Berita


Reset
Dialog “Refleksi 100 Tahun H.M. Soeharto” dan Pembukaan Pameran “Incognito Pak Harto” Berita
Dialog “Refleksi 100 Tahun H.M. Soeharto” dan Pembukaan Pameran “Incognito Pak Harto”

Bogor (06/12) Dalam rangka memperingati 100 Tahun Presiden ke-2 Republik Indonesia, Bapak H.M. Soeharto. Pada tangga 22 Juni 2021 lalu, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melaksanakan Kegiatan Dialog “Refleksi 100 Tahun Pak Harto”, sekaligus Pembukaan Pameran “Incognito Pak Harto”. Pada kegiatan Dialog ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno (Wakil Presiden Republik Indonesia Ke-6), Prof. Arissetyanto Nugroho, MM. IPU (Ketua Pengurus Yayasan pengembangan pendidikan Indonesia Jakarta Universitas Trilogi), dan Mahpudi (Penulis Buku-Buku Pak Harto).

Sejak kecil, Pak Harto tidak bercita-cita menjadi seorang presiden. Tidak ada ambisi H.M. Soeharto menjadi seorang pemimpin negara ditegaskan lagi oleh Pak Try Sutrisno. Menurutnya, “sebagai ajudan saat itu, saya tahu ambisi Pak Harto, beliau tidak ambisi pada jabatan tapi pengabdiaan kepada bangsa Indonesia”. Prestasi-prestasi Pak Harto bagi bangsa Indonesia cukup besar, bahkan Prof. Arissetyanto Nugroho menyebut Presiden Soeharto sebagai pemimpin yang visioner yang melihat jauh ke depan dalam pembangunan bangsa. Lebih lanjut Prof. Aris pun menyampaikan, Pak Harto juga sangat berkomitmen agar bangsa ini memiliki character building yang kuat yang berbasis pada nilai-nilai ideologi yang sudah digali oleh para pendiri bangsa seperti Soekarno, yaitu Pancasila.

Di sisi lain penulis Buku Incognito Pak Harto, Mahpudi menyatakan bahwa, dalam perjalanan Pak Harto meninggalkan berbagai kesan dan pengalaman yang luar biasa, karena bisa merasakan karakter Presiden ke 2 Indonesia, H.M. Soeharto yang rendah hati, peduli, dan sholeh. “Tidak bisa kita bayangkan, seorang presiden dengan tanggung jawab yang sangat besar, bisa meninggalkan kantornya, yang pada etape pertama itu lima hari, dan pada etape kedua selama tujuh hari”.

Pada dialog ini banyak hal yang diinformasikan kepada masyarakat mengenai kisah perjalanan dan prestasi beliau semasa menjadi Presiden. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan informasi serta memberikan nilai positif yang dapat mengedukasi masyarakat untuk memahami pesan positif dari para pemimpin bangsanya.

Selengkapnya
Hibah Koleksi Prangko dan Buku Berita
Hibah Koleksi Prangko dan Buku

Pada tanggal 14 Oktober 2020 lalu, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti memperoleh hibah koleksi dari PT. POS Indonesia berupa tiga bingkai prangko dan empat buku. Penyerahan koleksi diserahkan langsung oleh Kepala Regional IV DKI Jakarta Bapak Onny Hadiono kepada Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Ibu Dewi Murwaningrum di lantai 1 Galeri Kebangsaan.

Koleksi prangko dan buku yang diserahkan merupakan koleksi prangko seri Presiden, Wakil Presiden, dan Ibu Negara. Koleksi ini merupakan produksi dari PT Pos Indonesia, yang dalam waktu dekat akan dipamerkan dalam rangka memberikan edukasi kepada pengunjung museum.

Berbicara prangko di tanah air tentunya tidak hanya berkembang pada masa kolonial, melainkan setelah Sukarno memproklamirkan kemerdekaan. Hal ini karena setelah kemerdekaan pemerintah Indonesia langsung menerbitkan prangko. Hal ini dilakukan agar pengiriman surat tidak lagi menggunakan prangko cerakan Belanda.

Prangko pertama Pemerintah RI diterbitkan untuk memperingati setengah tahun kemerdekaan, sekaligus menjadi penanda Indonesia telah terbebas dari penjajahan. Semoga dengan hibah koleksi perangko dan buku dapat menambah jumlah koleksi yang ada di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, sekaligus dapat memberikan informasi dan pengetahuan kepada pengunjung tentang prangko-prangko kepresidenan.

Selengkapnya
Pembukaan Pameran dan Dialog Sejarah: Sukarno dan Buku-Bukunya Berita
Pembukaan Pameran dan Dialog Sejarah: Sukarno dan Buku-Bukunya

Salah satu jenis program publik yang dilaksanakan oleh Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti adalah masyarakat yang mengapresiasi museum. Dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum, pada tanggal 24 November 2020 lalu Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melaksanakan kegiatan Pameran Daring dan Dialog Sejarah yang bertajuk Sukarno dan Buku-bukunya.

Sukarno sangat kaya akan pengetahuan karena membaca. Untuk itu sebagai upaya menumbuhkan minat budaya membaca, sekaligus melestarikan memori kolektif bangsa melalui museum. Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti bekerjasama dengan redaksi Historia.Id melaksanakan Pameran Daring dan Dialog Sejarah terkait dengan koleksi buku-buku Sukarno.

Pembukaan pameran dan Dialog Sejarah Sukarno dan Buku-Bukunya menghadirkan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri (Presiden ke-5 RI), Bapak Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Hilmar Farid (Direktur Jenderal Kebudayaan). Dan beberapa narasumber lain seperti, Bonnie Triyana, Roso Daras, dan Rhoma Dwi Aria Yuliantri. Pembukaan pameran dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Nadiem Makarim. Dalam sambutannya Ia mengajak para pemuda Indonesia untuk meneladani semangat dan kegemaran Bung Karno dalam  membaca buku.

Pada kesempatan yang sama Presiden Ke-5 RI, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri menggatakan bahwa ayahnya sering membaca disetiap waktu. Bahkan buku koleksi Bung Karno mencapai puluhan ribu, dari dalam negeri maupun luar negeri. Akibat pendidikan itu, Bung Karno sangat haus dengan buku. Bukan hanya buku sebagai jendela dunia, tetapi juga masuk ke dalamnya.

Pada sesi diskusi sejarah yang menghadirkan tiga narasumber, yakni Bonnie Triyana, Roso Daras, dan Rhoma Dwi Aria Yuliantri. Ketiga narsum menjelaskan bahwa Kesukaan Bung Karno pada buku bukan rahasia. Sejak kecil, Bung Karno telah terbiasa membaca buku. Bapak Bung Karno, Raden Soekemi Sosrodihardjo yang aktif sebagai anggota perkumpulan Theosofi jadi muaranya. Berkat hak istimewa itu, Sukarno tak saja membaca buku koleksi orang tuanya, tapi ia dapat mengakses sebuah perpustakan besar miliki kaum Theosofi dengan bebas.

Saat ini kegiatan pameran telah berakhir, tetapi pameran masih dapat dinikmati tanpa batas melalui website http://balaikirti.kemdikbud.go.id.

Selengkapnya
Penyerahan Hibah Koleksi Bapak Umar Wirahadikusuma (Wakil Presiden RI Ke-4) dan Bapak Boediono (Wakil Presiden RI Ke-11) Berita
Penyerahan Hibah Koleksi Bapak Umar Wirahadikusuma (Wakil Presiden RI Ke-4) dan Bapak Boediono (Wakil Presiden RI Ke-11)

Ibu Karlinah Djaja Atmadja Wirahadikusumah (Istri Alm. Bapak Umar Wirahadikusuma) bersama Ibu Dewi Murwaningrum (Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti)

Bogor (16/11), Menjelang Hari Ulang Tahun Museum Kepresidenan RI Balai Kirti ke-7 tanggal 18 Oktober 2021. Museum Kepresidenan mendapatkan kado istimewa, berupa hibah koleksi pribadi dari dua Wakil Presiden Republik Indonesia, yakni dari keluarga Bapak Umar Wirahadikusumah (Wakil Presiden ke-4 RI Periode 1983-1988), dan Bapak Boediono (Wakil Presiden ke-11 RI Periode 2009-2014) pada tanggal 08 Oktober 2021. Koleksi para Wakil Presiden diserahkan secara langsung oleh pihak keluarga kepada Museum Kepresidenan RI Balai Kirti yang diterima langsung oleh Kepala Museum Ibu Dewi Murwaningrum di kediaman pribadi Bapak Alm. Umar Wirahadikusuma dan Bapak Boediono.

Ibu Karlinah Djaja Atmadja Wirahadikusumah (Istri Alm. Bapak Umar Wirahadikusuma) bersama tim dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Keluarga Bapak Alm. Umar Wirahadikusuma menghibahkan koleksi berupa satu stel pakaian sipil lengkap, satu buah jas kerja bermotif kotak-kotak, dan satu buah buku biografi Umar Wirahadikusuma: Menegakkan Kebenaran Dalam Diam milik Jenderal (Purn.) Umar Wirahadikusuma, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-4. Koleksi diserahkan secara langsung oleh Ibu Karlinah Djaja Atmadja Wirahadikusumah (Istri Alm. Umar Wirahadikusuma) dikediamannya di Menteng Jakarta Pusat.

Penyerahan hibah koleksi dari Ibu Karlinah Djaja Atmadja Wirahadikusumah (Istri Alm. Umar Wirahadikusuma) ke Ibu Dewi Murwaningrum (Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti)

Sedangkan Bapak Boediono menghibahkan koleksi berupa satu bingkai foto resmi Bapak dan Ibu saat menjabat sebagai Wakil Presiden, Satu buah foto Bapak dan keluarga, satu baju batik yang perna digunakan pada saat menjabat Wakil Presiden, Satu Stel baju batik Ibu, satu buah pulpen yang dipakai sehari-hari saat waktu menjabat, satu bendel foto “membangun pendidikan” isi 3 lembar, satu bendel foto “meninjau bencana alam” isi 6 lembar, satu bendel foto “meninjau proyek PNPM” isi 5 lembar. Satu bendel foto “membangun infrastruktur” isi 4 lembar. Satu bendel foto “rapat reformasi birokrasi” isi 2 lembar, buku “memorandum akhir masa jabatan Wakil Presiden Boediono Periode 2009-2014. Hibah koleksi diserahkan langsung melalui ajudan beliau Bapak Priyanto di kediaman pribadi Bapak Boediono di Menteng Jakarta Pusat.

Proses penandatanganan Berita Acara Serah Terima Koleksi dari Bapak Priyanto (Ajudan Bapak Boediono ) kepada tim Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti dalam pengembangan koleksi yang ada. Tahapan berikutnya setelah hibah ini adalah kajian tentang koleksi yang diserahkan, yang nantinya akan dinarasikan ke dalam tata pamer di Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti. Dengan adanya koleksi tersebut, diharapkan dapat menambah koleksi tentang Wakil Presiden di Museum, sekaligus menjadi sarana mengenalkan sosok pemimpin bangsa yang sudah purna bakti.

 

Selengkapnya
Mendongeng Bersama Ibu Menteri Berita
Mendongeng Bersama Ibu Menteri

Pada 19 April 2021, Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti yang merupakan salah satu UPT di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelengarakan kegiatan Mendongeng di Museum secara daring. Hal ini dilakukan sebagai salah satu layanan edukasi sekaligus upaya dalam menjalankan tugas dan fungsi museum dalam memberikan informasi terkait dengan penguatan pendidikan karakter bangsa melalui nilai-nilai perjuangan. Selain itu kegiatan ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Museum Kepresidenan Republik Indonesia berkolaborasi dengan Komunitas Seni Berbagi (SEBA) dan Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat Indonesia (PLJ).

Dongeng akan dibacakan oleh Ibu Franka Nadiem Makarim selaku Ibu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemendikbud. Adapun tema mendongeng di museum ini adalah “Kepahlawan Ibu Negara Fatmawati Sukarno”. Terkait dengan tema yang diangkat dalam kegiatan ini, bahwa sosok Ibu Negara, Fatmawati, merupakan salah satu perempuan yang memiliki peran penting dalam upaya Kemerdekaan Republik Indonesia. Khususnya, dalam perjuangan beliau dalam menjahit Bendera Merah Putih yang kemudian dikibarkan pada saat Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945.

Terselenggaranya kegiatan mendongeng di museum ini, diharapkan dapat menjadi bahan publikasi dan informasi, serta menjadi sarana edukasi yang menyenangkan kepada masyarakat luas, khususnya oleh anak-anak. Karena Melalui dongeng, tidak hanya cerita yang dapat disampaikan namun juga pesan moral, serta pesan edukasi yang akan diingat dan diperoleh oleh seluruh pendengar. Sehingga dapat menambah pengetahuan, menumbuhkan inspirasi, dan kreativitas bagi semua lapisan masyarakat yang menyaksikan acara ini.

Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk lebih mudah mendapatkan akses informasi dan pengetahuan mengenai hal-hal umum yang terkait dengan museum, nilai-nilai sejarah, dan memori kolektif bangsa, juga untuk menjalin kerja sama antara museum dengan komunitas, serta sebagai bentuk partisipasi nyata dalam mendukung program pemerintah di bidang penguatan karakter dan jati diri bangsa.

Selengkapnya
Seminar Hari Kartini: “Kartini Masa Kini : Inspiratif, Kreatif dan Inovatif” Berita
Seminar Hari Kartini: “Kartini Masa Kini : Inspiratif, Kreatif dan Inovatif”

Bogor (29/10) Dalam rangka mengenang Hari Kartini, pada tanggal 21 April 2021 Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti mengadakan seminar atau dialog dengan tema “Kartini Masa Kini: Inspriratif dan Inovatif”. Seminar ini dilaksanakan dalam rangka mengenang, sekaligus memaknai perjuangan Kartini dalam memajukan derajat perempuan Indonesia yang cerdas, berbudi luhur, dan intelektual. Seminar kali ini menghadirkan dua pembicara, yakni Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm (Dosen PTIQ Jakarta), Shahnaz Natashya Haque (Publik Figur), dan moderator Susi Ivvaty (founder Alif.id). Acara ini dimeriahkan juga oleh penampilan paduan suara VOKSA dari SMA Negeri 1 Kota Bogor, Komunitas Seni Berbagi (SEBA), dan Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat (PLJ-JBI).

Raden Ajeng Kartini merupakan seorang tokoh pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia. Perhatian terhadap perempuan, berawal dari hobi-nya yang gemar membaca. Dari buku, koran, dan majalah yang ia baca, Kartini berniat ingin memajukan perempuan pribumi agar mendapatkan kesetaraan yang sama dengan kaum laki-laki dalam pelbagai bidang. Perjuangannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tetapi juga masalah sosial, agar perempuan memperoleh kebebasan, persamaan hukum, dan pendidikan yang layak.

Saat ini perempuan di Indonesia sudah merasakan hasil dari perjuangannya, di mana perempuan sudah mendapatkan kesuksesan dan peran tidak terbatas dalam pelbagai aspek. Dalam pekerjaan misalnya, tidak sedikit perempuan yang menjadi ketua atau koordinator dalam memimpin jalannya suatu perusahaan atau organisasi. Hal ini menegaskan bahwa pandangan dunia terhadap perempuan, saat ini telah berubah. Di mana perempuan, sudah memiliki kesempatan yang luas, untuk berekspresi, dan berinovasi. Hari Kartini bukan lagi mengenai kesetaraan gender dan perjuangan emansipasi wanita, tetapi membuat dunia dan seluruh kehidupan di dalamnya menjadi lebih baik melalui semangat, kepedulian, dan rasa kasih sayang yang kita berikan untuk sesama.

Selengkapnya
Pembukaan Pameran & Dialog B.J. Habibie “Dirgantara Pemersatu Nusa dan Bangsa” Berita
Pembukaan Pameran & Dialog B.J. Habibie “Dirgantara Pemersatu Nusa dan Bangsa”

Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti menyelenggarakan pameran temporer dengan tema Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. Pameran ini mengambil judul “Dirgantara Pemersatu Nusa dan Bangsa” dan diselenggarakan pada 26 Oktober 2021 hingga 26 November 2021. Pameran ini akan diselenggarakan secara hybrid yakni luring dan daring melalui seluruh kanal media sosial Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti.

Sesuai dengan judul pameran ini, B.J. Habibie dan dirgantara merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling terkait erat satu sama lain. Peran B.J. Habibie dalam dunia dirgantara Indonesia khususnya, telah banyak memberikan kontribusi untuk bangsa Indonesia. Oleh karenanya, judul pameran ini adalah “Dirgantara Pemersatu Nusa dan Bangsa” melihat besarnya kontribusi beliau bagi dunia dirgantara Indonesia.

Dalam pameran ini selain akan menampilkan tentang kontribusi B.J. Habibie dalam dunia dirgantara, akan juga ditampilkan riwayat perjalanan hidup B.J. Habibie sejak lahir di Parepare, hingga wafatnya beliau. Koleksi-koleksi milik B.J. Habibie seperti topi, kamera, serta penghargaan penghargaan yang didapatkan oleh beliau semasa hidup akan dipamerkan dalam pameran ini. Selain itu, ada pula koleksi wastra dan kebaya Ibu Negara milik Hasri Ainun Habibie, yang baru pertama kali dipamerkan kepada masyarakat.

Sebagai pendukungan acara pameran ini, akan ada pula dialog tentang B.J. Habibie. Dialog ini akan menampilkan beberapa pembicara yang terkait dengan B.J. Habibie antara lain: Ilham Akbar Habibie, Dipl. Ing.,M.B.A (Pembicara Utama), Prof. Dr. Sofian Effendi (Guru Besar Ilmu Administrasi Universitas Gadjah Mada), Umar Juoro, M.A., M.A.P.E (The Habibie Center), Andi Makmur Makka, M.A (Penulis Buku Habibie) dan Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim (Kepala Staf TNI AU periode 2002 – 2005).

Puncak rangkaian acara Bapak Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Tahun 1993-1998 akan memberikan Testimoni, dilanjutkan sambutan dari Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Dra. Dewi Murwaningrum, M.Hum. dan sambutan Walikota Pare-Pare Dr. H. Taufan Pawe, S.H., M.H. Pembuka sekaligus peresmian acara Pameran dan Dialog B.J. Habibie dilakukan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid, P.Hd.

Penyelenggaraan pameran ini merupakan puncak acara dari rangkaian HUT ke-7 Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti yang sudah diselenggarakan sejak 12 Oktober 2021. Berbagai acara yang diselenggarakan oleh Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti antara lain peluncuran film pendek “Kado Istimewa”, peluncuran jingle Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti, seminar dengan tema “Museum Dahulu, Kini, dan Nanti”. Semoga dengan diadakan kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat dan memberikan informasi terkait dengan rekam jejak pemimpin bangsa. Sekaligus mengenalkan museum ke masyarakat khususnya generasi muda.

 

Selengkapnya
Peluncuran Jingle Museum & Seminar HUT Ke 7 Museum Kepresidenan RI Balai Kirti “Museum Dulu, Kini dan Nanti” Berita
Peluncuran Jingle Museum & Seminar HUT Ke 7 Museum Kepresidenan RI Balai Kirti “Museum Dulu, Kini dan Nanti”

Pada 18 Oktober 2021, Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti genap berusia tujuh tahun. Peringatan HUT ke-7 Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti kali ini bertemakan “Tumbuh dan Berkembang untuk Kemasyhuran Negeri”. Tema tersebut menyiratkan makna bahwa Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti dalam perjalanannya akan terus berkembang sesuai dengan tujuan pendiriannya yakni tempat yang menyimpan jejak langkah kepemimpinan para Presiden Republik Indonesia yang telah purna bakti. Lebih luas lagi, dalam skala nasional, Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti ke depannya diharapkan dapat menjadi pusat studi Kepresidenan.

Dalam peringatan hari jadinya yang ketujuh ini, Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti menyelenggarakan serangkaian acara. Rangkaian acara peringatan telah dimulai sejak tanggal 12 Oktober 2021 ditandai dengan peluncuran film “Kado Istimewa” yang diproduksi oleh Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti. Rangkaian acara kedua diselenggarakan pada tanggal 18 Oktober 2021 tepat di tanggal pendirian museum antara lain peluncuran jingle Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti, Monolog terkait dengan Pembangunan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, serta Seminar dengan tema “Museum Kepresidenan Kini, Dahulu, dan Nanti”.

Seminar dalam rangka memperingati HUT ketujuh Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti ini menghadirkan beberapa pembicara antara lain Judi Wahjudin (Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan) sebagai pembicara kunci, Gusti Kanjeng Ratu Bendara (Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Nityabudaya), Rusdhy Hoesein (Sejarawan), dan Olivia Zalianty (Pekerja Seni). Seminar ini juga akan dibuka oleh Irini Dewi Wanti (Direktur Pelindungan Kebudayaan).

Selain itu, pada acara ini akan ditampilkan pula video-video ucapan dari para Wakil Presiden yang telah purnabakti. Pada tahun 2021 ini, Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti berhasil mendapatkan hibah koleksi dari para Wakil Presiden Republik Indonesia yang telah purnabakti yakni Wakil.

Presiden ke-4 Umar Wirahadikusumah, Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz, dan Wakil Presiden ke-11 Boediono. Koleksi yang dihibahkan antara lain pakaian, buku, dan foto-foto yang semakin menambah keberagaman koleksi Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti. Ke depannya, koleksi tersebut akan dipamerkan secara bertahap di ruang pamer Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti.

Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti terus berupaya agar kegiatan yang diselenggarakan dapat bermanfaat untuk masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan peringatan HUT ketujuh ini diharapkan masyarakat dan generasi muda untuk lebih mencintai museum dan juga menjadikan inspirasi atas prestasi terbaik yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, sesuai dengan visi misi Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti yaitu mewujudkan museum yang representatif dalam melestarikan dan mengkomunikasikan nilai – nilai perjuangan Presiden Republik Indonesia. untuk memperkokoh karakter dan jati diri bangsa

Selengkapnya
Peluncuran Film Pendek “Kado Istimewa”  Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Berita
Peluncuran Film Pendek “Kado Istimewa” Museum Kepresidenan RI Balai Kirti

Bogor (12/10), Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti mempersembahkan sebuah film pendek berjudul “Kado Istimewa”. Dibintangi oleh aktris senior Indonesia Ratna Riantiarno dan diproduseri oleh Dimas Djayadiningrat. Film ini menceritakan tentang persembahan ulang tahun dari seorang Ayah kepada anaknya, ketika sang anak akan berulang tahun. Ayahnya ingin memberikan sebuah kado istimewa yang tidak akan terlupakan yaitu berkunjung ke museum. Dari kunjungan tersebut sang anak mendapatkan banyak hal yang tidak terlupakan.

Dalam konteks yang lebih luas, di kehidupan berbangsa dan bernegara, “Kado Istimewa” merupakan hubungan dari para Presiden dengan karya-karya monumentalnya yang dipersembahkan kepada segenap anak bangsa. Melalui keberadaan Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti, diharapkan masyarakat dapat menghayati, mengapresiasi, dan meneladani prestasi dari para pemimpin bangsa ini. Sesuai dengan filosofi dari nama “ Balai Kirti” yang artinya bangunan yang menampung berbagai benda bersejarah, peninggalan perjalanan sejarah kepemimpinan para presiden Republik Indonesia.

Film ini merupakan bentuk pendukungan Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti untuk program Kanal Budaya Indonesiana TV. Kanal Budaya Indonesiana merupakan salah satu program Direktorat Jenderal Kebudayaan dalam mewujudkan visi pemajuan  kebudayaan, yakni Indonesia  bahagia berlandaskan keanekaragaman budaya yang mencerdaskan,  mendamaikan, dan  menyejahterakan.

Selaras dengan tujuan dari Kanal Budaya Indonesiana TV yakni  mewadahi, mengintegrasikan, serta mempromosikan karya dan ekspresi budaya masyarakat Indonesia, maka Museum Kepresidenan Repubik Indonesia Balai Kirti sebagai Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, senantiasa menghadirkan konten-konten yang mendukung pelestarian kebudayaan Indonesia.

Film ini juga merupakan media publikasi Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti kepada masyarakat umum. Melalui pembuatan film ini, Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti telah memposisikan diri sebagai lembaga pemerintah yang sadar akan penggunaan media baru sebagai publikasi terkini. Museum sebagai industri budaya berperan dalam pembentukan karakter generasi masa kini yang tentunya tidak jauh dari media baru.

Selengkapnya
Pameran Temporer Dua Presiden RI Sebagai Tuan Rumah Asian Games 1962-2018 Berita
Pameran Temporer Dua Presiden RI Sebagai Tuan Rumah Asian Games 1962-2018

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan Pameran Temporer “Dua Presiden RI Tuan Rumah Asian Games 1962 dan 2018”, Minggu 20 Mei 2018 di komplek Istana Bogor. Pameran ini berisikan tentang Maket-maket kawasan Gelora Bung Karno dan Kawasan Jakabaring Palembang, foto-foto kegiatan Asian Games 1962, foto-foto renovasi GBK dan Jakabaring serta lifeleat Asian Games 2018. Pameran ini dibuka oleh Bapak Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Hilmar Farid.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan acara Bedah Buku “Presiden-Presiden Republik Indonesia 1945-2014” acara ini dipandu oleh Wartawan Kompas Kenedi Nurhan dengan menampilkan dua narasumber yaitu Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Bapak Restu Gunawan dan Penulis Nasir Tamara.

Kedua acara ini adalah sebagai pendukungan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti untuk menyemarakkan pelaksanaan Asian Games Ke-XVIII di Jakarta dan Palembang dan sekaligus dalam rangka memoeringati hari lahir Museum Kepresidenan RI Balai Kirti ke -4, tanggal 18 Oktober 2018. Dengan demikian diharapkan pelaksanaan Asian Games dapat berlangsung dengan sukses dan menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Negara Indonesia.

Selengkapnya
Hibah Koleksi dari Bapak Try Sutrisno dan Bapak Hamzah Haz Berita
Hibah Koleksi dari Bapak Try Sutrisno dan Bapak Hamzah Haz

(Gambar Headline) Bapak Fitra Arda dan Ibu Dewi Murwaningrum dengan Bapak Try Sutrisno

Bogor (5/5) Sahabat Balai Kirti kali ini kami ingin menginformasikan tentang dua Wakil Presiden yang menghibahkan koleksinya untuk Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Yuk, langsung cek informasi berikut.

Bapak Fitra Arda dan Ibu Dewi Murwaningrum beserta tim dengan Bapak Hamzah Haz

Wakil Presiden ke-6 RI periode 1993 – 1998, Try Sutrisno dan Wakil Presiden ke-9 RI periode 2001 – 2004, Hamzah Haz. Kedua Wakil Presiden tersebut pada tanggal 4 Mei 2021, menghibahkan koleksi pribadinya kepada Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti. Koleksi para Wakil Presiden tersebut diserahkan dan diterima secara langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Bapak Fitra Arda yang didampingi oleh Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Ibu Dewi Murwaningrum di kediaman pribadi Bapak Try Sutrisno dan Bapak Hamzah Haz.

Ibu Dewi Murwaningrum, Bapak Muhammad Akbar dan Tim dengan Bapak Try Sutrisno

Bapak Try Sutrisno menghibahkan koleksi Pakaian Sipil Lengkap (PSL) berupa jas berwarna gelap, pakaian kerja berwarna gelap, peci berwarna gelap, kacamata dan tempatnya, buku berjudul “Kunjungan Kerja ke-27 Provinsi”, Al-Qur’an, tasbih, dan slop yang sering dikenakan saat beliau menjabat sebagai Wakil Presiden.

Ibu Dewi Murwaningrum menyerahkan plakat Museum Kepresidenan RI Balai Kirti kepada Bapak Try Sutrisno

Sedangkan, Bapak Hamzah Haz menghibahkan koleksi kemeja, sarung, sorban, peci hitam, peci putih, serta baju gamis yang sering dikenakan saat beliau menjabat sebagai Wakil Presiden.

Nah, Bagi Sahabat Balai Kirti yang penasaran dengan koleksi tersebut tunggu tanggal mainnya yaa penyajian koleksi Wakil Presiden Try Sutrisno dan Hamzah Haz di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti untuk melakukan pengembangan dan edukasi terhadap koleksi yang ada. Tahapan selanjutnya dari kegiatan ini adalah kajian tentang koleksi yang kemudian akan menjadi rekomendasi dalam menarasikan koleksi tersebut ke dalam tata pamer di Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti. Koleksi-koleksi tersebut akan menambah koleksi terkait Wakil Presiden dan menjadi icon tersendiri bagi Wakil Presiden yang sudah purna bakti serta menjadi informasi tentang koleksi yang dimiliki oleh Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti.

Selengkapnya