Artikel

Try Sutrisno dan Bulu Tangkis Indonesia



Try Sutrisno dan Bulu Tangkis Indonesia

Informasi

Try Sutrisno merupakan tokoh militer dan politik yang memiliki peran penting dalam sejarah Republik Indonesia, khususnya pada masa pemerintahan Presiden Soeharto (1967-1998). Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa tugas yang dilaksanakan, mulai dari ajudan Presiden Soeharto, Pangdam IV/Sriwijaya, Pangdam V/Jaya, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), hingga Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia (1993-1998). Namun, banyak yang belum mengetahui bahwa beliau pernah berkiprah di dunia olahraga, yakni sebagai Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Selama dua periode, Try Sutrisno menjabat sebagai Ketua PBSI yaitu tahun 1985-1989 dan 1989-1993. Melalui Musyawarah Nasional (Munas) PBSI ke-14 di Surabaya tanggal 23-24 September 1985, beliau terpilih menggantikan Ferry Sonneville sebagai ketua umum PBSI. Pada masa awal kepemimpinannya, ia menghadapi tantangan berat untuk menaikkan prestasi bulu tangkis Indonesia yang saat itu sedang terpuruk. Upaya konkret yang dilakukan oleh Try Sutrisno untuk menaikkan prestasi bulu tangkis Indonesia yakni dengan mendirikan Pusat Bulu Tangkis Indonesia di Cipayung pada tahun 1992, pembinaan atlet-atlet muda, hingga pembinaan atlet-atlet di daerah.

Upaya menggenjot prestasi bulu tangkis Indonesia di dunia internasional selanjutnya membuahkan hasil dan mencapai puncaknya pada 1992 dengan memperoleh dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu dalam Olimpiade Barcelona. Medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis tersebut merupakan medali emas pertama bagi Indonesia selama keikutsertaannya dalam pesta olahraga Olimpiade. Medali emas tersebut diraih oleh Alan Budikusuma (tunggal putra) dan Susi Susanti (tunggal putri). Selain itu, medali perak diperoleh Ardy B. Wiranata (tunggal putra) dan pasangan Eddy Hartono / Rudy Gunawan (ganda putra). Medali perunggu diraih oleh Hermawan Susanto (tunggal putra).

Prestasi tim bulu tangkis Indonesia dalam Olimpiade Barcelona tahun 1992 tidak diraih secara instan atau bahkan kebetulan. Persiapan matang direncanakan secara sistematis dibawah komando Try Sutrisno. Pada munas PBSI di Manado 18 Desember 1989, beliau menunjuk Mangombar Ferdinand Siregar sebagai kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres). Ia merupakan seorang teknokrat olahraga sekaligus lulusan sport science dengan gelar Master of Physical Education dari Springfield College, Massachusetts, Amerika Serikat. Siregar selanjutnya membentuk tim kepelatihan dan memberikan ruang untuk para pelatih dalam mempersiapkan tim bulu tangkis Indonesia menuju Olimpiade Barcelona 1992.

Selain keberhasilan di Olimpiade 1992, bulu tangkis Indonesia dibawah komando Try Sutrisno juga mencatatkan sejumlah prestasi dalam ajang bergengsi. Beberapa diantaranya yakni Susi Susanti juara tunggal putri All England pada 1990, 1991, dan 1993; Ardy B. Wiranata juara tunggal putra All England 1991, Hariyanto Arbi juara tunggal putra All England 1993, Tim Indonesia meraih runner-up Piala Thomas 1986 dan 1992, serta Tim Indonesia meraih runner-up Piala Uber tahun 1986.

Try Sutrisno selesai menjabat sebagai ketua PBSI pada 1993 dan digantikan oleh Soerjadi. Meskipun sudah tidak menjabat sebagai ketua PBSI, fondasi bulu tangkis yang sudah dibangun olehnya mampu membuat prestasi Indonesia semakin meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan berhasilnya Tim Indonesia menjadi juara dalam Piala Thomas lima kali beruntun (1994, 1996, 1998, 2000, dan 2002). Selain itu, pemusatan latihan nasional (pelatnas) Cipayung yang merupakan peninggalan Try Sutrisno juga masih aktif digunakan untuk pembinaan atlet-atlet bulu tangkis Indonesia hingga saat ini.

 

Sumber:

Sapthiani, Y. (2026, 2 Maret). “Try Sutrisno dan Perannya untuk Bulu Tangkis Indonesia”. Diakses pada tanggal 4 Maret 2026, dari https://www.kompas.id/artikel/try-sutrisno-dan-perannya-untuk-bulu-tangkis-indonesia.

Wirayudha, R. (2019, 22 Agustus) “Siregar Bikin Bendera Merah Putih Berkibar”. Diakses pada tanggal 4 Maret 2026, dari https://www.historia.id/article/siregar-bikin-bendera-merah-putih-berkibar-vo1lj.

CNN Indonesia. (2026, 2 Maret). “Peran Penting Try Sutrisno di Balik Sejarah Emas Olimpiade 1992. Diakses pada tanggal 4 Maret 2026, dari https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260302093256-170-1333244/peran-penting-try-sutrisno-di-balik-sejarah-emas-olimpiade-1992.


Komentar