Berita

Walking Tour Kebangsaan: Dari Gubernur Jenderal Hingga Presiden



Walking Tour Kebangsaan: Dari Gubernur Jenderal Hingga Presiden

Informasi

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan kegiatan Walking Tour Kebangsaan bertema “Dari Gubernur Jenderal ke Presiden” di Bogor pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai transformasi kepemimpinan, dinamika politik, serta berbagai peristiwa penting yang membentuk Indonesia hingga saat ini.

Kegiatan dimulai pada pukul 15.30 WIB dan diikuti oleh 31 peserta. Rute walking tour meliputi beberapa lokasi bersejarah di Kota Bogor, dimulai dari Taman Kencana, dilanjutkan ke Wisma Salak, Taman Sempur, Detasemen Polisi Militer III/1 Kota Bogor, dan berakhir di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Selama perjalanan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah kepemimpinan bangsa Indonesia, mulai dari masa pemerintahan Gubernur Jenderal pada era Hindia Belanda hingga lahirnya Presiden Republik Indonesia.

Di akhir kegiatan, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai menu favorit para presiden Indonesia, di antaranya Sate Tegal Laka-Laka (Presiden Joko Widodo), Bakso Sukowati (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), Es Palu Butung (Presiden B.J. Habibie), Tempe Goreng (Presiden Sukarno, B.J. Habibie, dan Megawati Soekarnoputri), Bakwan Goreng (Presiden Megawati Soekarnoputri), Gatot Tiwul Yu Tum Gunungkidul (Presiden Soeharto), Putu Cangkir (Presiden B.J. Habibie), Croissant (Presiden Abdurrahman Wahid), Tahu Pong (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), serta rebusan pisang, ubi, jagung, dan kacang yang menjadi hidangan yang disukai oleh semua presiden.

Penanggung Jawab Unit Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Linda Siagian, mengungkapkan bahwa kegiatan Walking Tour Kebangsaan merupakan salah satu program unggulan yang sangat diminati masyarakat.

“Melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda dapat memiliki semangat untuk mempelajari sejarah dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan yang disampaikan oleh pemandu dan narasumber. Salah satu peserta, Sekar, mengungkapkan bahwa kegiatan walking tour ini memberikan pengalaman literasi yang berbeda.

“Menyenangkan mengikuti walking tour kali ini, karena literasi saat ini tidak hanya melalui buku. Literasi juga bisa dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah atau yang memiliki nilai sejarah,” ujarnya.

Kegiatan Walking Tour Kebangsaan ini terbuka untuk umum. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut serta program publik lainnya dari Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dapat diakses melalui akun Instagram resmi @balaikirti.

 

Penulis : Arie Januar

Sumber Foto : Dokumen Museum Kepresidenan RI Balai Kirti


Komentar