggarakan pada tahun ini oleh Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dengan tujuan untuk mengenalkan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, terutama terkiat jabatan dan jenjang karir di museum.

Acara Museum Goes To Campus diawali dengan sambutan dari Linda Siagian, M.A, selaku Kepala Unit Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan pentingnya kerja sama serta kemitraan antara museum dengan universitas. Hal tersebut tidak terlepas dari perkembangan zaman, di mana museum dituntut untuk adaptif serta kolaboratif dengan berbagai elemen. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bambang Hengky R., S.PI., MM selaku Kaprodi Parawisata IBI Kesatuan Bogor. Dalam sambutan tersebut, Ia menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, serta berharap agar kerja sama Kampus Merdeka Prodi Pariwisata IBI Kesatuan dengan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat terus berlanjut.

Inti acara dalam MGTC adalah diskusi interaktif yang dipantik oleh Kurniawan Ivan Prasetyo (Edukator) dan Enik Suryani Saptorini (Pamong Budaya Ahli Muda). Dalam sesi diskusi interaktif, pemantik diskusi memamparkan jabatan-jabatan yang ada di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti serta potensi museum sebagai destinasi wisata (dalam hal ini wisata sejarah). Acara diskusi juga berlangsung aktif di mana banyak peserta yang bertanya. Agenda ini sangat penting bagi para mahasiwa/i, karena mereka tak sekadar belajar di dalam kelas, namun juga mendapat pengetahuan dari penyampaian secara langsung terkait pengelolaan museum dan potensi museum sebagai destinasi wisata ke depan. Selain itu kehadiran museum di institusi pendidikan seperti kampus dapat menanamkan nilai-nilai sejarah dan perjuangan bangsa untuk menuju masa depan yang cemerlang dengan nilai-nilai kejuangan.

Penulis: Kurniawan Ivan Prasetyo

Selengkapnya
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Hadir Kembali Menyapa Masyarakat melalui Museum Goes To School Berita
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Hadir Kembali Menyapa Masyarakat melalui Museum Goes To School

Bogor (13/3). Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kembali menyapa masyarakat dalam kegiatan Museum Goes to School. Program ini merupakan salah satu media promosi dan sosialisasi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti agar masyarakat dapat mengenal nilai-nilai perjuangan serta kemasyhuran Presiden Republik Indonesia. Pada kesempatan kali ini Museum Goes to School dilaksanakan di sekitar Kota Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan oleh tim edukator Museum Kepresidenan RI Balai Kirti mengenai isi dari museum. Tim edukator menyampaikan berbagai nilai perjuangan serta sejarah kemasyhuran dan pencapaian Presiden Republik Indonesia. Selain itu, tim edukator juga membawa beberapa koleksi dan replika dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti seperti replika Gelora Bung Karno dari Presiden Soekarno, infografis Keluarga Berencana program Presiden Soeharto, replika pesawat N250 buatan Presiden B.J. Habibie, replika barongsai yang menjadi simbol pluralisme Presiden Abdurrahman Wahid, infografis pemilu presiden langsung dari Presiden Megawati Soekarnoputri dan replika Helm Perdamaian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, tim edukator melaksanakan kuis dengan berbagai hadiah yang menarik untuk para peserta kegiatan Museum Goes to School.

Kegiatan ini menargetkan para pelajar dari tingkat SD dan SMA di Kota Bogor. Tahun ini Museum Goes to School dimulai dari SDN Kencana 2, Kota Bogor pada tanggal 28 Februari 2023. Kemudian kegiatan dilanjutkan ke SMKN 1 Bogor pada tanggal 2 Maret 2023 dan SMA YPHB Bogor pada 8 Maret 2023. Para peserta Museum Goes to School sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini.

Harapannya seluruh insan masyarakat khususnya pelajar dapat ikut meneladani nilai-nilai perjuangan Presiden Republik Indonesia serta menambah wawasan dengan berkunjung ke Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Kini Museum Kepresidenan RI Balai Kirti telah membuka kunjungan langsung dengan syarat dan ketentuan yang dapat dibaca disini. Selain itu Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga melayani pemanduan daring yang dapat diakses disini.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga membuka kesempatan kerja sama program Museum Goes To School. Bagi Sahabat Balai Kirti yang berminat dapat mengirim pengajuan melalui email balaikirtimuseumkepresidenanri@gmail.com.

Ayo berkunjung ke Museum Kepresidenan RI Balai Kirti!

 

 

Penulis: Muhammad Yardo R.

 

Selengkapnya
Pameran Digdaya Wastra: Kekayaan Wastra Nusantara di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Berita
Pameran Digdaya Wastra: Kekayaan Wastra Nusantara di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti sudah berdiri selama 8 tahun lamanya. Sejak disahkan pada tanggal 18 Oktober 2014, Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti sudah memberikan banyak sekali inspirasi dan juga nilai yang bisa dijadikan pelajaran dari wawasan kebangsaan dan kepresidenan. Sewindu Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti mengadakan pameran bertajuk Digdaya Wastra dan seminar Kekayaan Wastra Nusantara.

Digdaya Wastra merupakan pameran kain dengan mengkhususkan beberapa kriteria. Pameran ini diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 2 November 2022 di Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti. Pameran Digdaya Wastra ini diadakan bertujuan untuk mengenalkan koleksi yang menjadi unggulan museum yang berpartisipasi dan juga menjalankan visi dan misi museum sebagai sarana edutainment bagi masyarakat umum. Pameran Digdaya Wastra ini diikuti beberapa museum, yayasan serta penggiat wastra yaitu Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Museum Tekstil Jakarta, Museum Batik Pekalongan, Museum Ranggawarsita Jawa Tengah, Museum Mpu Tantular Jawa Timur, Museum Sri Baduga Jawa Barat, Yayasan Afif Syukur Yogyakarta, Handayani Geulis Batik Bogor, Kampung Batik Cibuluh, dan Batik Pesisir Pekalongan. Pameran Digdaya Wastra ini dikuratori oleh Bapak Didi Budiarjo. Bapak Didi Budiarjo menilai dan juga mengedepankan 3 kriteria dalam pemilihan wastra yang ditampilkan, (1) wastra harus terkait dengan ketokohan, (2) memiliki nilai historis, dan (3) wastra tersebut merupakan koleksi unggulan dari para peserta yang ikut dalam pameran ini.

Pada tanggal 31 Oktober 2022, selain pameran, Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti juga mengadakan seminar dengan tajuk Kekayaan Wastra Nusantara. Seminar ini diisi dengan 3 narasumber yaitu Didi Budiardjo selaku kurator pameran, Ria Intani dari BRIN dan Benni Gratha sebagai konservator kain. Seminar ini juga menghadirkan keynote speaker Yane Ardian sebagai Ketua Deskranasda Kota Bogor. Seminar ini diharapkan bisa memberikan informasi penting terkait dengan wawasan dan juga menambah pengetahuan mengenai wastra nusantara.

Pameran dan seminar dimulai dengan sambutan dari Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Dra. Dewi Murwaningrum, M.Hum. Sambutan kedua dari Deputi Administrasi dan Pengelolaan Istana Sekretariat Negara Rika Kiswardani, S.IP., M.Pol.Adm. Sambutan ketiga dari Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, dan sambutan pembukaan pameran secara simbolik oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, diwakili oleh Drs. Pustanto, M.M.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan berbagai acara menarik lainnya. Pada tanggal 1 November 2022 diselenggarakan Peluncuran film karya Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Pada acara ini akan ada lima film sekaligus yang akan diluncurkan oleh Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Film-film ini memiliki judul sebagai berikut:
Sewindu Balai Kirti
Petualangan di Balai Kirti
Semerbak Kopi Presiden
Mustikarasa Bung Karno
Memelihara Koleksi Untuk Generasi

Setelah diluncurkan film ini juga dapat ditonton melalui Kanal Budaya Indonesiana TV serta melalui channel youtube Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Di hari yang sama juga akan diselenggarakan talkshow menarik bertajuk Bincang-Bincang Sewindu Balai Kirti. Talkshow ini akan menghadirkan Bondan Kanumoyoso sebagai Sejarawan dari UI. Kemudian ada Adek Azhar yang merupakan sutradara film Sewindu Balai Kirti, serta Adjie Negara yang menjadi arsitek perancang gedung Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Bincang-bincang ini akan mengupas tuntas kilas balik sejarah awal berdirinya Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Tidak hanya itu, pada tanggal 2 November 2022 Museum Kepresidenan RI Balai Kirti akan melaksanakan Workshop Membatik dengan melibatkan produsen batik asli Bogor yaitu Handayani Geulis Batik Bogor. Selain itu, akan ada Demo dan Workshop Pengetahuan Wastra dan cara menggunakan kain bersama Batik Pesisir Pekalongan H.Failasuf. Kedua acara menarik ini akan diselenggarakan secara daring dan luring serta melibatkan UMKM lokal Indonesia.

Selengkapnya
Museum Keliling Koleksi Kepresidenan “Alunan Melodi Presiden” Kegiatan
Pameran
Museum Keliling Koleksi Kepresidenan “Alunan Melodi Presiden”

Halo #SahabatBalaiKirti!🙌🏻

Menyambut Hari Ulang Tahun Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti ke-9, dengan penuh suka cita akan diselenggarakan Museum Keliling Koleksi Kepresidenan yang mengusung tema “Alunan Melodi Presiden”🎼

Museum Keliling Koleksi Kepresidenan “Alunan Melodi Presiden” di tahun ini memiliki rangkaian kegiatan yang menarik dan sayang sekali untuk dilewatkan oleh #SahabatBalaiKirti. Rangkaian kegiatan tersebut, yaitu:
1. Pameran Temporer
2. Panggung Budaya
3. Lokakarya
4. Tur Sejarah
5. Nonton Bareng di Museum
6. Pojok Ekspresi

Museum Keliling Koleksi Kepresidenan “Alunan Melodi Presiden” siap hadir menyapa #SahabatBalaiKirti pada:
🗓️ : 18 s.d 24 Oktober 2023
🏛️ : Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti, Kota Bogor, Jawa Barat dan Panggung Terbuka GOR Padjajaran, Kota Bogor

Hadirnya Museum Keliling Koleksi Kepresidenan “Alunan Melodi Presiden” tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama dari para partisipan yaitu:

✨ Pemerintah Kota Bogor
✨ Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan – Arsip Nasional Republik Indonesia
✨ Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden
✨ Istana Kepresidenan Bogor
✨ Yayasan Bung Karno
✨ Museum Purna Bhakti Pertiwi
✨ Wisma Habibie & Ainun
✨ Pojok Gusdur
✨ Irama Nusantara

Bagi #SahabatBalaiKirti yang penasaran, jangan lewatkan Museum Keliling Koleksi Kepresidenan “Alunan Melodi Presiden” hanya di Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti.

Kami tunggu kehadiran #SahabatBalaiKirt

Selengkapnya
Museum Keliling Koleksi Kepresidenan “Alunan Melodi Presiden” Kegiatan
Pameran
Museum Keliling Koleksi Kepresidenan “Alunan Melodi Presiden”

Dalam rangka merayakan bulan kemerdekaan, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan Museum Keliling Koleksi Kepresidenan yang mengusung tema “Alunan Melodi Presiden”.

Museum Keliling Koleksi Kepresidenan akan terbagi menjadi beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya:

1. Pameran Temporer

2. Panggung Budaya

3. Lokakarya

4. Tur Sejarah

5. Pojok Ekspresi

 

Kegiatan Museum Keliling Koleksi Kepresidenan dilaksanakan pada

🗓️ 21 Agustus – 27 Agustus 2023, 08.00 – 16.00

📍 Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari, Jombang, Jawa Timur

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama beberapa partisipan, yaitu

1. Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan, Arsip Nasional Republik Indonesia

2. Museum Musik Indonesia

3. Yayasan Irama Nusantara

Bagi #SahabatBalaiKirti khususnya warga Jombang dan sekitarnya ayo ikuti keseruan setiap kegiatannya, jangan sampai ketinggalan ya!

Katalog pameran dapat diunduh melalui tautan berikut ini https://rb.gy/ecve9

#MuseumKeliling

#MuseumKepresidenanRIBalaiKirti

Selengkapnya
Pameran “Digdaya Wastra” Kegiatan
Pameran
Pameran “Digdaya Wastra”

Datang dan Saksikan Pameran

“Digdaya Wastra”

Tanggal 31 Oktober – 2 November 2022

Pukul 09.30 – 14.00 WIB

Tempat: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Bogor

Komplek Istana Kepresidenan Bogor, Jl. Ir. H. Juanda No.1 Kota Bogor

 

Narahubung:

0812 1151 1722

0812 1151 1822

Selengkapnya
Pameran Aroma Kopi @ Balai Kirti Kegiatan
Pameran
Pameran Aroma Kopi @ Balai Kirti

Datang dan Saksikan Pameran

“Aroma Kopi @ Balai Kirti”

Meracik Keberagaman Citarasa dan Aroma Kopi Indonesia

Tanggal 30 – 31 Agustus 2022

Pukul 10.00 – 15.00 WIB

Tempat: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Bogor

Komplek Istana Kepresidenan Bogor, Jl. Ir. H. Juanda No.1 Kota Bogor

 

Narahubung:

0812 1151 1722

0812 1151 1822

Selengkapnya
PAMERAN DIRGANTARA PEMERSATU NUSA DAN BANGSA Kegiatan
Pameran
PAMERAN DIRGANTARA PEMERSATU NUSA DAN BANGSA

Sahabat Balai Kirti..

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan Pameran B.J. Habibie dengan Tema Dirgantara Pemersatu Nusa dan Bangsa. Pameran ini dilakukan secara Luring dan Daring  pada:

Tanggal 26 Oktober – 26 November 2021

Tempat di Galeri Kebangsaan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dan instagram @balaikirti

Untuk melihat link pameran, sahabat juga dapat melihat pada tautan link di bawah. Yuk saksikan, jangan sampai tertinggal yah…

 

Salam sahabat museum,

Museum dihatiku..

Selengkapnya
LOMBA CIPTA JINGLE MUSEUM KEPRESIDENAN RI BALAI KIRTI 2021 Kegiatan
Lomba
LOMBA CIPTA JINGLE MUSEUM KEPRESIDENAN RI BALAI KIRTI 2021

Museum merupakan jendela peradaban suatu masyarakat, pada tataran yang lebih luas museum dapat pula digunakan untuk mengenali kebudayaan suatu bangsa. Namun demikian masih ada anggapan yang keliru dari masyarakat terhadap museum. Masyarakat sering beranggapan museum hanya tempat menyimpan benda-benda kuno, museum hanya bicara masa lalu dan museum tidak mempunyai dinamika. Harus diakui, masyarakat masih belum merasakan manfaat dari kehadiran museum.

Beberapa tahun terakhir, Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti berusaha mengubah penilaian dan anggapan masyarakat tentang museum. Tidak lagi hanya berfokus pada pengelolaan koleksi namun Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti mulai menghadirkan berbagai program publik yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat, salah satunya dalam bentuk lomba atau kompetisi.

Penyelenggaraan lomba jingle merupakan bagian dari publikasi dan promosi museum agar lebih dikenal oleh masyarakat. Jingle  akan menjadi gambaran dari  Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dalam bentuk musik. Dengan lirik dan irama yang menarik, jika disosialisasikan secara terus menerus diharapkan jingle ini akan akrab di telinga dan pikiran masyarakat.

Maksud kegiatan Lomba Cipta Jingle Museum Kepresidenan RI Balai Kirti adalah untuk memperkenalkan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melalui musik serta suatu upaya edukasi kepada masyarakat luas sebagai bentuk tanggung jawab museum melalui promosi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tujuan dari kegiatan ini adalah:

  1. Menguatkan identitas Museum Kepresidenan Republik Indonesia Bali Kirti;
  2. Menumbuhkan semangat kebersamaan dan sinergitas antara Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dan masyarakat khususnya di bidang seni ;
  3. Menumbuhkan minat masyarakat dalam bermusik yang kreatif melalui jingle;
  4. Memberi ruang berkreasi bagi masyarakat di bidang seni;
  5. Sebagai sarana promosi, publikasi, dan sosialisasi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kepada masyarakat.
Selengkapnya
Penandatanganan Kontrak Kerja PPNPN di Lingkungan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Reformasi Birokrasi
Penandatanganan Kontrak Kerja PPNPN di Lingkungan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Senin tanggal 10 Januari 2022, memasuki awal tahun 2022 bertempat di ruang rapat lantai 3 Museum Kepresidenan RI Balai Kirti diselenggarakan Penandatanganan Perjanjian Kontrak Kerja Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Ibu Dra. Dewi Murwaningrum, M.Hum., Kasubag Tata Usaha Neneng Kartiwi, S.S., dan seluruh Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPM) di lingkungan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Dalam arahannya Kepala Museum menyampaikan selama dalam kurun waktu satu tahun terakhir pekerjaan yang dilakukan teman-teman sudah teruji, sehingga untuk tahun 2022, semangat bekerja harus dipertahankan, jika perlu terus ditingkatkan. Pada kesempatan ini juga para Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPM) diberikan arahan terkait regulasi yang perlu dipahami sebagai pedoman bekerja di tahun 2022. Acara selanjutnya adalah penandatanganan kontrak kerja, dengan adanya penandatanganan ini diharapkan pegawai dapat meningkatkan kinerjanya ke depan.

Selengkapnya
Apel Pagi Senin Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Reformasi Birokrasi
Apel Pagi Senin Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Bogor (17/01) Berdasarkan arahan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang mewajibkan kepada seluruh instansi pemerintah untuk melaksanakan apel pagi setiap hari senin secara rutin pada tahun 2022. Museum kepresidenan RI Balai Kirti sebagai institusi pemerintah di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, telah melaksanakan apel pagi setiap hari Senin, baik secara luring maupun daring.

Apel senin pagi, sebenarnya sudah dilakukan museum secara rutin sejak bulan Juli 2021, yang  diikuti oleh seluruh pegawai museum, mulai dari kepala museum, staff museum, hingga keamanan museum. Kegiatan ini rutin dilakukan guna meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Selain itu juga, apel ini menjadi tempat komunikasi untuk menginformasikan program yang akan dilaksanakan museum.

Semoga dengan kegiatan ini seluruh pegawai di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dan instansi pemerintah secara umum dapat lebih meningkatkan rasa cinta tanah air dan menjadi lebih menghargai satu sama lainnya.

Selengkapnya
Mengembalikan Visi Kelautan sebagai Jati Diri Bangsa Reformasi Birokrasi
Mengembalikan Visi Kelautan sebagai Jati Diri Bangsa

Indonesia bukan pulau-pulau dikelilingi laut. Tetapi, laut yang ditaburi pulau-pulau” – AB Lapian

Beranjak dari pernyataan tersebut tidak dapat dipungkiri bahwa negara Indonesia disebut juga sebagai negara kepulauan atau Archipelago State. Archipelago state berasal dari Bahasa Yunani yang terdiri dari dua suku kata, Arche yang berarti utama dan Pelago yang artinya laut, jadi laut adalah yang utama. Atau dengan kata lain Archipelago State sendiri mempunyai arti negara yang terdiri dari banyak pulau, dimana laut, udara, dan daratan adalah satu kesatuan Nusantara.

Laut sebagai penghubung antar pulau tersebutlah yang menjadikan bangsa kita sebagai bangsa maritim dengan memanfaatkan laut selain sebagai jalur transportasi juga sebagai tempat untuk perdagangan. Julukan sebagai negara maritim tidak terlepas dari fakta sejarah yang terjadi pada masa lampau, dimana nenek moyang kita melakukan pelayaran untuk menjelajahi Samudera, salah satunya ialah para pelaut Bugis yang melakukan pelayaran dengan kapal tradisionalnya yang bernama pinisi menjelajahi Samudera Pasifik. Hal itu dibuktikan dengan penemuan peta pelayaran berdasarkan Kajian Le Roux yang ditemukan di perkampungan bajak laut di Santhel yang teletak di Teluk Sekana di Pulau Singkep tahun 1854. Dalam peta tersebut menggambarkan peta-peta wilayah di seluruh Nusantara, sebagian Asia Tenggara, Australia Utara, dan wilayah Cina yang mana dari nama-nama yang ada dalam peta inilah menunjukkan luasnya pengetahuan tentang daerah-daerah di Asia Tenggara, Pilipina Selatan, Australia Utara dan Cina. Peta itu juga menggambarkan rute dan tujuan pelayaran kapal-kapal Bugis sebelum petengahan abad ke-19.[1]

Jiwa kemaritiman mulai memudar tatkala kolonialisme dan imperialism mulai memasuki Nusantara. Kekayaan alam yang dianugerahkan Tuhan kepada tanah Nusantara telah memancing Pemerintah Belanda untuk menerapkan sistem Cultuur Stelsel atau yang biasa dikenal sebagai Tanam Paksa pada tahun 1833. Sistem ini mewajibkan setiap desa untuk menyisihkan sebagian tanahnya untuk ditanami tanaman tanaman yang hasilnya kemudian dijual ke Eropa. Rempah-rempah menjadi komoditi yang berharga bagi orang Eropa, selain sebagai bahan bumbu masakan untuk mengawetkan daging dan juga rempah-rempah juga menjadi bahan ramuan obat dan untuk memperkuat daya tahan tubuh yang sangat dibutuhkan bagi orang Eropa mengingat cuaca disana yang dingin.

Pergeseran pandangan dari laut menjadi darat mengubah jati diri bangsa Indonesia dari negara maritim menjadi negara agraris. Sejarah sebagai bangsa maritim tidak hanya dipandang sebagai sejarah kejayaan di masa lampau. Sudah sepatutnya laut yang kita miliki menjadi potensi dasar untuk memperkuat untuk negeri ini agar bisa menjadi bangsa yang maju baik dari segi politik, sosial, ekonomi, dan budaya yang disegani oleh bangsa lainnya di masa mendatang. (Wanti)

Selengkapnya
Rompi PMI Koleksi Museum
Jusuf Kalla
Rompi PMI
Selengkapnya
Kalkulator Koleksi Museum
Jusuf Kalla
Kalkulator
Selengkapnya
Tas Kerja Koleksi Museum
Jusuf Kalla
Tas Kerja
Selengkapnya
Sepatu Koleksi Museum
Jusuf Kalla
Sepatu
Selengkapnya
Celana Kerja Koleksi Museum
Jusuf Kalla
Celana Kerja
Selengkapnya
Kemeja Kerja Koleksi Museum
Jusuf Kalla
Kemeja Kerja
Selengkapnya
Google

Reviews

Tulis ulasanmu
rating
Logo

Dapatkan Informasi Terbaru

Informasi terkait seputar Berita, Kegiatan dan Artikel lainnya akan kami kirimkan ke email anda secara eksklusif.
preloader